<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580</id><updated>2011-11-27T15:57:17.241-08:00</updated><category term='hukum islam'/><category term='rahmatan lil alamin'/><category term='bekerja'/><category term='khasiat'/><category term='muslimah'/><category term='fatwa'/><category term='jaga diri'/><category term='tokoh'/><category term='tokoh islam'/><category term='Fiqih Kontemporer'/><category term='muamalah'/><category term='english article'/><category term='orientalis'/><category term='sikap'/><category term='kisah islami'/><title type='text'>SALSE DAKWAH CENTER</title><subtitle type='html'>Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2080387011691198503</id><published>2009-10-09T10:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T10:34:00.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Al-Azhar: Cadar Bukan Ajaran Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/Ss90AXC3DrI/AAAAAAAAAD8/egSayqLYoDg/s1600-h/%D8%B7%D9%86%D8%B7%D8%A7%D9%88%D9%8A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 163px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/Ss90AXC3DrI/AAAAAAAAAD8/egSayqLYoDg/s320/%D8%B7%D9%86%D8%B7%D8%A7%D9%88%D9%8A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390654828520607410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAIRO--Pimpinan Al-Azhar, institusi pendidikan tertinggi di dunia Sunni, telah memerintahkan para siswi untuk melepas niqab (cadar) selama kunjungan mereka ke sekolah Al-Azhar dan akan membuat larangan resmi pemakaian penutup wajah (cadar) di sekolah-sekolah. Demikian dilaporkan surat kabar Al-Masri Al-Youm pada hari Senin (5/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu mengenakan cadar ketika duduk di kelas sementara semua temanmu wanita?" tanya Imam Besar Al-Azhar, Syekh Mohamed Sayyid Tantawi, kepada seorang siswi kelas 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis muda itu terkejut dengan pertanyaan yang datang dari ulama pimpinan Al-Azhar tersebut. Seorang guru berusaha untuk menjelaskannya. "Dia melepaskan niqabnya di dalam kelas, tetapi ia hanya memakainya di saat Anda masuk dengan rombongan Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Syekh Tantawi tidak puas dan bersikeras bahwa gadis muda tersebut harus melepas cadar yang menutup wajahnya. "Niqab adalah sebuah tradisi dan tidak ada hubungannya dengan Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gadis itu menuruti perintahnya untuk membuka niqab, Syekh Tantawi kemudian meminta supaya gadis tersebut tidak memakainya lagi. "Saya berkata kepadamu lagi bahwa niqab itu tidak ada hubungannya dengan Islam dan hanya sekadar kebiasaan. Saya memahami agama lebih baik daripada kamu dan orang tuamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar perempuan Muslim di Mesir mengenakan jilbab, yang merupakan aturan wajib berpakaian dalam Islam. Namun fenomena makin maraknya wanita mengenakan cadar rupanya telah menggelisahkan pemerintah dan beberapa kalangan intelektual Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian pelayanan wakaf dan agama baru-baru ini telah menyebar buklet di masjid-masjid yang berisi penentangan terhadap praktik penggunaan cadar. Mayoritas ulama Islam pun meyakini bahwa seorang wanita tidak wajib untuk menutupi wajah atau tangannya. Mereka percaya bahwa hal tersebut merupakan hak setiap wanita untuk memutuskan apakah akan menutup wajah dengan cadar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Besar Al-Azhar berjanji untuk mengeluarkan larangan terhadap cadar di semua sekolah yang terkait dengan Al-Azhar. "Saya berniat untuk mengeluarkan peraturan yang melarang niqab di sekolah-sekolah Al-Azhar. Tidak ada siswa atau guru yang akan diizinkan masuk ke sekolah dengan mengenakan niqab," kata Syekh Tantawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan pada tahun 359 H (971 M), Masjid Al-Azhar menarik cendekiawan dari dunia Muslim dan tumbuh menjadi sebuah universitas ternama dan terpandang di seluruh penjuru dunia. Universitas Al-Azhar telah menjadi kiblat ilmu agama Islam selama berabad-abad. Kelas pertama di Al-Azhar diberikan pada tahun 975 M dan kampus pertama dibangun 13 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Azhar pertama kali menerima kehadiran murid wanita pada tahun 1961, namun ditempatkan dalam kelas terpisah hingga sekarang. Di tahun yang sama, subyek-subyek tentang teknik dan kedokteran mulai ditambahkan pada kelas-kelas syariah, Alquran, dan bahasa Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/berita/80394/Al_Azhar_Cadar_Bukan_Ajaran_Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2080387011691198503?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2080387011691198503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/10/al-azhar-cadar-bukan-ajaran-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2080387011691198503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2080387011691198503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/10/al-azhar-cadar-bukan-ajaran-islam.html' title='Al-Azhar: Cadar Bukan Ajaran Islam'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/Ss90AXC3DrI/AAAAAAAAAD8/egSayqLYoDg/s72-c/%D8%B7%D9%86%D8%B7%D8%A7%D9%88%D9%8A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5302714378376292060</id><published>2009-08-16T10:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T10:29:38.552-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english article'/><title type='text'>The Month of Ramadan</title><content type='html'>During Ramadhan.so the Prophet Muhammad (PBUH) has informed us, the gates of Paradise are opened.the gates of Hell are closed and the devils are chained (as reported by Ahmad). That is, during Ramadhan,Allah makes it easier for us to see the way to Paradise, by Alloh’s Will ; and he makes it easier for us to abstain from those evil deeds which lead to the Hell fire. He also informed us that the time between the five prayers. Two consecutive Fridays. And two consecutive Ramadhans are expiationsfor all the sins commited during that period. Provided one has avoided the major sins,such as theft,adultery,abandoning prayer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the Qur’an, alloh tells us that there is a day in the month of Ramadhan whose night is better for worship than 1,000 month of woership at any other time. Also, the Prophet Muhammad (PBUH) has informed us that a minor Pilgrimage (umrah) to Makkah, if performed in Ramdhan, is equivalent in reward to that of Hajj performed with him (PBUH). Such is the importance of fasting the month of Ramadhan in Islam, that if person deliberately breaks his fast without a valid excuse, or does not fast at all, he commits ; a major sin and according to the Prophet Muhammad (PBUH). Thus such a person would not be able to make up for one day of fasting in Ramadhan even if he were to fast perpetually. If the telieves that fasting is not incbment upon him, he cannot be considered a Muslim, even though he may pray, pay zakah and perform pilgrimage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-azhar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5302714378376292060?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5302714378376292060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/month-of-ramadan_16.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5302714378376292060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5302714378376292060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/month-of-ramadan_16.html' title='The Month of Ramadan'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3499007507387457385</id><published>2009-08-01T13:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T13:41:28.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi Abu Hurairoh - Otaknya Gudang Pengetahuaan</title><content type='html'>Abu Hurairah, Bapak Kucing Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadis. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya. Kenapa ia dikenal sebagai "Bapak Kucing"? Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi ibn Shakhr Ad-Dausi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diberi gelar "Bapak Kucing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghafal Hadits Terbesar Sepanjang Masa&lt;br /&gt;Kadangkala kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka. Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan. Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta meriwayatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenarannya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw , hingga sering mereka mengeluarkan sebuah "hadits", dengan menggunakan kata-kata: -- "Berkata Abu Hurairah... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum'at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw.." Saya katakan ketika anda mendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya. Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi saw jarang diperoleh bandingannya. Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang paling mampu membawa anda ke hari-hari kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: "Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian. Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Abu Hurairah&lt;br /&gt;Dibanding Nabi, umurnya lebih muda sekitar 30 tahun. Dia lahir di Daus, sebuah desa miskin di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai'at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur . Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: "Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak. Ahli fiqih, juru da'wah dan para guru juga tidak sedikit. Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, bagaimana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do'a Rasul "", agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan. Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul'Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan hadits-hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: "Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan hadits dari Nabi saw. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka. Sedang aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen. Dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi saw pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau: "Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang telah didengarya dari padaku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw. Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.&lt;br /&gt;Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat. Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya, hingga pada suatu hari Amirul Mu'minin Umar berkata kepadanya: "Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari Rasulullah! Bila tidak, maka akan kukembalikan kau ke tanah Daus. !" (yaitu tanah kaum dan keluarganya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan dari suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali Al-Quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya cerita tentang Rasulullah saw teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw, saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena ini, Umar berpesan: "Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah." Dan katanya lagi: "Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy'ari ke Irak ia berpesan kepadanya: "Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan Al-Quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda bimbangkan mereka dengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya. Adapun hadits, maka Umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pernah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka'ab al-Ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu Hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits dari Rasulullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau sepatah kata pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata tentang dirinya, -- "Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak." Dan Imam Syafi'i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: -- "la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya." Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: --"Ada delapan ratus orang atau lebih dari shahabat tabi'in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Abu Hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya. Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Abu Hurairah Masuk Islam&lt;br /&gt;Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Hurairah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam. Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw, hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul. Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: --''Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk Islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda do'akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah saw berdo'a: "Ya Allah tunjukilah ibu Abu Hurairah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang do'a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran bunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: "Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun segera berlari menemui Rasulullah saw sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: "Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabulkan do'a anda, Allah telah menunjuki ibuku ke dalam Islam." Kemudian kataku pula: "Ya Rasulallah, mohon anda do'akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu'min, baik laki-laki maupun perempuan!" Maka Rasul berdo'a: "Ya Allah, mohon engkau jadikan hambu-Mu ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrab Dengan Kemiskinan&lt;br /&gt;Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, dengan masih mengikatkan batu ke perutnya, dia duduk di pinggir jalan, tempat orang biasanya berlalu lalang. Dilihatnya Abu Bakr melintas. Lalu dia minta dibacakan satu ayat Al-Quran. "Aku bertanya begitu supaya dia mengajakku ikut, memberiku pekerjaan," tutur Abu Hurairah. Tapi Abu Bakr cuma membacakan ayat, lantas berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya Umar ibn Khattab. "Tolong ajari aku ayat Al-Quran," kata Abu Hurairah. Kembali ia harus menelan ludah kekecewaan karena Umar berbuat hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Nabi lewat. Nabi tersenyum. "Beliau tahu apa isi hati saya. Beliau bisa membaca raut muka saya secara tepat," tutur Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Aba Hurairah!" panggil Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Labbaik, ya Rasulullah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikutlah aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di dalam rumah didapati sebaskom susu. "Dari mana susu ini?" tanya Rasulullah. Beliau diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Aba Hurairah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Labbaik, Ya Rasulullah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong panggilkan ahli shuffah," kata Nabi. Susu tadi lalu dibagikan kepada ahli shuffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah, bergabung dengan ahli shuffah di pondokan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Perang Khaibar, Nabi melakukan perluasan terhadap Masjid Nabawi, yaitu ke arah barat dengan menambah tiga pilar lagi. Abu Hurairah terlibat pula dalam renovasi ini. Ketika dilihatnya Nabi turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Nabi menolak seraya bersabda, "Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buruh Menjadi Majikan&lt;br /&gt;Abu Hurairah sangat mencintai Nabi. Sampai-sampai dia memilih dipukul Nabi karena melakukan kekeliruan ketimbang mendapatkan makanan yang enak. "Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu cintanya kepada Rasulullah sehingga siapa pun yang dicintai Nabi, ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah mencium kedua cucunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik menyangkut kehidupan Abu Hurairah dan masyarakat Islam zaman itu. Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan lelaki itu. Ini menunjukkan betapa Islam telah mengubah persepsi orang dari membedakan kelas kepada persamaan. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan kesalihannya. Perilaku islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadis. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika ia bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain. Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah, Amir Bahrain&lt;br /&gt;Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid, tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai Amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga. malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara'! Suatu dunia lain, yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan. Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah. Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu'minin Umar: -- Kata Umar: - "Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?' Jawabku; "Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya, hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah!'- Dari mana kau peroleh sepuluh ribu itu? -- Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan. Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdo'a: "Ya Allah, ampunilah Amirul Mu'minin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: -- "Kenapa, apa sebabnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah mengemukakan lima alasan, "Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul, aku takut menghukum tanpa ilmu, dan bicara tanpa belas kasih!" Ia memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur di Madinah. Ia menolak. Ketika terjadi pertemuan antara Khalifah Ali dan lawannya, Muawiyah ibn Abi Sufyan, ia bersikap netral dan menghindari fitnah. Sampai kemudian Muawiyah berkuasa, Abu Hurairah bersedia menjadi gubernur di Madinah. Tapi versi lain mengatakan, Marwan ibn Hakamlah yang menunjuk Abu Hurairah sebagai pembantunya di kantor gebernuran Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Hayat Abu Hurairah&lt;br /&gt;Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendo'akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohon kepada Allah dengan berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu. Semoga Engkau pun demikian!" Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah), ia mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H. (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi', di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3499007507387457385?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3499007507387457385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/biografi-abu-hurairoh-otaknya-gudang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3499007507387457385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3499007507387457385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/biografi-abu-hurairoh-otaknya-gudang.html' title='Biografi Abu Hurairoh - Otaknya Gudang Pengetahuaan'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5994508261364641827</id><published>2009-08-01T13:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T13:36:37.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Kisah Seorang Siswi Palestina</title><content type='html'>Infopalestina- Al Sahl Lish Shahafah Wal I'lam: Ini adalah kisah&lt;br /&gt;tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu&lt;br /&gt;dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan&lt;br /&gt;rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah&lt;br /&gt;pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah&lt;br /&gt;tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang&lt;br /&gt;tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk&lt;br /&gt;di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto,&lt;br /&gt;gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang.&lt;br /&gt;Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim&lt;br /&gt;pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri.&lt;br /&gt;Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas&lt;br /&gt;para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku,&lt;br /&gt;pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya&lt;br /&gt;pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di&lt;br /&gt;situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti&lt;br /&gt;biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas&lt;br /&gt;mereka. Dimulailah pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia&lt;br /&gt;memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata&lt;br /&gt;nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin&lt;br /&gt;tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah&lt;br /&gt;anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di&lt;br /&gt;depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan,&lt;br /&gt;demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran&lt;br /&gt;pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa.&lt;br /&gt;Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada&lt;br /&gt;di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu,&lt;br /&gt;wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia&lt;br /&gt;berteriak keras: tidak . tidak . tidak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul&lt;br /&gt;di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan . tidak .&lt;br /&gt;berikan . tidak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah rahasia yang dia sembunyikan? ?? Dan apa yang sebenarnya terjadi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang&lt;br /&gt;masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak&lt;br /&gt;dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya&lt;br /&gt;diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya&lt;br /&gt;Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar&lt;br /&gt;bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk&lt;br /&gt;membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan&lt;br /&gt;yang barang kali membutuhkan waktu lama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan.&lt;br /&gt;Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan&lt;br /&gt;tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia&lt;br /&gt;dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya&lt;br /&gt;duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala&lt;br /&gt;sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai&lt;br /&gt;anakku .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya&lt;br /&gt;Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada&lt;br /&gt;sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda&lt;br /&gt;haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta.&lt;br /&gt;Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti).&lt;br /&gt;Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia&lt;br /&gt;menjawab, setelah menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa&lt;br /&gt;separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya&lt;br /&gt;kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk&lt;br /&gt;keluarga saya di rumah .Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di&lt;br /&gt;rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan&lt;br /&gt;siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki&lt;br /&gt;siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya&lt;br /&gt;tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak&lt;br /&gt;malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir&lt;br /&gt;bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk&lt;br /&gt;pada siswi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang&lt;br /&gt;memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar&lt;br /&gt;kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak&lt;br /&gt;peduli dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cepsalse.blogdetik.com/2009/08/02/kisah-seorang-siswi-palestina/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5994508261364641827?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5994508261364641827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/kisah-seorang-siswi-palestina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5994508261364641827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5994508261364641827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/08/kisah-seorang-siswi-palestina.html' title='Kisah Seorang Siswi Palestina'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-9048669998180305005</id><published>2009-07-30T11:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T11:31:26.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi Abu Dzarr Al-Ghifari</title><content type='html'>Abu Dzaar al-Ghifari Nama aslinya adalah Jundab bin Junadah dinisbatkan kepada kakeknya Junadah yang berasal dari Ghifar, ia seorang Kinani. Abu Dzarr orang yang ahli ibadah sebelum diutusnya Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Ia adalah sahabat kelima yang lebih dulu masuk Islam, Ia baru bisa Hijrah setelah perang Khandaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzarr seorang yang zuhud tidak pernah menyimpan makanan untuk hari esok. Namun dimasa pemerintahan Utsman, ia mengajak orang orang untuk mendirikan semacam baitul mal, hal ini didorong rasa kemanusiaan namun Utsman bin Affan tidak tertarik akan gagasan itu dan selanjutnya ia mengasingkan ke Rabadzah dan menetap disitu sampai wafatnya. Pada saat wafatnya yang kebetulan Ibnu Mas’ud lewat ke Rabadzah dan menshalatkannya jenazahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzaar meriwayatkan hadits dari Umar, Ibnu abbas, Ibnu Umar dan lainnya. Yang diriwayatkan darinya antara lain Al-Hanaf bin Qais, Abdurahman bin Ghanam dan Atha’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad paling shahih yng berpangkal daripadanya ialah yang diriwayatkan dari penduduk syam dari jalur Sa’id bin Abdil Aziz, dar Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzarr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzarr meriwayatkan hadits sebanyak 281 hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia wafat pada tahun 32 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-9048669998180305005?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/9048669998180305005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/biografi-abu-dzarr-al-ghifari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/9048669998180305005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/9048669998180305005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/biografi-abu-dzarr-al-ghifari.html' title='Biografi Abu Dzarr Al-Ghifari'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-812920034028837501</id><published>2009-07-22T00:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T00:30:08.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Kisah Masuk Islamnya Kholid bin Walid (Sang Panglima Perang yang Tangguh)</title><content type='html'>Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun  ahli dalam menyusun strategi perang.  Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rosululloh SAW banyak  Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan  Suara lantang diatas perbukitan  Khalid bin Walid berkata” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”. Rosululloh saw menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidupdisisi Alloh SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan , mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Alloh karena membela Agama Alloh gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam. Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata  Nabi Muhammad saw dan penasaran akan sosok Muhammad saw . Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rosululloh akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad  mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLOH  yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun  ahli dalam menyusun strategi perang.  Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rosululloh SAW banyak  Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan  Suara lantang diatas perbukitan  Khalid bin Walid berkata” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”. Rosululloh saw menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidupdisisi Alloh SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan , mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Alloh karena membela Agama Alloh gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam. Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata  Nabi Muhammad saw dan penasaran akan sosok Muhammad saw . Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rosululloh akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad  mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLOH  yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar laporan Intel tersebut semakin membuat Risau Khalid bin Walid hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk bertemu Muhammad dengan menyamar dan menggunakan Topeng menutup wajahnya hingga tidak di kenali oleh siapapapun. Khalid berangkat seorang diri dengan menunggang Kuda dan menggunakan baju kebesarnnya yang berhias emas serta mahkota bertahta berlian namun wajahnya ditutupi Topeng. Di tengah perjalanan Khalid bertemu dengan Bilal yang sedang bedakwah kepada para petani. Dengan Diam-diam Khalid mendengarkan dan menyimak apa yang di sampaikan oleh Bilal yang membacakan surat al hujarat ( Qs 49:13 ) yang artinya” Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Alloh adalah orang-orang yang paling bertaqwa karena sesungguhnya Alloh maha mengetahui lagi maha Mengenal”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid terperanga bagaimana mungkin Bilal yang kuketahui sebagai Budak hitam dan buta hurup bisa berbicara seindah dan sehebat itu  tentu itu benar perkataan dan Firman Alloh. Namun gerak gerik mencurigakan Khalid bin walid di ketahui sayyidina Ali bin Abi Thalib , dengan lantang Ali berkata” Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baiki  dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk” Kata Ali bin Abi thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dibukalah Topeng tampaklah wajah  Khalid bin Walid seorang Panglima besar kaum Kafir Quraisy yang berjaya diperang UHUD  dengan tatapan mata yang penuh karismatik Khalid berkata” Aku kemari punya Niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam” Kata Khalid bin Walid. Wajah Ali yang sempat tegang berubah menjadi berseri-seri” Tunggulah kau di sini Khalid saya akan sampaikan berita gembira ini kepada Rosululloh saw” Kata Ali bi Abi thalib. Bergegas Ali menemui Rosululloh saw dan menyampaikan maksud kedatangan Khalid bin Walid sang panglima perang . Mendengar berita yang disampaikan Ali , wajah rosululloh SAW berseri seri lalu mengambil sorban hijau miliknya lalu dibentangkan di tanah sebagai tanda penghormatan kepada Khalid bin walid  yang akan datang menemuinya. Lalu Rosululloh saw menyuruh Ali menjemput  Khalid untuk menemuinya. Begitu Khalid datang Rosululloh langsung memeluknya. ” Ya rosululloh islam saya ” Kata Khalid bin Walid. Lalu Rosululloh saw mengajarkan kalimat Syahadat kepada Khalid maka Khalid bin walid telah memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selesai membaca syahadat Khalid bin walid menanggalkan Mahkotanya yang bertahtahkan intan diserahkan kepada rosululloh, begitu pula dengan bajunya yang berkancingkan emas di serahkan juga kepada rosululloh saw. Namun begitu Khalid bin walid akan mencopot pedangnya dan menyerahkannya kepada Rosululloh , Baginda rosululloh melarangnya ” Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid , karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Alloh bersamaku ” Kata Rosululloh saw . dan Nabi memberi gelar pedang tersebut dengan nama “Syaifulloh yang artinya “pedang Alloh yang terhunus. Setelah bergabungnya Khalid bin walid kedalam Islam, bertambah kuatlah pasukan Muslim hingga bisa menaklukan kota Mekkah dan Pasukan Kafir Quraiys secara drastis melemah bagaikan ayam kehilangan induknya.wallohu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-812920034028837501?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/812920034028837501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/kisah-masuk-islamnya-kholid-bin-walid.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/812920034028837501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/812920034028837501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/kisah-masuk-islamnya-kholid-bin-walid.html' title='Kisah Masuk Islamnya Kholid bin Walid (Sang Panglima Perang yang Tangguh)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5873213719313412827</id><published>2009-07-22T00:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T00:14:13.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Salman Al-Farisi</title><content type='html'>Salman Al Farisi dikenal sebagai seorang seorang ulama yang berpengetahuan luas.  Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad saw, dan dikenal dengan nama Abu Abdullah di kalangan para sahabat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah anak kesayangan ayahnya, seorang bupati di daerah itu. Salman mulanya adalah penganut Majusi yang taat hingga ia diserahi tugas sebagai penjaga api. Ketika menganut agamanya itu, ia mengalami pergolakan batin untuk mencari agama yang dapat menetramkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ia melewati sebuah gereja nasrani. Di dalamnya orang-orang nasrani sedang beribadah.  Ia masuk ke dalam gereja itu dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan, Salman menjadi kagum. Ia pun bertanya tentang asal agama mereka yang ternyata berasal dari Syria. Salman menceritakan hal ini kepada ayahnya dan mengatakan bahwa upacara kaum nasrani sungguh mengagumkan, lebih baik dari agama Majusi yang mereka anut. Lalu terjadilah diskusi antara Salman dan bapaknya, yang berujung masuknya Salman ke agama nasrani walau ditentang ayahnya. Ia pergi ke Hijaz, namun di sana ia ditangkap dan dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang nasrani, Salman memberitahukan bahwa ia telah menganut agama mereka dan berpesan agar ia diberitahu jika ada rombongan dari Syiria yang datang. Setelah permintaannya dipenuhi ia pun meloloskan diri dari penjara dan bergabung dengan rombongan tersebut ke Syiria. Di Syiria ia tinggal sebagai pelayan bersama dengan seorang Uskup untuk belajar agama yang baru ia anut. Salman sangat mencintainya dan ketika menjelang wafat ia menanyakan kepada sang Uskup siapa yang harus ia hubungi sepeninggalnya. Lalu orang tersebut menceritakan tentang masa itu yang ternyata sudah dekat dengan kebangkitan seorang Nabi pengikut agama Ibrahim yang hanif, beserta tanda-tanda kenabian yang ada padanya termasuk tempat hijrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan dari jazirah Arab. Salman minta agar mereka mau memintanya membawa pergi ke negeri mereka dengan imbalan sapi-sapi dan kambing-kambing hasil jerih payahnya sebagai peternak. Permintaan tersebut dikabulkan. Namun ketika sampai di negeri yang bernama Wadil Qura, rombongan tersebut menganiaya Salman dan menjualnya kepada seorang Yahudi sebagai budak. Setelah beberapa lama, Salman dibeli oleh seorang Yahudi lain dari Bani Quraidhah dan dibawa ke Madinah. Sesampainya di Madinah Salman pun akhirnya yakin bahwa negeri ini adalah sebagaimana yang disebutkan kepadanya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar kedatangan Rasulullah saw yang hijrah ke Madinah, Salman pun datang menjumpai beliau beberapa kali, dan ia mendapatkan semua tanda-tanda kenabian yang pernah diceritakan kepadanya. Hal ini membuat Salman yakin akan kebenaran Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya. Namun statusnya sebagai budak telah menghalangi Salman untuk turut serta dalam perang Badar dan Uhud. Dengan bantuan finansial para sahabat, Salman pun akhirnya berhasil ditebus dan dimerdekakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi perang Khandaq, kaum Muslimin di Madinah diserang oleh kekuatan gabungan anti Islam dari luar dan dari dalam. Pasukan Quraisy dan Ghathfan menyerbu Madinah dari luar sedangkan Yahudi Bani Quraidhah menyerang dari dalam. Melihat kondisi ini Salman menyarankan strategi perang Persia yang asing bagi bangsa Arab, yakni penggalian parit sepanjang daerah terbuka mengelilingi kota. Melihat ini, pasukan kaum kafir yang hendak menyerbu Madinah merasa terpukul dan dipaksa berkemah di luar kota Madinah hingga pada suatu malam Allah mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman adalah seorang  yang taqwa, cerdas, dan bersahaja. Kendatipun dari golongan kelas atas dan seorang putera Persia, negeri yang terkenal dengan kemewahan, namun ia amat zuhud kepada dunia. Ketika menanti ajal, Sa'ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya dan ia dapati Salman menangis, teringat pesan Rasulullah saw: "Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara", sedangkan ia merasa hartanya masih banyak. Sa'ad mengatakan : "Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit kisah sang pencari kebenaran Salman Al Farisi ini mengandung banyak pelajaran. Kecintaan dari ayah, kedudukan terhormat sebagai anak pembesar dan penunggu api, serta kehidupan yang berkecukupan tidaklah menjadi tujuan tertinggi hidupnya. Kendatipun belum menjadi seorang muslim, Salman seakan memiliki pribadi yang hanif dengan fitrah yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencariannya itu, Salman mampu bersifat objektif dan mau mengakui kekurangan agama Majusi yang dianutnya dibandingkan agama nasrani  yang kemudian dipeluknya. Ia pun tak segan-segan masuk Islam ketika Rasul yang ditunggu-tunggunya tiba. Salman merasa sangat bahagia memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ia yakin bahwa kebenaran adalah dari Allah swt, dan ajaran Islam lah yang patut diikuti sekaligus mampu menentramkan hatinya. Wallahu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5873213719313412827?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5873213719313412827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/salman-al-farisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5873213719313412827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5873213719313412827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/salman-al-farisi.html' title='Salman Al-Farisi'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6591691971756668225</id><published>2009-07-22T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T00:12:03.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi Ibnu Hajar Al-Asqolani</title><content type='html'>Nashab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bernama Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah yang berasal dari Al-Asqalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lahir, besar dan meninggal di Mesir. Bermadzhab syafi’i. Beliau menjadi ketua para qadhi, seorang syaikhul islam, seorang hafizh secara mutlak, amirul mukminin dalam bidang hadist dan dijuluki syihabuddin dengan nama pangilan (kuniyahnya) adalah Abu Al-Fadhl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan tanggal 22 Sya’ban tahun 773 Hijriyah dipinggiran sungai Nil di Mesir. Tempat tersebut dekat dengan Dar An-Nuhas dekat masjid Al- Jadid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sifat beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu hajar adalah seorang yang mempunyai tinggi badan sedang berkulit putih, mukanya bercahaya, bentuk tubuhnya indah, berseri-seri mukanya, lebat jenggotnya, dan berwarna putih serta pendek kumisnya. Dia adalah seorang yang pendengaran dan penglihatan sehat, kuat dan utuh giginya, kecil mulutnya, kuat tubuhnya, bercita-cita tinggi,kurus badannya, fasih lisannya, lirih suaranya, sangat cerdas, pandai, pintar bersyair dan menjadi pemimpin dimasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertumbuhan dan belajarny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu hajar tumbuh dan besar sebagai anak yatim, ayah beliau meninggal ketika ia berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Ibnu hajar menjadi seorang yang sangat iffah (menjaga diri dari dosa), sangat berhati-hati dan mandiri dibawah asuhan Az-Zaki Al-Kharubi(kakak tertua ibnu hajar) sampai sang pengasuh meninggal. Namun hidup ibnu hajar sengsara dalam pengasuhannya dan kurang perhatian dalam mengurus pendidikannya. Ibnu hajar menyertai Az-Zaki ketika ia tinggal di mekkah hingga akhirnya ia memasukkan ibnu hajar ke Al- Maktab(sekolah untuk belajar dan menghafal al-Qur’an ) ketika dia berumur lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang gurunya disitu ialah Syamsuddin bin Al-Alaf yang saat itu menjadi gubernur Mesir dan juga Syamsuddin Al-Athrusy. Akan tetapi, ibnu hajar belum berhasil menghafal al-Qur’an sampai beliau diajar oleh seorang ahli fakih dan pengajar sejati yaitu Shadrudin Muhammad bin Muhammad bin Abdurrazaq As-Safthi Al Muqri’. Kepada beliau ini lah akhirnya ibnu hajar dapat mengkhatamkan hafalan Al-Qur’annya ketika berumur sembilan tahun. Ketika Ibnu Hajar berumur dua belas tahun ia ditunjuk sebagai imam shalat tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785H. Ketika sang pengasuh berhaji pada tahun 784H, Ibnu Hajar menyertainya sampai tahun 786H Ibnu Hajar menyertai Al-Kharubi sampai di Mesir. Di Mesir Ibnu Hajar benar-benar berusaha sungguh-sungguh. Dia menghafal beberapa kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ketidakpuasan dengan apa yang didapatkan akhirnya Ibnu Hajar bertemu dengan Al- Hafizh Al-Iraqi yaitu seorang syaikh besar yang terkenal sebagai ahli fikih, orang yang paling tahu tentang mahzab Syafi’i. Disamping itu ia seorang yang sempurna dalam penguasaan tafsir, hadist dan bahasa Arab. Ibnu Hajar menyertai san guru selama sepuluh tahun. Dan dalam sepuluh tahun ini Ibnu Hajar menyelinginya dengan perjalanan ke Syam dan yang lainnya. Ditangan syaikh inilah Ibnu Hajar berkembang menjadi seorang ulama sejati dan menjadi orang pertama yang diberi izin Al-Iraqi untuk mengajarkan hadits. Sang guru memberikan gelar Ibnu Hajar dengan Al- Hafizh dan sangat dimuliakannya. Adapun setelah sang guru meninggal dia belajar dengan guru kedua yaitu Nuruddin Al-Haitsami adapun guru lain yaitu Imam Muhibbuddin Muhammad bin Yahya bin Al- Wahdawaih melihat keseriusan Ibnu Hajar dalam mempelajari hadits, ia memberi saran untuk perlu juga mempelajari fikih karena orang akan membutuhkan ilmu itu dan menurut prediksi nya ulama didaerah tersebut akan habis sehingga Ibnu Hajar amat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar jatuh sakit dirumahnya setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai qadhi pada tanggal 25 Jamadal Akhir tahun 852 H. Dia adalah seorang yang selalu sibuk dengan mengarang dan mendatangi majelis-majelis taklim hingga pertama kali penyakit itu menjangkit yaitu pada bulan Dzulqa’dah tahun 852 H. Ketika ia sakit yang membawanya meninggal, ia berkata, “Ya Allah, bolehlah engkau tidak memberikanku kesehatan, tetapi janganlah engkau tidak memberikanku pengampunan.” Pada malam sabtu malam tanggal 28 Dzulhijjah berselang dua jam setelah shalat isya’, orang-orang dan para sahabatnya berkerumun didekatnya untuk membacakan surat Yasin. Ketika sampai ayat,(Yasin :58) Keluarlah ruhnya dari jasadnya. Hari itu adalah hari musibah yang sangat besar.Orang-orang menangisi kepergiannya sampai-sampai orang non muslim pun ikut meratapi kematian beliau. Pada hari itu pasar-pasar ditutup demi menyertai kepergiannya. Para pelayat yang datang pun sampai-sampai tidak dapat dihitung, semua para pembesar saat itu datang melayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sanjungan Para Ulama Terhadapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh As-Sakhawi berkata, “Adapun pujian para ulama terhadapnya, ketahuilah pujian mereka tidak dapat dihitung. Mereka memberikan pujian yang tak terkira jumlahnya, namun saya berusaha untuk menyebutkan sebagiannya sesuai dengan kemampuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Iraqi berkata “Ia adalah syaikh, yang alim, yang sempurna, yang mulia, yang seorang muhhadits (ahli hadist), yang banyak memberikan manfaat, yang agung, seorang Al-Hafizh, yang sangat bertakwa, yang dhabit (dapat dipercaya perkataannya), yang tsiqah, yang amanah, Syihabudin Ahmad Abdul Fadhl bin Asy-Syaikh, Al-Imam, Al-Alim, Al-Auhad, Al-Marhum Nurudin, yang kumpul kepadanya para perawi dan syaikh-syaikh, yang pandai dalam nasikh dan mansukh, yang menguasai Al-Muwafaqat dan Al-Abdal, yang dapat membedakan antara rawi-rawi yang tsiqah dan dhoif, yang banyak menemui para ahli hadits,dan yang banyak ilmunya dalam waktu yang relatif pendek. ” Dan masih banyak lagi Ulama yang memuji dia, dengan kepandaian Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Judul:60 Biografi Ulama Salaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya:Syaikh Ahmad Farid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit:Pustaka Al-Kautsar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6591691971756668225?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6591691971756668225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/biografi-ibnu-hajar-al-asqolani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6591691971756668225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6591691971756668225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/biografi-ibnu-hajar-al-asqolani.html' title='Biografi Ibnu Hajar Al-Asqolani'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2834611363031916491</id><published>2009-07-22T00:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T00:07:51.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Sholahuddin Al-Ayyubi</title><content type='html'>Salahuddin Al Ayyubi atau Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub adalah seorang jenderal dan pejuang Muslim Kurdi yang lahir pada tahun 532H/1137M dan berasal dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia adalah seorang ulama besar sekaligus pejuang yang memiliki kepemimpinan, kekuatan militer, sifat ksatria, serta pengampun saat berperang melawan tentara salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang menyangka bahwa sebelum ia menguasai Mesir dan menentang tentera Salib, suatu hari nanti ia akan merampas kembali Palestina dan menjadi pembela akidah Islamiah yang hebat. Salahuddin Al Ayyubi patut menjadi contoh pejuang mulia bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahuddin dibesarkan sama seperti anak-anak orang Kurdi. Ayahnya adalah seorang gubernur di kota Mosul, Irak. Pendidikannya juga seperti orang lain, belajar ilmu-ilmu sains di samping seni peperangan dan mempertahankan diri. Salahuddin  melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun. Dan pada tahun 1169, ia diangkat menjadi seorang wazir (konselor) di istana Nuruddin, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahuddin adalah seorang pejuang berani dalam perang salib, dengan semangat jihad yang membara serta kecintaannya pada Allah swt. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk satu tujuan yaitu untuk membina kekuasaan Islam yang cukup kuat untuk menghalau orang kafir dari tanah Islam. Ketika menguasai Mesir, Salahuddin pernah berkata, “Ketika Allah menganugerahkan aku bumi Mesir, aku yakin Dia juga bermaksud Palestina untukku.” Maka ia pun menyerahkan dirinya di jalan jihad dan selalu menang dalam memperjuangkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjabat sebagai panglima perang dan pejabat tinggi pada Dinasti Fathimiyah, Salahuddin  mereformasi ekonomi dan militer sehingga Dinasti Fathimiyyah menjadi makmur ekonominya dan kuat militernya. Salahudin berhasil mengusir Pasukan Salib dari Mesir, serta memperluas kekuasaannya di Syiria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan itu pula, Salahudin berhasil menyatukan kekhalifahan Islam, sehingga ia berpikir bahwa dengan kekuatan yang besar, ia akan mampu mengambil alih Yerusalem dari cengkeraman kaum salib. Namun, pada saat itu semangat juang kaum Muslim sangatlah lemah. Oleh karena itu Salahuddin ingin mengembalikan semangat juang kaumMuslim dengan menyegarkan kembali semangat juang dankepahlawanan Nabi Muhammad saw. Peristiwa inilah yang kemudian disebut sebagai Maulid Nabi Muhammad saw.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya gagasan Salahuddin tersebut ditentang oleh para ulama, sebab sejak zaman Nabi saw peringatan itutidak pernah ada. Dan hari raya resmi menurut ajaran Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual. Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An-Nashir di Bagdad, ternyata khalifah setuju. Maka pada ibadah haji bulan Zulhijjah 579 Hijriyah (1183 Masehi), Salahuddin Al Ayyubi sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menang di berbagai pertempuran dan memiliki keuasaan yang besar, Salahuddin tetap rendah hati dan sangat bijak. Penduduk negeri-negeri yang ditaklukan diperlakukan dengan baik, hartanya tidak di rampok. Salahuddin juga memperlakukan rakyatnya dengan sangat adil tanpa pandang bulu. Misalnya ketika ia menjadi penguasa Mesir beliau tidak hanya terkenal baik terhadap muslim namun juga terhadap penduduk kristen dan yahudi. Sebagai penguasa, Salahuddin memperhatikan pembangunan di segala bidang. Di Kairo misalnya, Salahuddin tidak hanya membangun masjid dan istana, tetapi juga universitas, rumah sakit, pasar, taman, pemukiman, tempat peristirahatan dan sebagainya. Banyak peninggalan Salahuddin sekarang masih bisa dilihat di Mesir dan Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahuddin wafat pada 3 Maret 1193 dikarenakan sakit yang dideritanya. Walau semasa hidupnya Salahuddin memiliki kekuasaan yang besar dan merupakan salah satu Khalifah Islam yang paling dermawan, namun ketika meninggal beliau tidak mempunyai harta apapun. Beliau sangat dikagumi tidak hanya oleh kaum Muslim tapi juga mendapatkan reputasi besar di kaum Kristen Eropa berkat kisah perang dan kepemimpinannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2834611363031916491?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2834611363031916491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/sholahuddin-al-ayyubi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2834611363031916491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2834611363031916491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/sholahuddin-al-ayyubi.html' title='Sholahuddin Al-Ayyubi'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3652414887401392141</id><published>2009-07-12T08:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:42:10.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Memperhitungkan Alloh</title><content type='html'>Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikuti zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: &lt;br /&gt;"Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?"&lt;br /&gt; "Belum," jawab orang itu.&lt;br /&gt; "Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ""Tuan ini Nabi Muhammad?" &lt;br /&gt;"Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu balasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang Arab itu pula berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Demi keagungan serta kemuliaan Alloh, jika Alloh akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" &lt;br /&gt; "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Alloh?" Rasulullah bertanya kepadanya.&lt;br /&gt; 'Jika Alloh akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la Ialu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3652414887401392141?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3652414887401392141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/memperhitungkan-alloh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3652414887401392141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3652414887401392141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/memperhitungkan-alloh.html' title='Memperhitungkan Alloh'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7700720275999843891</id><published>2009-07-12T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:41:13.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Yang Paling Menakjubkan Imannya</title><content type='html'>Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. "Apakah ada air untuk wudhu?" beliau bertanya kepada para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas'ud bahkan meminum air itu. Usai shalat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Para malaikat." "Bagaimana para malaikat tidak beriman," ucap Rasulullah, "Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah," berkata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami; para sahabatmu," kata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan," Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?" para sahabat bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa; sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni)." Para sahabat bertanya, "Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami,ya Rasulullah?" "Tidak," jawab Rasulullah, "Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7700720275999843891?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7700720275999843891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_5527.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7700720275999843891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7700720275999843891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_5527.html' title='Yang Paling Menakjubkan Imannya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8158161669721546351</id><published>2009-07-12T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:40:19.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Perjalanan Ikrimah dari Syirik menuju Tauhid</title><content type='html'>Hari ditaklukkannya kota Mekah atau “Fathul Makkah” merupakan hari penuh kegemilangan dalam sejarah Islam. Pada hari itu, Rasulullah saw dengan dua ribu umatnya menyerukan kalimat Labaik Allahumma labaik ketika memasuki kota Mekah. Kalimat ilahiah yang diserukan dengan penuh semangat keimanan itu sedemikian menyentuh qolbu sehingga seluruh rakyat Mekah terpukau olehnya.&lt;br /&gt;Pada hari tersebut, Bilal dengan perintah Rasulullah saw telah memanjat bagian atas Ka’bah dan dengan seluruh kekuatannya, ia menyerukan azan dengan suara yang lebih merdu dibandingkan hari-hari sebelumnya. Saat itu, kota Mekah tenggelam dalam kegemilangan dan detik-detik ini terasa sungguh indah bagi umat Islam.&lt;br /&gt;Rasulullah saw pada hari penaklukkan kota Mekah, mengeluarkan perintah pengampunan umum. Siapapun yang tidak melakukan perlawanan, akan diampuni. Namun demikian, Ikrimah putra Abu Jahal tetap merasa takut dan khawatir. Dia melarikan diri dari Mekah ke Yaman. Isteri Ikrimah yang bernama Ummu Hakim tetap tinggal di Mekah. Ia adalah seorang perempuan yang bijaksana dan cerdas. Sejak hari-hari pertama penaklukan Mekah, dia telah memeluk agama Islam. Namun, Ummu Hakim masih merasa khawatir atas nasib suaminya.&lt;br /&gt;Sejenak, Ummu Hakim merasa ragu-ragu, apakah baik baginya untuk menemui Rasulullah untuk membicarakan nasib suaminya itu. Dia ingin meminta Rasulullah untuk memberi ampunan kepada suaminya. Rasa sedih dan khawatir yang menderanya serta kesiapannya untuk melakukan pengorbanan bagi suaminya, membuatnya mengambil keputusan untuk bertemu Rasulullah. Wajah Rasulullah yang mulia dan penuh kebaikan, membuat hati Ummu Hakim dipenuhi dengan harapan dan dia berkata, “Wahai Rasulullah, suamiku Ikrimah telah melarikan diri ke Yaman karena takut. Aku meminta agar engkau mengampuninya, sehingga dia bisa pulang kembali ke Mekah dan menebus masa lampaunya.”&lt;br /&gt;Rasulullah saaw mengabulkan permintaan perempuan yang tidak punya tempat bernaung ini dan berkata, “Aku memberi perlindungan kepada Ikrimah. Siapapun yang melihatnya, janganlah mengganggunya.” Hati Ummu Hakim dipenuhi dengan rasa terharu. Dengan tidak sabar lagi dia melangkah keluar dari kota Mekah untuk mencari suaminya.&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan yang jauh, Ummu Hakim menemui suaminya di pantai laut Tahamah. Saat itu, suaminya tengah berusaha untuk melarikan diri lewat jalan laut. Ketika Ikrimah melihat kedatangan istrinya, dia berkata, “Ummu Hakim, apa yang engkau lakukan di sini?” Ummu Hakim menjawab, “Ikrimah, aku datang setelah menemui seseorang yang berperilaku paling baik di antara seluruh manusia. Engkau cepat sekali membuat keputusan. Muhammad adalah manusia yang paling mulia. Dia merupakan manusia yang terpercaya. Janganlah engkau merasa takut. Aku telah memintakan pelindungan buatmu dari Muhammad.”&lt;br /&gt;Ikrimah merasa tubuhnya menjadi lemah. Dengan perlahan-lahan dia duduk di atas tanah dan berkata, “Engkau telah memintakan perlindungan buatku?” Ummu Hakim berkata, “Muhammad merupakan Rasul Alloh. Dia telah memberikan hakku dan hakmu. Ikrimah, Muhammad tidak datang untuk berperang. Dia adalah pembawa berita damai dan persahabatan. Dia sedang berada di puncak kekuasaan, namun dia tetap memberikan ampunan kepada semua musuhnya dan menjamin keamanan mereka. Apakah engkau pernah menemui orang yang lebih besar dan lebih mulia darinya? Muhammad pembawa berita tauhid. Dia berkata, kita harus menyembah Alloh yang maha Esa. Jangan saling berkhianat. Manusia harus saling bersahabat. Perang dan permusuhan harus diketepikan dan amanah haruslah dipelihara. Tidakkah ucapan seperti ini menjamin kebaikan dan kebahagiaan?”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan istrinya, Ikrimah merasa tenang dan kemudian bersama isterinya, dia berjalan kembali ke kota Mekah. Sesampainya di Mekah, Ikrimah menemui Rasulullah saw dengan kepalanya tertunduk ke lantai karena merasa menyesal akan perbuatannya. Ketika Rasulullah saw melihat kedatangan Ikrimah, beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Ikrimah datang menemui kalian dalam keadaan mukmin dan muhajir. Janganlah kalian berkata sesuatu yang melukai perasaannya dan perasaan ayahnya. Janganlah kalian membuatnya sedih dan merasa terganggu.” &lt;br /&gt;Ikrimah lalu duduk di dekat Rasulullah. Wajah Rasul yang bercahaya menarik hati Ikrimah. Dia tidak pernah melihat seseorang yang berada di puncak kuasa sedemikian baik dan tawadunya. Dia berkata kepada Rasulullah saw, “Isteriku melaporkan bahwa engkau telah memberikan aku perlindungan.” Rasulullah saw berkata, “Dia berkata benar. Keamananmu terjamin.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Rasulullah ini, hati Ikrimah menjadi terbuka dan ia pun memeluk agama Islam. Ia mengucapkan kalimat syahadah, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw kemudian berdoa untuk Ikrimah. Lelaki muslim itu pun berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apa saja perintah yang akan engkau berikan kepadaku, akan aku laksanakan.” Rasulullah saw berkata, “Berjanjilah bahwa engkau akan berkhidmat di jalan Allah dan berjihadlah.”&lt;br /&gt;Ikrimah menjawab, “Wahai Rasulullah, aku akan menyerahkan sedekah di jalan Islam sebanyak dua kali lipat dari sedekah yang selama ini telah aku berikan ketika aku dalam keadaan syirik dan menyembah berhala.” &lt;br /&gt;Dengan demikian, Ikrimah kini telah berlindung di bawah naungan Islam dan menjadi mukmin yang berkhidmat di jalan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8158161669721546351?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8158161669721546351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/perjalanan-ikrimah-dari-syirik-menuju.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8158161669721546351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8158161669721546351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/perjalanan-ikrimah-dari-syirik-menuju.html' title='Perjalanan Ikrimah dari Syirik menuju Tauhid'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6950757334723555832</id><published>2009-07-12T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:39:24.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Si Pelayan Raja Koshrou</title><content type='html'>Pada zaman hidupnya Rasulullah, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Sahib. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya di Yaman dengan bahagia. Ayah Sahib adalah seorang pelayan raja Khosrou, seorang raja Iran di Yaman. Hingga suatu hari, tentara Romawi menyerang Yaman dan Sahib termasuk di antara tawanan Yaman yang dibawa ke kota Roma. Akhirnya, Sahib menjalani hidup sebagai seorang budak di Roma dan di sana ia berusaha untuk mengenali budaya dan ilmu orang-orang Romawi.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, datanglah seorang pedagang Arab ke Roma. Ketika ia melihat Sahib, dia langsung tertarik dan membeli pemuda tampan itu. Pedagang Arab yang bernama Abdullah ibni Jud’an itu merupakan salah satu hartawan Mekah dan Sahib pun dibawanya ke kota Mekah untuk dijadikan sebagai pelayan di rumahnya. Pada suatu hari, Sahib mendengar berita mengenai seruan Rasulullah kepada warga Mekah. Dia pun berusaha untuk mengenal agama baru ini dengan lebih mendalam. Sahib juga mendengarkan kata-kata dari pihak penentang Rasulullah dengan sikap objektif, namun dia mendapati bahwa pendapat mereka itu tak lebih dari kejahilan, fanatisme, dan kebencian terhadap Rasulullah. Akhirnya, pada satu hari tanpa sepengetahuan tuannya, Sahib pergi ke rumah Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Dengan penuh kehati-hatian karena khawatir terlihat oleh kaum musyrikin, Sahib melangkah menuju rumah Rasulullah. Menjelang sampai di sana, tampaklah olehnya Ammar bin Yasir, yang juga merupakan seorang budak. Ammar yang mengenali Sahib dan mengetahui keluasan pengetahuan budak itu, bertanya:&lt;br /&gt;(Ammar): Wahai temanku Sahib, kemanakah engkau akan pergi?&lt;br /&gt;(Sahib): Aku ingin ke rumah Muhammad. Aku ingin mengetahui lebih dalam tentang ajaran yang disampaikan olehnya.&lt;br /&gt;(Ammar): Sahib, aku telah mendengar ucapannya. Percayalah, ada kekuatan besar di dalam jiwa dan nurani Muhammad. Kekuatan ini sedemikian besarnya sehingga ia dapat menarik semua manusia ke arahnya, kecuali mereka yang tidur dalam kelalaian. &lt;br /&gt;(Narator): Ammar yang melihat betapa Sahib dengan penuh perhatian dan takjub menunggu kelanjutan kata-katanya, memegang tangan Sahib dan menatap mata temannya itu dalam-dalam.&lt;br /&gt;(Ammar): Sahib, Muhammad mengatakan bahwa Tuhan itu esa dan hanya Dia yang layak disembah. Berhala hanyalah batu dan kayu semata. Muhammad berkata mengenai kasih sayang, saling mencintai, persahabatan, serta kejujuran. Dia berkata kebaikan hanya dapat dihasilkan di bawah naungan ketaatan pada Tuhan yang Esa. Berlandaskan kepada ayat-ayat Ilahi yang diturunkan kepadanya, Muhammad memberi nasihat supaya kita melepaskan diri dari kezaliman, kebohongan, pengkhianatan, peperangan, dan permusuhan. Muhammad menyeru manusia agar berpegang teguh kepada ajaran Islam yang merupakan agama penyelamat. Muhammad saaw juga mengetahui hakikat sejarah zaman lampau, baik zaman Nabi Musa, Nabi Isa dan Maryam serta para nabi Ilahi lainnya. Marilah kita bersama-sama ke rumahnya dan aku akan membawamu kepadanya.&lt;br /&gt;(Narator): Ammar bin Yasir kemudian membawa Sahib menemui Rasulullah saw. Rasul menyambut kedatangan Sahib dengan penuh kehangatan dan keramahan. Wajah Rasulullah yang tenang dan menarik, kata-katanya yang memikat dan ayat-ayat wahyu yang indah, membuat jiwa dan nurani Sahib menjadi bergelora. Di saat matahari kian tenggelam, Sahib pun keluar dari rumah Rasulullah dengan wajah dan hati yang disinari cahaya keimanan. Sahib telah memeluk agama Islam. Tidak lama kemudian, Abdullah ibni Jud’an mengetahui bahwa budaknya telah masuk Islam. Ia menghampiri Sahib dengan kemarahan.&lt;br /&gt;(Ibni Jud’an): Wahai Sahib, bukankah engkau pernah melihat kaisar Roma dan melihat istana besar Raja Khosrou?! Mengapa kini engkau bisa terpengaruh oleh kata-kata Muhammad?&lt;br /&gt;(Narator): Sahib menjawab dengan suara yang penuh keyakinan dan keimanan: (Sahib): Kekuatan dan kekuasaan yang aku lihat dan aku dengar dari Muhammad tidak pernah kulihat di istana Kaisar Romawi maupun Raja Khosrou.&lt;br /&gt;(Narator): Sahib pun disiksa oleh tuannya, sebagaimana kaum muslimin Mekah lainnya saat itu juga diganggu dan disiksa oleh orang-orang musyrik. Kemudian, Sahib berhasil bebas dari tuannya dan diapun berprofesi sebagai pedagang. Dari hasil perdagangannya, dia berhasil mengumpulkan sedikit harta. Ia kemudian mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah seperti yang disarankan oleh Rasulullah saw. Dengan berbekal sedikit harta, Sahib lalu memulai perjalanannya ke Madinah. Di tengah perjalanan, ia dihadang beberapa orang musyrik yang menunggang kuda dan bersenjata. &lt;br /&gt;(Narator): Penunggang kuda itu berkata kepada Sahib dengan kasar:&lt;br /&gt;(Penunggang kuda): Wahai Sahib, Abu Sufyan memerintahkan supaya kami mengembalikan engkau ke Mekah.&lt;br /&gt;(Sahib): Katakan kepadanya bahwa aku tidak akan pulang. &lt;br /&gt;(Penunggang kuda): Jika demikian, kami akan mengambil hartamu dan membawanya ke Mekah. Ketika itu, engkau terpaksa mengikuti kami.”&lt;br /&gt;(Narator): Kemudian para penunggang kuda itu merebut tali unta dari tangan Sahib dan membawanya ke arah Mekah. Di punggung unta itu, terikat seluruh harta benda milik Sahib. Sahib berteriak-teriak melampiaskan kemarahannya. Namun akhirnya ia terduduk tak berdaya. Ia merasa amat bingung. Haruskah ia kembali ke Mekah agar dapat memiliki lagi semua harta bendanya itu ataukah ia memelihara imannya dan meneruskan hijrah ke Madinah dengan tangan kosong?&lt;br /&gt;Perlahan-lahan terdengar suara dari dalam hati Sahib yang menyadarkannya dari kegundahan. Sahib pun kembali teringat kepada suara Rasulullah yang dengan merdu menyampaikan ayat-ayat Ilahi. Ditatapnya dari kejauhan kaum musyrik penunggang kuda yang merebut untanya itu, yang semakin jauh melangkah ke arah Mekah. Namun Sahib telah menguatkan tekadnya. Ia mengambil keputusan untuk meneruskan langkah menuju Madinah dan berhijrah dengan penuh kepasrahan dan harapan atas rahmat Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6950757334723555832?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6950757334723555832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/si-pelayan-raja-koshrou.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6950757334723555832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6950757334723555832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/si-pelayan-raja-koshrou.html' title='Si Pelayan Raja Koshrou'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8244734638010619660</id><published>2009-07-12T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:38:04.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Yang Paling Menakjubkan Imannya</title><content type='html'>Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. "Apakah ada air untuk wudhu?" beliau bertanya kepada para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas'ud bahkan meminum air itu. Usai shalat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Para malaikat." "Bagaimana para malaikat tidak beriman," ucap Rasulullah, "Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah," berkata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami; para sahabatmu," kata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan," Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?" para sahabat bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa; sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni)." Para sahabat bertanya, "Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami,ya Rasulullah?" "Tidak," jawab Rasulullah, "Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8244734638010619660?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8244734638010619660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_1012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8244734638010619660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8244734638010619660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_1012.html' title='Yang Paling Menakjubkan Imannya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-9207320074055846481</id><published>2009-07-12T08:28:00.001-07:00</published><updated>2009-07-12T08:28:44.405-07:00</updated><title type='text'>Yang Paling Menakjubkan Imannya</title><content type='html'>Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. "Apakah ada air untuk wudhu?" beliau bertanya kepada para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas'ud bahkan meminum air itu. Usai shalat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Para malaikat." "Bagaimana para malaikat tidak beriman," ucap Rasulullah, "Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah," berkata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami; para sahabatmu," kata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan," Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?" para sahabat bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa; sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni)." Para sahabat bertanya, "Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami,ya Rasulullah?" "Tidak," jawab Rasulullah, "Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-9207320074055846481?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/9207320074055846481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/9207320074055846481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/9207320074055846481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya_12.html' title='Yang Paling Menakjubkan Imannya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-1741950262309350016</id><published>2009-07-12T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:28:09.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Yang Paling Menakjubkan Imannya</title><content type='html'>Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. "Apakah ada air untuk wudhu?" beliau bertanya kepada para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas'ud bahkan meminum air itu. Usai shalat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, "Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Para malaikat." "Bagaimana para malaikat tidak beriman," ucap Rasulullah, "Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah," berkata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah," jawab Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami; para sahabatmu," kata para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan," Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?" para sahabat bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa; sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni)." Para sahabat bertanya, "Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami,ya Rasulullah?" "Tidak," jawab Rasulullah, "Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-1741950262309350016?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/1741950262309350016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1741950262309350016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1741950262309350016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/07/yang-paling-menakjubkan-imannya.html' title='Yang Paling Menakjubkan Imannya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4813783364850106081</id><published>2009-06-08T17:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T17:09:28.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar dan Cacing</title><content type='html'>Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya" .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4813783364850106081?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4813783364850106081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/malaikat-jibril-kerbau-kelelawar-dan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4813783364850106081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4813783364850106081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/malaikat-jibril-kerbau-kelelawar-dan.html' title='Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar dan Cacing'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4382772724081633923</id><published>2009-06-08T17:07:00.002-07:00</published><updated>2009-06-08T17:08:39.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Rasulullah s.a.w. adalah Manusia</title><content type='html'>Kehidupan Rasulullah s.a.w. merupakan contoh yang baik bagi manusia. Dalam khulwatnya ia melakukan sembahyang dengan khusyu', menangis dan lama berdiri sehingga kedua kakinya bengkak. Dalam masalah kebenaran ia tidak mempedulikan seseorang, demi mencari keridhaan Allah. Tetapi dalam kehidupannya dan perhubungannya dengan orang lain, dia adalah manusia biasa yang sangat cinta kepada kebaikan, wajahnya berseri-seri dan tersenyum, bergembira dan bermain-main, dan tidak mau berkata kecuali yang hak.&lt;br /&gt;Ia sangat cinta kepada kegembiraan dan apa saja yang dapat membawa kepada kegembiraan itu. Ia tidak suka susah dan apa saja yang membawa kesusahan, seperti berhutang dan hal-hal yang menyebabkan orang bisa payah; dan selalu minta perlindungan kepada Allah dari perbuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;Dalam doanya itu ia mengatakan:&lt;br /&gt;"Ya Tuhanku! Sesungyuhnya aku minta perlindungan kepadaMu dari duka dan susah." (Riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;Dalam salah satu riwayat diceriterakan tentang berguraunya dengan seorang perempuan tua, yaitu: ada seorang tua masuk rumah Nabi minta agar Nabi mendoakannya supaya ia masuk sorga. Maka jawab Nabi: "Sorga tidak dapat menerima orang tua!!!"&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu si perempuan tua tersebut menangis tersedu-sedu karena beranggapan, bahwa ia tidak akan masuk sorga.&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah s.a.w. melihat keadaan si perempuan tersebut, kemudian ia menerangkan maksud dari omongannya itu, yaitu: "Bahwa seorang tua tidak akan masuk sorga dengan keadaan tua bangka, bahkan akan dirubah bentuknya oleh Allah dalam bentuk lain, sehingga dia akan masuk sorga dalam keadaan masih muda belia. Kemudian ia membacakan ayat:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami ciptakan mereka itu dalam ciptaan yang lain, maka kami jadikan mereka itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4382772724081633923?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4382772724081633923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/rasulullah-saw-adalah-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4382772724081633923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4382772724081633923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/rasulullah-saw-adalah-manusia.html' title='Rasulullah s.a.w. adalah Manusia'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3186407655696512997</id><published>2009-06-08T17:07:00.001-07:00</published><updated>2009-06-08T17:07:55.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Syah Waliullah</title><content type='html'>Dr. lqbal, penyair dari Timur, menggambarkan Kaisar Aurangzeb yang terkenal itu bagaikan anak panah terakhir dalam getaran kekuasaan Islam di India. Kekuatan-kekuatan anti-Islam yang menonjol selama pemerintahan Kaisar Akbar, Jahangir dan Dara Shikah, telah dihentikan oleh Au-rangzeb, seorang raja Muslim yang jujur, teliti, bicaranya hati-hati dan bijaksana. &lt;br /&gt;Dengan wafatnya Aurangzeb 1709 Masehi, timbul kekacauan politik yang kemudian memuncak dengan runtuhnya kekuasaan Muslim di Subkondnen itu. Keadaan politik yang berantakan itu adalah akibat kekacauan rohani masyarakatnya. Para pengganti Aurangzeb ternyata terlalu lemah dan tidak mampu menghadapi berbagai kekuatan yang memberontak. Dalam periode krisis sejarah Islam seperti itulah, lahir Shah Waliullah, seorang aili pikir terbesar yang dihasilkan India Islam, dan sangat besar pula jasanya. dalam penyatuan kembali susunan Islam.&lt;br /&gt;Shall Waliullah dilahirkan pada tahun 1703 Masehi, empat tahun sebelum kecnadan Aurangzeb. Kakeknya bernama Syeikh Wajihuddin, perwira tinggi dalam ketentaraan KaisarJahangir, dan pembantu Aurangzeb dalam perang perebutan takhta. Ayah Waliullah, Shah Abdur Rahim, sufi dan sarjana terkenal yang telah membantu menyusun Fatwa-i-Alamgiri, buku tebal mengenai Hukum Islam, la menolak undangan istana, dan tetap mengabdikan tenaganya untuk organisasi dan pengajaran pada "Madrasah Rahimia", sebuah sekolah teologi. Sekolah ini yang kemudian memainkan peranan penting dalam emansipasi agama Islam di India. Madrasah ini yang mcaijadi tempat pendidikan pembaharu dan "almujahid" seperti Shah Waliullah, Shah Abdul Aziz, Sayid Ahmad dari Bareli, Maulvi Abdul Haiy, dan Shah Ismail Syahid.&lt;br /&gt;Tentang ajaran Shah Abdul Rahim beserta kakaknya, Maulana Ubaidullah Sindhi menulis: "Inti ajaran kedua bersaudara itu ialah usaha untuk menemukan jalan bersama bagi para filsuf Muslim (para sufi dan para mutakallim) dan para fuqaha (ahli hukum Islam)."&lt;br /&gt;Shah Waliullah mendapatkan pendidikan yang pertama dari ayahnya, yang juga adalah gurunya dan pengarah perkembangan rohaninya yang menjadi dewasa sebelum waktunya. Daya ingatannya kuat, ia hafal Quran pada usia yang sangat muda, tujuh tahun. Selang beberapa waktu setelah ayahnya meninggal dunia, 1131 Hijrah, ketika itu usia Waliullah belum 17 tahun, tapi sudah mulai mengajar di Madrasah Rahmulya milik ayahnya, dan meneruskan tugas ini selama 12 tahun sampai saat kepergiannya ke Arabia untuk studi yang lebih tinggi. Selama berada di Mekkah dan Madinah — ernpat belas bulan — ia berhubungan dengan para guru terkenal di Hejaz. Guru kesayangannya ialah Syeikh Abu Tahir bin lbrahim dari Madinah, dan dari guru ini Shah Waliullah mendapatkan Sanad (titel kesarjanaan) dalam bidang Hadis. Gurunya itu berpengetahuan seperti ensikiopedi. Shah Waliullah banyak sekali menimba manfaat dari padanya, dan mengakui bahwa gurunya teramat saleh, berpandangan luas, dan bakat kesarjanaannya luar biasa.&lt;br /&gt;Sewaktu berada di Mekkah, Shah Waliullah bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang memerintahkan agar dirinya bekerja bagi organisasi pengembangan masyarakat Islam di India, la pun segera kembali ke Delhi pada 9 Juli, 1732, dan memulai tugasnya dengan sungguh-sungguh. la menghadapi tugas yang teramat berat pada masa di mana Muslimin India sedang dalam keadaan yang paling kritis dalam sejarahnya, begitu juga kondisi struktur sosial, politik, ekonomi, dan spiritual dalam keadaan yang terkoyak-koyak. la mulai mengajar pengetahuan agama dan mempercayakan kepada para muridnya untuk bekerja sebagai muallim yang memberikan penerangan kepada masyarakat tentang sifat Islam yang sesungguhnya. la menulis buku standar pelajaran agama Islam, dan sebelum meninggal dunia dalam tahun 1762, ia telah menyelesaikan sejumlah besar buku-buku yang menyangkut tentang Islam.&lt;br /&gt;Dedikasinya terhadap pekerjaannya demikian besarnya, sehingga menurut anak lelakinya, yang juga berbakat. Shah Abdul Aziz: "Beliau itu jarang sakit. Sekali beliau duduk untuk bekerja setelah dhuha (shalat setengah matahari terbit), beliau tidak bergeser dari tempatnya sampai tengah hari." la seorang genius, intelektual yang mengabdikan diri bagi tugas pendidikan umat yang terjerumus mendapatkan tuntunan agama Islam yang salah. Adalah tugasnya untuk menghidupkan kembali Islam di subkontinen itu, di mana keadaannya saat itu diliputi kabut filsafat dan tasawuf. la bertekad membawa Islam kepada ajarannya yang mumi.&lt;br /&gt;Kegiatannya tidak hanya terbatas pada bidang kerohanian dan intelektual saja. la hidup dalam zaman yang bergejolak, dan selama hidupnya ia menyaksikan beberapa penguasa yang menduduki singgasana Delhi. Diberkahi dengan pandangan politik yang tajam, ia melihat dengan kesedihan yang mendalam akan kehancuran Islam di subkontinen itu, sehingga ia menulis surat kepada para penguasa politik seperti Ahmad Shah Abdali, Nizam ul Mulk, dan Najibuddaula, agar mereka menghentikan pembusukan yang telah melekat pada kehidupan polidk orang-orang Islam di India.&lt;br /&gt;Berkat seruannya, Ahmad Shah Abdali muncul di medan pertempuran di Panipat, 1761, dan menghentikan impian Marhatta untuk menguasai benua kecil India.&lt;br /&gt;Shah Waliullah itu seorang penulis yang produktif. la menulis dalam dua bahasa, Arab dan Persia. Sampai saat ini, beberapa di antara buku-bukunya itu tersimpan di seluruh wilayah literatur Islam, dan belum terungguli oleh buku lain.&lt;br /&gt;Buku-bukunya dikiasifikasikan ke dalam enam kategori. Yang pertama, mengenai Quran, termasuk di dalamnya terjemahan Quran dalam bahasa Persia, bahasa sastra di Benua India pada waktu itu. Menurut Shah Waliullah, sasaran mempelajari Quran ialah, "Untak mengubah sifat manusia dan meluruskan kepercayaan yang salah, dan mencegah tindakan yang membuat orang teraniaya." Kategori yang kedua, mengenai Hadis. la mewariskan beberapa buku, termasuk tafsir Muwatta dalam bahasa Arab dan bahasa Rusia, kumpulan hadis Imam Malik. la menganggap penting Hadis Imam Malik ini melebihi Hadis Bukhari dan Muslim, la itu seorang Muhaddis (ahli hadis), dan semua muhaddis di anak benua ini dapat ditelusuri keturunannya sampai ke Imam Malik.&lt;br /&gt;Kategori yang ketiga mengenai Fiqh, termasuk Insaf-fi-bayan-isabab-al-ikhtilaf, yang meskipun pendek tetapi merupakan tulisan yang menarik dan informatif tentang riwayat hukum Islam selama kurun waktu lima abad terakhir.&lt;br /&gt;Kategori yang keempat, berkenaan dengan tasawuf. Yang kelima adalah buku-bukunya tentang filsafat Islam dan llm-al-Kalam.&lt;br /&gt;Kategori yang keenam, buku-bukunya tentang masalah Dhia-Sunni yang pada masa itu terasa agak tajam. Teori-teorinya tentang ilmu ekonomi dan sosialisme bersifat revolusioner, sehingga ia bisa dianggap sebagai pendahulu Karl Marks. Syeikh Muhammad lkram mengatakan: "Shah Waliullah menulis buku-buku bermutu tinggi tentang berbagai gerakan yang kukuh dan bermanfaat. Tetapi barangkali tidak kalah pentingnya adalah pandangannya dan cara pendekatannya yang tidak tampak, yang diwariskannya kepada para intelektual Islam di anak benua India - Pakistan itu. Buku-bukunya memiliki wawasan, sikap moderat dan toleransi, tetapi sifat yang mendapat tekanan paling dalam ialah adl dan adalat (keadilan, kewajaran, keseimbangan). Buku-bukunya tercatat sebagai saksi tentang bagaimana cara ia melihat prinsip-prinsip tersebut di dalam praktek. Selalu ia tekankan betapa pentingnya peranan prinsip itu dalam teorinya untuk memelihara struktur sosial."&lt;br /&gt;Shah Waliullah dilahirkan di lingkungan masyarakat Islam yang pada saat itu dikuasai oleh semangat tasawuf. Ayahnya sendiri seorang sufi terkenal. Tapi ketika ia berusia muda, ia terpengaruh oleh lbn Taimiyah, seorang pembaharu. Dan selama ia berada di Hejaz ia berhubungan dengan para guru yang dipengaruhi ajaran Wahabi. Hal-hal inilah yang menghentikan dia untuk terus mengikuti ajaran tasawuf secara buta. la menyadari betapa indahnya penyajian para sufi dalam syiar agania Islam di anak benua itu, dan ia juga tahu betapa perkembangan rohani Islam yang benar bisa dimulai dengan tasawuf. Tetapi toh ia harus kritis terhadap ajaran tasawuf yang berada di tebing ascetisme, dan oleh karena itu menyesatkan Islam yang benar. Dalam Wasiyat Nama (Kehendak) ia mengatakan, "Nasihat (wasiyat) selanjutnya ialah agar orang tidak mempercayakan urusannya kepada siapa pun dan tidak menjadi murid orang-orang suci zaman sekarang yang tidak beres."&lt;br /&gt;Dengan memberikan interpretasi Islam pada ajaran tasawuf. Shah Waliullah menghapus ketidakpedulian yang ditinggalkan para ulama kepada tasawuf dan sufinya. "Maka dengan demikian. Shah Waliullah tidak hanya menjembatani jurang pemisah antara para sufi dan ulama, tapi juga menciptakan suasana harmonis dengan menghapuskan berbagai perbedaan yang ada di antara aliran-aliran tasawuf.&lt;br /&gt;Shah Waliullah terpanggil hatinya untuk mengubah tatanan sosial dan polidk zaman itu. Sebagai seorang realistis, ia memberikan diagnose terhadap pelbagai penyakit yang merasuki politik masyarakat Islam, dan menganjurkan cara pengobatan untuk kesembuhannya. la mengkritik adat istiadat yang non-Islam yang telah merasuk ke dalam tubuh masyarakat Islam karena hubungannya dengan Hinduisme.&lt;br /&gt;Shah Waliullah berpendapat bahwa perubahan politik harus didahului dengan revolusi pemikiran. Tidak pemah terlintas dalam benaknya bahwa perubahan struktur politik atau struktur sosial harus melalui revolusi berdarah. la menghendaki perubahan sosial yang revolusioner melalui sarana damai. Dalam bukunya yang terkenal Izaalat-al-Khifa ia membahas idiologi revolusi politik yang ia bayangkan.&lt;br /&gt;la menganggap kesadaran diri sebagai syarat mutlak untuk "kesadaran politik". Dibahas juga secara terinci faktor-faktor yang membantu pertumbuhan keadaan masyarakat di dalam bukunya yang abadi Hujjat-Ul-lah-i-Baligah.&lt;br /&gt;Sekolah agamanya. Madrasah Rahimiya, menjadi pusat kebangkitan kembali Islam di anak benua itu. Siswa-siswa datang berkumpul dari segenap penjuru negara, mereka dididik menjadi pembawa obor gerakan kemerdekaan di anak benua itu. Sesungguhnya madrasah itulah yang menjadi inti gerakan revolusioner untuk rekonstruksi pemikiran-pemikiran di dalam agama Islam. Madrasah itu telah menghasilkan pekerja-pekerja ulet yang membawa misi dakwah dengan semangat muallim yang tinggi. Di antara mereka ada Maulana Muhammad Ashiq dari Phulat, Maulana Noorullah dari Budhana, Maulana Amin Kashmiri, Shah Abu Saud Radi Rai Bardi, dan anaknya sendiri. Shah Abdul Aziz, yang dibai'at dalam falsafah agama dan politik oleh ayahnya sendiri.&lt;br /&gt;Shah Waliullah memainkan peranan penting dalam politik pada masanya. Besar bantuannya dalam menempa garis depan persatuan Islam melawan kekuatan Marhatta yang menanjak serta mengancam sisa kekuatan Islam di India bagian Utara. Dialah yang menulis kepada Nijibdauli dan Nizam iil Mulk, yang akhirnya mengundang Ahmad Shah Abdali guna menghancurkan kaum Marhatta di dalam pertempuran Punipat yang ketiga di tahun 1761. Suratnya kepada Ahmad Shah Abdali yang meminta ia supaya mengangkat senjata melawan kekuatan Marhatta yang mengancam di India itu, merupakan dokumen paling penting di abad ke-18. Dokumen itu, secara teliti menganalisa situasi politik di anak benua itu, dan bahaya yang mengancam Islam di India dari segala perijuru. la memilih pemimpin-pemimpm Islam yang paling bersemangat, paling mampu, dan memiliki disiplin paling tinggi pada masa itu untuk melawan kaum Marhatta. Di antara para pemimpin itu adalah Najibuddaula, pemimpin kaum Rohila yang mengagurnkan dan Ahmad Shah Abdali pemimpin orang-orang Pathan yang berani. Usaha-usahanya merencanakan perang pertama melawan kaum Marhatta membawa sukses, dan kehancuran kaum Marhatta di dalam pertempuran Panipat yang ketiga di tahun 1761 menjadi titik balik dalam sejarah anak benua India itu.&lt;br /&gt;Shah Waliullah mendambakan negara ideal seperd zaman khalifah ar-Rasyidun. la selalu berusaha keras menehidupkan negara semacam itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3186407655696512997?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3186407655696512997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/syah-waliullah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3186407655696512997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3186407655696512997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/syah-waliullah.html' title='Syah Waliullah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7182369714736874896</id><published>2009-06-08T17:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T17:06:56.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>UMAR IBN AL-KHATTAB ± 586-644</title><content type='html'>Sebuah mesjid di Kairo diberi nama "Mesjid Umar ibn al-Khattab"&lt;br /&gt;Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman namun lebih berusia muda ketimbang Nabi Muhammad. Dan seperti juga Nabi Muhammad, dia kelahiran Mekkah. Tahun kelahirannya tidak diketahui, tetapi menurut taksiran tahun-586.&lt;br /&gt;Asal-muasalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Nabi Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi, mendadak dia memeluk Islam itu dan berbalik menjadi pendukung gigih. (Ini ada persamaannya yang menarik dengan ihwal St. Paul terhadap Kristen). `Umar Ibn al-Khattab selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;Tahun 632 Nabi Muhammad SAW wafat, tanpa menunjuk penggantinya. Umar dengan cepat mendukung Abu Bakr sebagai pengganti, seorang sahabat dekat Nabi dan juga mertua beliau. Langkah ini mencegah ada kekuatan dan memungkinkan Abu Bakr secara umum diakui sebagai khalifah pertama, seperti  "pengganti" Nabi Muhammad. Abu Bakar merupakan pemimpin yang berhasil tetapi beliau wafat sesudah jadi khalifah hanya selama dua tahun. Tetapi, Abu Bakr menunjuk `Umar jadi khalifah tahun 634 dan memegang kekuasaan hingga tahun 644 tatkala dia terbunuh di Madinah oleh perbuatan seorang budak Persia. Di atas tempat tidur menjelang wafatnya, `Umar menunjuk sebuah panita terdiri dari enam orang untuk memilih penggantinya. Dengan demikian lagi-lagi kesempatan adu kekuatan untuk kekuasaan terjauh. Panitia enam orang itu menunjuk `Usman selaku khalifah ke-3 yang memerintah tahun 644-656.&lt;br /&gt;Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah `Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Syiria dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Syiria, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.&lt;br /&gt;Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala `Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.&lt;br /&gt;Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan `Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.&lt;br /&gt;`Umar sudah barang tentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.&lt;br /&gt;Keberhasilan `Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja,Nabi Muhammad lah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan `Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Nabi Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan `Umar yang brilian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7182369714736874896?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7182369714736874896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/umar-ibn-al-khattab-586-644.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7182369714736874896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7182369714736874896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/06/umar-ibn-al-khattab-586-644.html' title='UMAR IBN AL-KHATTAB ± 586-644'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2462467857990071096</id><published>2009-04-03T12:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:58:24.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muamalah'/><title type='text'>Orang Islam Minta Batuan Kepada Ghairul Islam</title><content type='html'>Tidak ada salahnya kaum muslimin baik sebagai pemerintah maupun sebagai rakyat biasa minta bantuan kepada golongan ghairul Islam dalam bidang pengetahuan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan persoalan agama (tidak merugikan agama), misalnya ilmu kedokteran, perindustrian, pertanian dan lain-lain. Sekalipun sebaiknya ummat Islam dapat berdiri sendiri dalam hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;Dalam sirah nabawiyah (sejarah perjalanan nabi), bagaimana beliau bisa menggaji Abdullah bin Uraiqith padahal dia seorang musyrik untuk menjadi pemandu dalam hijrahnya.&lt;br /&gt;Justru itu para ulama berpendapat: karena kufurnya seseorang tidak berarti samasekali tidak boleh dipercaya dalam setiap hal. Sebab sedikitpun tidak ada bahayanya orang kafir menunjukkan jalan. Apalagi seperti jalan hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;Kebanyakan para ulama membenarkan kepala negara Islam minta bantuan kepada ghairul muslimin khususnya ahli kitab dalam bidang kemiliteran, dan mereka pun harus diberi ghanimah (harta rampasan perang) seperti tentera Islam juga.&lt;br /&gt;Az-Zuhri meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah minta bantuan kepada orang-orang Yahudi dalam bidang militer dan memberinya ghanimah. Dan Shafwan bin Umaiyah pernah berperang bersama Nabi dalam peperangan Hunain, dan tetapi ia menjadi tentara sekutu Nabi. (Riwayat Said dalam sunannya). &lt;br /&gt;Namun disyaratkan, orang yang diminta bantuan itu haruslah orang yang beri'tikad baik terhadap kaum muslimin. Kalau tidak, sudah barang tentu tidak boleh minta bantuannya. Sebab kalau kita sudah tidak boleh minta bantuan kepada orang Islam yang tidak dapat dipercaya, misalnya orang yang meninggalkan perang dan suka menyiarkan berita-berita bohong, apalagi minta bantuan kepada orang kafir yang bersifat demikian?! (al-Mughni 8:41).&lt;br /&gt;Orang Islam dibenarkan juga memberi hadiah kepada ghairul Islam dan begitu juga menerima hadiah dari mereka. Sebab Rasulullah s.a.w. sendiri pernah menerima hadiah dari raja kafir. Bahkan ahli-ahli hadis mengatakan: hadis-hadis yang menerangkan Nabi pernah menerima hadiah dari orang kafir itu sangat banyak. Di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepadanya:&lt;br /&gt;"Sungguh saya pernah memberi hadiah kepada raja Najasyi sebuah baju dan beberapa uqiyah dari sutera ..." (Riwayat Ahmad dan Thabarani)&lt;br /&gt;Islam selalu menghargai manusia dari segi kemanusiaannya, bagaimana pula kalau dia itu ahli kitab atau kafir dzimmi?&lt;br /&gt;Pernah ada suatu jenazah diusung di hadapan Nabi, kemudian Nabi berdiri. Salah seorang sahabat ada yang bertanya: Ya Rasulullah! Itu adalah jenazah Yahudi! Jawab Nabi: Bukankah dia manusia juga?! Benar! Karena setiap manusia dalam Islam mendapat tempat dan penghormatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2462467857990071096?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2462467857990071096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/orang-islam-minta-batuan-kepada-ghairul.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2462467857990071096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2462467857990071096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/orang-islam-minta-batuan-kepada-ghairul.html' title='Orang Islam Minta Batuan Kepada Ghairul Islam'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4294816485637245824</id><published>2009-04-03T12:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:56:34.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Syah Waliullah</title><content type='html'>Dr. lqbal, penyair dari Timur, menggambarkan Kaisar Aurangzeb yang terkenal itu bagaikan anak panah terakhir dalam getaran kekuasaan Islam di India. Kekuatan-kekuatan anti-Islam yang menonjol selama pemerintahan Kaisar Akbar, Jahangir dan Dara Shikah, telah dihentikan oleh Au-rangzeb, seorang raja Muslim yang jujur, teliti, bicaranya hati-hati dan bijaksana. &lt;br /&gt;Dengan wafatnya Aurangzeb 1709 Masehi, timbul kekacauan politik yang kemudian memuncak dengan runtuhnya kekuasaan Muslim di Subkondnen itu. Keadaan politik yang berantakan itu adalah akibat kekacauan rohani masyarakatnya. Para pengganti Aurangzeb ternyata terlalu lemah dan tidak mampu menghadapi berbagai kekuatan yang memberontak. Dalam periode krisis sejarah Islam seperti itulah, lahir Shah Waliullah, seorang aili pikir terbesar yang dihasilkan India Islam, dan sangat besar pula jasanya. dalam penyatuan kembali susunan Islam.&lt;br /&gt;Shall Waliullah dilahirkan pada tahun 1703 Masehi, empat tahun sebelum kecnadan Aurangzeb. Kakeknya bernama Syeikh Wajihuddin, perwira tinggi dalam ketentaraan KaisarJahangir, dan pembantu Aurangzeb dalam perang perebutan takhta. Ayah Waliullah, Shah Abdur Rahim, sufi dan sarjana terkenal yang telah membantu menyusun Fatwa-i-Alamgiri, buku tebal mengenai Hukum Islam, la menolak undangan istana, dan tetap mengabdikan tenaganya untuk organisasi dan pengajaran pada "Madrasah Rahimia", sebuah sekolah teologi. Sekolah ini yang kemudian memainkan peranan penting dalam emansipasi agama Islam di India. Madrasah ini yang mcaijadi tempat pendidikan pembaharu dan "almujahid" seperti Shah Waliullah, Shah Abdul Aziz, Sayid Ahmad dari Bareli, Maulvi Abdul Haiy, dan Shah Ismail Syahid.&lt;br /&gt;Tentang ajaran Shah Abdul Rahim beserta kakaknya, Maulana Ubaidullah Sindhi menulis: "Inti ajaran kedua bersaudara itu ialah usaha untuk menemukan jalan bersama bagi para filsuf Muslim (para sufi dan para mutakallim) dan para fuqaha (ahli hukum Islam)."&lt;br /&gt;Shah Waliullah mendapatkan pendidikan yang pertama dari ayahnya, yang juga adalah gurunya dan pengarah perkembangan rohaninya yang menjadi dewasa sebelum waktunya. Daya ingatannya kuat, ia hafal Quran pada usia yang sangat muda, tujuh tahun. Selang beberapa waktu setelah ayahnya meninggal dunia, 1131 Hijrah, ketika itu usia Waliullah belum 17 tahun, tapi sudah mulai mengajar di Madrasah Rahmulya milik ayahnya, dan meneruskan tugas ini selama 12 tahun sampai saat kepergiannya ke Arabia untuk studi yang lebih tinggi. Selama berada di Mekkah dan Madinah — ernpat belas bulan — ia berhubungan dengan para guru terkenal di Hejaz. Guru kesayangannya ialah Syeikh Abu Tahir bin lbrahim dari Madinah, dan dari guru ini Shah Waliullah mendapatkan Sanad (titel kesarjanaan) dalam bidang Hadis. Gurunya itu berpengetahuan seperti ensikiopedi. Shah Waliullah banyak sekali menimba manfaat dari padanya, dan mengakui bahwa gurunya teramat saleh, berpandangan luas, dan bakat kesarjanaannya luar biasa.&lt;br /&gt;Sewaktu berada di Mekkah, Shah Waliullah bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang memerintahkan agar dirinya bekerja bagi organisasi pengembangan masyarakat Islam di India, la pun segera kembali ke Delhi pada 9 Juli, 1732, dan memulai tugasnya dengan sungguh-sungguh. la menghadapi tugas yang teramat berat pada masa di mana Muslimin India sedang dalam keadaan yang paling kritis dalam sejarahnya, begitu juga kondisi struktur sosial, politik, ekonomi, dan spiritual dalam keadaan yang terkoyak-koyak. la mulai mengajar pengetahuan agama dan mempercayakan kepada para muridnya untuk bekerja sebagai muallim yang memberikan penerangan kepada masyarakat tentang sifat Islam yang sesungguhnya. la menulis buku standar pelajaran agama Islam, dan sebelum meninggal dunia dalam tahun 1762, ia telah menyelesaikan sejumlah besar buku-buku yang menyangkut tentang Islam.&lt;br /&gt;Dedikasinya terhadap pekerjaannya demikian besarnya, sehingga menurut anak lelakinya, yang juga berbakat. Shah Abdul Aziz: "Beliau itu jarang sakit. Sekali beliau duduk untuk bekerja setelah dhuha (shalat setengah matahari terbit), beliau tidak bergeser dari tempatnya sampai tengah hari." la seorang genius, intelektual yang mengabdikan diri bagi tugas pendidikan umat yang terjerumus mendapatkan tuntunan agama Islam yang salah. Adalah tugasnya untuk menghidupkan kembali Islam di subkontinen itu, di mana keadaannya saat itu diliputi kabut filsafat dan tasawuf. la bertekad membawa Islam kepada ajarannya yang mumi.&lt;br /&gt;Kegiatannya tidak hanya terbatas pada bidang kerohanian dan intelektual saja. la hidup dalam zaman yang bergejolak, dan selama hidupnya ia menyaksikan beberapa penguasa yang menduduki singgasana Delhi. Diberkahi dengan pandangan politik yang tajam, ia melihat dengan kesedihan yang mendalam akan kehancuran Islam di subkontinen itu, sehingga ia menulis surat kepada para penguasa politik seperti Ahmad Shah Abdali, Nizam ul Mulk, dan Najibuddaula, agar mereka menghentikan pembusukan yang telah melekat pada kehidupan polidk orang-orang Islam di India.&lt;br /&gt;Berkat seruannya, Ahmad Shah Abdali muncul di medan pertempuran di Panipat, 1761, dan menghentikan impian Marhatta untuk menguasai benua kecil India.&lt;br /&gt;Shah Waliullah itu seorang penulis yang produktif. la menulis dalam dua bahasa, Arab dan Persia. Sampai saat ini, beberapa di antara buku-bukunya itu tersimpan di seluruh wilayah literatur Islam, dan belum terungguli oleh buku lain.&lt;br /&gt;Buku-bukunya dikiasifikasikan ke dalam enam kategori. Yang pertama, mengenai Quran, termasuk di dalamnya terjemahan Quran dalam bahasa Persia, bahasa sastra di Benua India pada waktu itu. Menurut Shah Waliullah, sasaran mempelajari Quran ialah, "Untak mengubah sifat manusia dan meluruskan kepercayaan yang salah, dan mencegah tindakan yang membuat orang teraniaya." Kategori yang kedua, mengenai Hadis. la mewariskan beberapa buku, termasuk tafsir Muwatta dalam bahasa Arab dan bahasa Rusia, kumpulan hadis Imam Malik. la menganggap penting Hadis Imam Malik ini melebihi Hadis Bukhari dan Muslim, la itu seorang Muhaddis (ahli hadis), dan semua muhaddis di anak benua ini dapat ditelusuri keturunannya sampai ke Imam Malik.&lt;br /&gt;Kategori yang ketiga mengenai Fiqh, termasuk Insaf-fi-bayan-isabab-al-ikhtilaf, yang meskipun pendek tetapi merupakan tulisan yang menarik dan informatif tentang riwayat hukum Islam selama kurun waktu lima abad terakhir.&lt;br /&gt;Kategori yang keempat, berkenaan dengan tasawuf. Yang kelima adalah buku-bukunya tentang filsafat Islam dan llm-al-Kalam.&lt;br /&gt;Kategori yang keenam, buku-bukunya tentang masalah Dhia-Sunni yang pada masa itu terasa agak tajam. Teori-teorinya tentang ilmu ekonomi dan sosialisme bersifat revolusioner, sehingga ia bisa dianggap sebagai pendahulu Karl Marks. Syeikh Muhammad lkram mengatakan: "Shah Waliullah menulis buku-buku bermutu tinggi tentang berbagai gerakan yang kukuh dan bermanfaat. Tetapi barangkali tidak kalah pentingnya adalah pandangannya dan cara pendekatannya yang tidak tampak, yang diwariskannya kepada para intelektual Islam di anak benua India - Pakistan itu. Buku-bukunya memiliki wawasan, sikap moderat dan toleransi, tetapi sifat yang mendapat tekanan paling dalam ialah adl dan adalat (keadilan, kewajaran, keseimbangan). Buku-bukunya tercatat sebagai saksi tentang bagaimana cara ia melihat prinsip-prinsip tersebut di dalam praktek. Selalu ia tekankan betapa pentingnya peranan prinsip itu dalam teorinya untuk memelihara struktur sosial."&lt;br /&gt;Shah Waliullah dilahirkan di lingkungan masyarakat Islam yang pada saat itu dikuasai oleh semangat tasawuf. Ayahnya sendiri seorang sufi terkenal. Tapi ketika ia berusia muda, ia terpengaruh oleh lbn Taimiyah, seorang pembaharu. Dan selama ia berada di Hejaz ia berhubungan dengan para guru yang dipengaruhi ajaran Wahabi. Hal-hal inilah yang menghentikan dia untuk terus mengikuti ajaran tasawuf secara buta. la menyadari betapa indahnya penyajian para sufi dalam syiar agania Islam di anak benua itu, dan ia juga tahu betapa perkembangan rohani Islam yang benar bisa dimulai dengan tasawuf. Tetapi toh ia harus kritis terhadap ajaran tasawuf yang berada di tebing ascetisme, dan oleh karena itu menyesatkan Islam yang benar. Dalam Wasiyat Nama (Kehendak) ia mengatakan, "Nasihat (wasiyat) selanjutnya ialah agar orang tidak mempercayakan urusannya kepada siapa pun dan tidak menjadi murid orang-orang suci zaman sekarang yang tidak beres."&lt;br /&gt;Dengan memberikan interpretasi Islam pada ajaran tasawuf. Shah Waliullah menghapus ketidakpedulian yang ditinggalkan para ulama kepada tasawuf dan sufinya. "Maka dengan demikian. Shah Waliullah tidak hanya menjembatani jurang pemisah antara para sufi dan ulama, tapi juga menciptakan suasana harmonis dengan menghapuskan berbagai perbedaan yang ada di antara aliran-aliran tasawuf.&lt;br /&gt;Shah Waliullah terpanggil hatinya untuk mengubah tatanan sosial dan polidk zaman itu. Sebagai seorang realistis, ia memberikan diagnose terhadap pelbagai penyakit yang merasuki politik masyarakat Islam, dan menganjurkan cara pengobatan untuk kesembuhannya. la mengkritik adat istiadat yang non-Islam yang telah merasuk ke dalam tubuh masyarakat Islam karena hubungannya dengan Hinduisme.&lt;br /&gt;Shah Waliullah berpendapat bahwa perubahan politik harus didahului dengan revolusi pemikiran. Tidak pemah terlintas dalam benaknya bahwa perubahan struktur politik atau struktur sosial harus melalui revolusi berdarah. la menghendaki perubahan sosial yang revolusioner melalui sarana damai. Dalam bukunya yang terkenal Izaalat-al-Khifa ia membahas idiologi revolusi politik yang ia bayangkan.&lt;br /&gt;la menganggap kesadaran diri sebagai syarat mutlak untuk "kesadaran politik". Dibahas juga secara terinci faktor-faktor yang membantu pertumbuhan keadaan masyarakat di dalam bukunya yang abadi Hujjat-Ul-lah-i-Baligah.&lt;br /&gt;Sekolah agamanya. Madrasah Rahimiya, menjadi pusat kebangkitan kembali Islam di anak benua itu. Siswa-siswa datang berkumpul dari segenap penjuru negara, mereka dididik menjadi pembawa obor gerakan kemerdekaan di anak benua itu. Sesungguhnya madrasah itulah yang menjadi inti gerakan revolusioner untuk rekonstruksi pemikiran-pemikiran di dalam agama Islam. Madrasah itu telah menghasilkan pekerja-pekerja ulet yang membawa misi dakwah dengan semangat muallim yang tinggi. Di antara mereka ada Maulana Muhammad Ashiq dari Phulat, Maulana Noorullah dari Budhana, Maulana Amin Kashmiri, Shah Abu Saud Radi Rai Bardi, dan anaknya sendiri. Shah Abdul Aziz, yang dibai'at dalam falsafah agama dan politik oleh ayahnya sendiri.&lt;br /&gt;Shah Waliullah memainkan peranan penting dalam politik pada masanya. Besar bantuannya dalam menempa garis depan persatuan Islam melawan kekuatan Marhatta yang menanjak serta mengancam sisa kekuatan Islam di India bagian Utara. Dialah yang menulis kepada Nijibdauli dan Nizam iil Mulk, yang akhirnya mengundang Ahmad Shah Abdali guna menghancurkan kaum Marhatta di dalam pertempuran Punipat yang ketiga di tahun 1761. Suratnya kepada Ahmad Shah Abdali yang meminta ia supaya mengangkat senjata melawan kekuatan Marhatta yang mengancam di India itu, merupakan dokumen paling penting di abad ke-18. Dokumen itu, secara teliti menganalisa situasi politik di anak benua itu, dan bahaya yang mengancam Islam di India dari segala perijuru. la memilih pemimpin-pemimpm Islam yang paling bersemangat, paling mampu, dan memiliki disiplin paling tinggi pada masa itu untuk melawan kaum Marhatta. Di antara para pemimpin itu adalah Najibuddaula, pemimpin kaum Rohila yang mengagurnkan dan Ahmad Shah Abdali pemimpin orang-orang Pathan yang berani. Usaha-usahanya merencanakan perang pertama melawan kaum Marhatta membawa sukses, dan kehancuran kaum Marhatta di dalam pertempuran Panipat yang ketiga di tahun 1761 menjadi titik balik dalam sejarah anak benua India itu.&lt;br /&gt;Shah Waliullah mendambakan negara ideal seperd zaman khalifah ar-Rasyidun. la selalu berusaha keras menehidupkan negara semacam itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4294816485637245824?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4294816485637245824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/syah-waliullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4294816485637245824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4294816485637245824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/syah-waliullah.html' title='Syah Waliullah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2066384344977035094</id><published>2009-04-03T12:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:53:08.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatwa'/><title type='text'>Fatwa Imam Al-Ghazali</title><content type='html'>Suatu hari, Imam Ghazali bertanya, pertama. "Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, dan kerabatnya. Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar.Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.(Al-Imran:185). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak mampu kembali ke masa lalu.Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga."Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung,bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu".(Al-A'raf :179).Maka kita harus menjaga hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan keempat adalah,"Apakah yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawapan tersebut hampir benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH"(Al-Ahzab). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu memikul tanggungjawab setelah Allah meminta mereka untuk menjadi khalifah di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka kerana ia tidak mampu memegang amanahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kelima ditanya oleh Imam Al-Ghazali adalah,"Apa yang paling ringan di dunia ini?". Ada yang menjawab Kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali,tetapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan Solat". Disebabkan pekerjaan kita tinggalkan solat, meeting dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pertanyaan yang keenam dan terakhir ditanya oleh Al- Ghazali adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini? Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang...Benar kata Imam Al-Ghazali, tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Kerana melalui lidah manusia ia bisa menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2066384344977035094?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2066384344977035094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/fatwa-imam-al-ghazali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2066384344977035094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2066384344977035094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/fatwa-imam-al-ghazali.html' title='Fatwa Imam Al-Ghazali'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4477026378737125170</id><published>2009-04-03T12:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:51:34.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Ibnu Taimiyah</title><content type='html'>Abad ke-13 M merupakan periode malapetaka besar bagi sejarah Islam. Dunia Muslim belum lagi pulih dari porak-poranda Perang Salib yang panjang itu, bencana yang lebih buruk datang pula melanda. &lt;br /&gt;Suku Mongol menyerbu negara Muslim, memusnahkan kekayaan intelektual dan cultural yang menumpuk selama berabad-abad pemerintahan Muslim, dan membunuh jutaan kaum Muslimin. Baghdad, kota Seribu Satu Malam yang tersohor itu, kota intelektual dan cultural Metropolitan Islam, tanpa memperhatikan keberatan dunia dirampok oleh Hulaku Khan, sang Mongol, pada 1258 M. Seluruh warisan cultural dan intelektual kota itu dibakar menjadi abu, atau dicampakan ke Sungai Tigris.&lt;br /&gt;Pada kurun waktu dan huru-hara dan bencana sepeti itulah lahir Ibn Taimiyah, seorang pemikir agama yang berpengaruh besar terhadap dunia pemikiran Islam. Pemikir bebas dan penganut kemerdekaan hati nurani. Ia merupakan seorang yang dipertanyakan oleh sebagian ummat, tetapi dimuliakan oleh semuanya, karya serta teladan hidupnya menjadi sumber ilham bagi setiap orang. Dia adalah kepahlawanan yang hidup, yang diuji dalam kesengsaraan dan godaan, dukacita dan penderitaan, yang dipersembahkannya untuk kebaikan agama, kebenaran, dan keutamaan hati nurani manusia.&lt;br /&gt;Ibn Taimiyah lahir di Harra, pada masa mudanya mengungsi karena takut pada suku Mongol, dan tiba bersama orang tuanya di Damaskus pada 1268 M. Ketika itu ia hampir berusia enam tahun. Ia cedas luar biasa, otaknya tajam, dan ingatannya kuat. Pada usia muda Ibn Taimiyah telah menguasai semua ilmu yang ada, agama dan fiqh rasional, teologi, logika, dan filosofi. Karena itu ia berperan penting di antara teman sebayanya. Dalam hal ini ia dibantu oleh ayahnya, ilmuwan utama fiqh Hanbali, disamping memetik manfaat dai ajaran Zain al Din Ahmad, al-Muqaddasi.&lt;br /&gt;Pada 1282 M, ketika ayahnya meninggal, Ibn Taimiyah menggantikan kedudukann sang ayah sebagai guru besar hukum Hanbali dan memangku jabatan ini dalam derajat kemuliaan selama 17 tahun. Tetapi, cara berpikirannya yang bebas, menimbulkan permusuhan dengan penganut Syafi'i, sehingga jabatan itu lepas dari tangannya. Namun waktu itu ia telah terkenal di dunia Islam dan ditugaskan berkotbah jihad melawan suku Mongol yang menyerbu Suriah dan menaklukan Damaskus. Khotbahnya menggembleng rakyat dan menggugah sultan Mesir, Sultan al-Nasir, untuk mengangkat senjata melawan orang-orang Mongol. Pada perang dahsyat di Marj as-Safa, pada 1302 M, Ibn Taimiyah berjuang gagah berani, sehingga pasukan Mongol terusir dan menderita kerugian besar.&lt;br /&gt;Sejak itu hingga akhir hayatnya, mulailah baginya masa "pengadilan" yang keras dan sengsara. Pandangan bebasnya itu seolah-olah menjadi kutukan hidupnya. Ia menyarankan oposisi di berbagai daerah, dan menimbulkan kemarahan para pemuka. Pada 1307 M ia bersama dua saudaranya dipenjarakan selama empat tahun, karena dituduh mempetlikan sifat manusia dengan sifat Tuhan. Setelah bebas ia diangkat menjadi guru besar di sekolah yang didirikan oleh Sultan Mesir.&lt;br /&gt;Setelah tujuh tahun ia diijinkan balik ke Damaskus, bahkan diangkat kembali sebagai guru besar, jabatannya yang dulu. Tetapi se-era pula sengketa besar dengan Sultan membawa dia kembali ke penjara selama beberapa bulan, pada 1320 M.&lt;br /&gt;Sebagai penganut keunggulan hati nurani individual, cara berpikirnya yang bebas itu tidak cocok dengan Muslim ortodoks dan konvensional. Kutukannya yang mematikan terhadap praktek-praktek pemujaan orang suci dan para penganutnya menimbulkan dendam di hati Sultan, yang mengurung dia di benteng Damaskus pada 1326 M. di tempat itulah ia tekun menulis tafsir Qur'an dan surat selebaran lainnya tentang sejumlah pokok pesoalan yang kontroversial. Ia wafat di penjara pada 1327 M. Kabar kematiannya menyuramkan Damaskus, dan sekitar 200.000 orang, mengikuti pemakamannya. Do'a pemakaman dipimpin oleh Ibn al-Wardi.&lt;br /&gt;Kebesaran Ibn Taimiyah terletak pada kemandiriannya dan kebebasan berpikinya. Ia adalah di antara orang-orang mujtahid besar yang pernah dilahirkan Islam, seorang yang menolak taqlid buta. Sebagai seorang penganut madzab Hanbali, ia setia mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah, tak suka berkompromi, dan seorang antropomorfis sejati seperti pendahulu keagamaannya, Imam Hanbal.&lt;br /&gt;Ilmu dan kesenian Yunani diterjemahkan pada masa Abbasiyah. Masalah itu disesuaikan oleh Ibn Taimiyah dengan doktrin Islam atas permintaan mereka yang baru memeluk agama itu.&lt;br /&gt;Jasanya yang terbesar kepada Islam terletak pada peringatannya kepada rakyat, betapa pelunya mereka menyesuaiakan diri dengan kesederhanaan dan kemurnian Islam masa awal, serta secara mutlak mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasar Ibn Taimiyah ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Wahyu merupakan sumber pengetahuan agama. Penalaran dan institusi hanyalah sumber terbatas.&lt;br /&gt;2.Kesepakatan umum pada ilmuwan yang terpercaya selama tiga abad perrtama Islam juga turut memberi pengertian tentang asas pokok Islam disamping Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;3.Hanya Al-Qur'an dan As-Sunnah penuntun yang otentik dalam segala persoalan.&lt;br /&gt;Ia membuang dan sungguh-sungguh mencela pengarruh asing yang korup, serta mencemarkan kemurnian dan kesederhanaan Islam masa awal. Dari Ibn Taimiyah, Muhammad Ibn Abdul Wahhab, seorang pemikir besar abad ke-18, dan sekolah Pembaruan al-Manar di Mesir, mendapat ilham bagi persoalan itu.&lt;br /&gt;Ia terang-terangan menyatakan permusuhan dengan eksponen Muslim berfilosofi yunani. Filosofi, katanya, menimbulkan kebimbangan dan menyebabkan perpecahan dalam Islam. Ia mengkritik keras doktrin Ibn Arabi tentang Kesatuan makhluk. Menurut pendapatnya, kesimpulan Ibn arabi dalam hal ini tidak saja bertentangan dengan ajaran Nabi, tetapi juga dengan doktrin ke-Esa-an Tuhan, seperti yang termaktub di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;Ibn Taimiyah merupakan tokoh kontroversial dalam dunia Islam. Seorang pemikir bebas yang yakin kepada keunggulan hati nurani individu, dan seorang yang ingin melihat Islam dalam kemuliaan sejati, ia lalu mengecam kepada semua pencemaran dan pengaruh asing yang marasuk ke dalam Islam. Karena sikap inilah ia dicaci, dipukul, dicambuk, dipenjarakan, dan dianiaya lahir batin. Namun ia tetap nekad hidup berhenti menghadapi penganiayaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4477026378737125170?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4477026378737125170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/ibnu-taimiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4477026378737125170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4477026378737125170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/ibnu-taimiyah.html' title='Ibnu Taimiyah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8021612410703851828</id><published>2009-04-03T12:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:50:13.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>biografi Syaikh Hasan Al-Banna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZobwrDS5I/AAAAAAAAAC8/Yyj5eBEIZZQ/s1600-h/fasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZobwrDS5I/AAAAAAAAAC8/Yyj5eBEIZZQ/s320/fasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320554835916049298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al-Qur'an. &lt;br /&gt;Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah. Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum. Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil.&lt;br /&gt;Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan al Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini :&lt;br /&gt;Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(Q. S. Al-An'aam: 52).&lt;br /&gt;Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!&lt;br /&gt;Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul 'Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma'iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.&lt;br /&gt;Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya "Al Ikhwanul Muslimun", bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.&lt;br /&gt;Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan ! Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa ? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul Muslimin. (catatan : M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).&lt;br /&gt;Syahidnya Hasan al Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya. &lt;br /&gt;Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. QS. Ash-Shaff : 8 &lt;br /&gt;Masa-masa sepeninggal Hasan al Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.&lt;br /&gt;Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur'an (di bawah lindungan Al-Qur'an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah : Al-Qu'an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:&lt;br /&gt;Saya meyakini : Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia.&lt;br /&gt;Saya berjanji : Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka.&lt;br /&gt;Saya meyakini : Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari ”dien” (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Integritas Diri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intergritas memerlukan keyakinan kuat. Hasan Al Banna menulis Risalah Aqidatuna untuk Integritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Saya yaqin bahwa seluruh persoalan berada di tangan Allah dan bahwa junjungan kita Muhammad sawa adalah penutup para rasul- Nya untuk seluruh ummat manusia. Hari pembalasan itu benar adanya, Al- Qur’an adalah kitabullah, Islam adalah agama syamil yang mencakup aturan kehidupan dunia akhirat.&lt;br /&gt;2.Saya berjanji untuk menghafal sebagian Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunnah Rasullullah. Saya berjanji akan mempelajari sirah nabi dan sejarah para sahabat yang mulia.&lt;br /&gt;3.saya yaqin bahwa istiqamah, keluhuran, dan ilmu pengetahuan termasuk rukun Islam.&lt;br /&gt;4.saya berjanji akan menjadi orang yang istiqomah, melaksanakan ibadah, menjauhi kemungkaran, berakhlak luhur, memelihara ibadah semampu saya, dan mengutamakan kasih sayang dari pada berperkara, kecuali bila terpaksa. Saya akan menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;5.Saya yaqin bahwa seorang Muslim dituntut untuk bekerja dan berusaha, dan dalam hasil usahanya itu adalah hak orang yang meminta-minta dan orang-orang yang tidak beruntung.&lt;br /&gt;6.Saya berjanji akan bekerja untuk kehidupan saya dan berhemat untuk masqa depan saya. Saya akan mendukung semua program ekonomi yang bermanfaat dan saya akan memajukan hasil produksi dalam negeri, serta saya tidak akan melakkukan transaksi apapun yang berbau riba, dan saya tidak akan terlibat dalam berbagai bentuk kemewahan hidup yang berada di luar kemampuan saya.&lt;br /&gt;7.Saya yaqin bahwa seoraang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya dan merupakan kewajibannya untuk menjaga kesehatan, akidah dan akhlak mereka. Saya akan memboikot semua buk, surat kabar, publikasi, lembaga, tim, klub yang bertentangan denga ajaran Islam.&lt;br /&gt;8.kewajiban seorang muslim adalah menghidupkan kembali kejayaan dan kemulyaan Islam, membangkitkan ummatnya dan menerapkan syariatnya.bendera Islam harus berkibar di mana-mana, dan tugas setiap muslim adalah mengasuh dunia dengan kaidah Islam yang luhur.&lt;br /&gt;9.Saya berjanji akan berjihat untuk menjalankan misis ini selama hidup dan untuk itu saya rela mengorbankan seluruh yang saya miliki.&lt;br /&gt;10.Saya yaqin bahwa seluruh kaum muslimin adalah umat yang stu, yang diikat oleh akidah Islamiiyah, dan Islam menyuruh kepada pengikutnya untuk berbuat baikkepada semua orang.&lt;br /&gt;11.Saya yaqin bahwa salah satu penyebab keterbelakangan umat Islam ialah karena mereka menjauh dari agama mereka sendiri. Pokok perbaikannya ialah kemballi kepada ajaran Islam dan hukumnya. Semua ini bisa diwujudkan bila kaum muslimin mau melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sepuluh Waiat Hasan Al- Banna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar adzan.&lt;br /&gt;2.Baca atau dengarkan Al- Qur’an dan ingatlah Allah jangan habiskan sebagian baktu untuk hal-hal yang tidak berguana.&lt;br /&gt;3.Berusahalah untuk bisa berbicara bahasa Arab fushah, sebab itu termasuk doktrin Islam.&lt;br /&gt;4.Jangan memperbanyak debat dalam setiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamerkepandaian dan apa yang dinamakan riya’ itu tidak akan mendatangkan kebaikan sama sekali.&lt;br /&gt;5.Jangan bayak tertawa, sebab hati yang berintraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyuk.&lt;br /&gt;6.Jangan bergurau sebab sebuah ummat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan.&lt;br /&gt;7.Jangan mengeraskan suara melebihi apa yang dibutuhkan pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain.&lt;br /&gt;8.jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakan selain kebaikannya.&lt;br /&gt;9.Kenalkan diri anda kepada saudara seiman dan seperjuangan walaupun anda tidak dituntut, sebab dasar dakwah kita adalah cinta dan kenal.&lt;br /&gt;10.Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramuy untuk mengunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda memiliki kepentinga (tugas) selsaikan segera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8021612410703851828?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8021612410703851828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-syaikh-hasan-al-banna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8021612410703851828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8021612410703851828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-syaikh-hasan-al-banna.html' title='biografi Syaikh Hasan Al-Banna'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZobwrDS5I/AAAAAAAAAC8/Yyj5eBEIZZQ/s72-c/fasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5359401558814447888</id><published>2009-04-03T12:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:42:08.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi Hasjim Asj'ari (1871-1947)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZmishVoeI/AAAAAAAAAC0/ZNi4t9v7iDc/s1600-h/khhasyim-asyari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZmishVoeI/AAAAAAAAAC0/ZNi4t9v7iDc/s320/khhasyim-asyari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320552756037394914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Nggedang, Jombang, Jawa Timur. Belajar ilmu agama di berbagai pesantren Jawa Timur dan berangkat ke Mekkah pada 1892, dimana dia menetap, dengan selang waktu sebentar saja, lebih dari tujuh tahun. Sambil belajar kepada para guru Indonesia dan Arab yang paling terkemuka di sana, dia juga mengajar orang Indonesia yang lebih muda. Sekembalinya ke tanah air, dia mengajar selama beberapa tahun (1903-1906) di Kemuning (Kediri), dan kemudian mendirikan pesantren sendiri di Tebuireng dekat Jombang (izin resminya dikeluarkan tahun 1906, tetapi pesantren ini konon sudah berdiri sebelumnya, menurut Akarhanaf sudah sejak 1899). Sejak saat itu dia jarang meninggalkan Tebuireng kecuali untuk perjalanan dagang rutin ke Surabaya. &lt;br /&gt;Karena dianggap sebagai orang paling berilmu di antara ulama Jawa, Kiai Wahab Chasbullah (saudara sepupu dan juga muridnya) memerlukan parsetujuan Kiai Hasjim dan bahkan mengharapkan partisipasi aktifnya dalam pembentukan NU. Kiai Hasjim memimpin rapat pembentukan NU, dan memegang posisi Rois Aam sampai akhir hayatnya. Ketika Masyumi berdiri (1943), dia juga menjadi pimpinannya, tetapi tetap di Tebuireng dan menyerahkan pekerjaan-pekerjaan praktis kepada para wakilnya, salah seorang di antaranya adalah Wahid Hasjim, putranya sendiri. &lt;br /&gt;(Gunseinkabu 1986: 435; Akarhanaf 1950; Aboebakar 1957: 61-119; Salam 1963; Soekadri, 1979/1980; Dhofier 1982: 92-9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5359401558814447888?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5359401558814447888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-hasjim-asjari-1871-1947.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5359401558814447888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5359401558814447888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-hasjim-asjari-1871-1947.html' title='Biografi Hasjim Asj&apos;ari (1871-1947)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZmishVoeI/AAAAAAAAAC0/ZNi4t9v7iDc/s72-c/khhasyim-asyari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7504859047312765564</id><published>2009-04-03T12:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:39:13.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi KH. Abdullah Gymnastiar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZl1v0p8kI/AAAAAAAAACs/F9-RLLsL-Kc/s1600-h/abdullah_gymnastiar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 192px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZl1v0p8kI/AAAAAAAAACs/F9-RLLsL-Kc/s320/abdullah_gymnastiar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320551983829611074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Abdullah Gymnastiar, lahir di Bandung pada tanggal 29 Januari 1962 dari pasangan Letkol H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati, sebuah keluarga yang dikenal relijius dan disiplin. Tak ingin disebut Kiai, atau Ustad, karenanya lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym. Dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin  cucu KH. Mohamad Tasdiqin (Pengasuh Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan), Aa Gym dikaruniai enam orang anak, yakni Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, dan Ghaza Muhammad Al-Ghazali. Tak ketinggalan, lima orang anak yatim ikut tinggal menjadi anak asuh di keluarga ini.&lt;br /&gt;Latar belakang pendidikan Aa Gym memang tidak dibesarkan atau dididik di lingkungan pesantren yang ketat terutama pesantren dalam pengertian tradisional. Bahkan, guru pertama yang diakuinya adalah adiknya sendiri, Agung Gunmartin, seorang yang cacat, lumpuh, matanya juling, yang telinganya hampir tuli, yang tidak bisa bergerak. Namun adiknya ini sangat gigih, tetap rajin kuliah dan tak pernah lepas shalat tahajudnya. Meskipun untuk bernapas sudah susah sekali, dia tetap mendisiplinkan diri untuk ke masjid. Aa Gym dengan setia menggendong adiknya baik ke masjid maupun ke kampus.&lt;br /&gt;Lama kelamaan, keadaan sang adik terus melemah, duduk pun sudah tidak bisa. Tangannya menjadi tidak bisa digerakkan lagi. Namun demikian, kondisi ini dihadapi sang adik dengan penuh kesabaran, tanpa mengeluh. "Sampai akhirnya dia meninggal di pangkuan saya, betul-betul adik saya itu meninggal di pangkuan saya ketika menghembuskan nafas terakhirnya." kata Aa Gym.&lt;br /&gt;Pencarian jati diri Aa Gym memang diwarnai dengan beberapa peristiwa ‘aneh’, seolah-olah Allah sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi pejuang di jalan-Nya. Bermula dari sebuah pengalaman langka: nyaris sekeluarga ibu, adik dan dirinya sendiri pada suatu ketika dalam tidur mereka secara bergiliran bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. … Sang Ibu mendapati Rasulullah sedang mencari-cari seseorang… pada malam lainnya, giliran salah seorang adiknya bermimpi Rasulullah mendatangi rumah mereka. Ketika itu ayahnya langsung menyuruh Gymnastiar, "Gym, ayolah temani Rasul." Ketika ditemui, ternyata Rasul menyuruhnya untuk menyeru orang mendirikan shalat. Beberapa malam setelah itu, Aa Gym memimpikan hal yang sama. Dalam mimpinya dia sempat ikut shalat berjamaah dengan Rasulullah dan keempat sahabat: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. "Saya berdiri disamping Sayidina Ali, sementara Rasulullah bertindak sebagai imam." katanya. Namun, sebelum mimpi ini, terlebih dahulu Aa Gym bermimpi didatangi seorang tua berjubah putih bersih yang kemudian mencuci mukanya dengan ekor bulu merak yang disaputi bulu madu. Setelah itu, orang tersebut berkata bahwa insya Allah, kelak dia akan menjadi orang yang mulia.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa mimpi itu, mulai banyak peristiwa lain yang mengoncangkan batinnya. Masa-masa penuh peristiwa spiritual itu dijalani selama beberapa saat, yang membuat benar-benar ‘mabuk kepayang’ kepada Allah SWT. Selama dalam proses itulah, Aa Gym bertemu dengan empat orang ulama yang sangat mengerti keadannya, yang mengatakan bahwa Aa Gym telah dikaruniai ilmu laduni, yakni dengan secara langsung dibukakan hati untuk mengenal-Nya, tanpa melalui proses riyadhah. Demikian juga KH. Khoer Affandi, ulama tasawuf terkenal yang semasa hidupnya adalah pemimpin Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya, mengatakan bahwa dirinya telah dikaruniai ma’rifatullah.&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah menimba ilmu kepada keempat ulama itu, Allah swt mengaruniakan kemudahan sehingga lidah dan pikirannya dimudahkan untuk menjelaskan segala sesuatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7504859047312765564?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7504859047312765564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-kh-abdullah-gymnastiar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7504859047312765564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7504859047312765564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-kh-abdullah-gymnastiar.html' title='Biografi KH. Abdullah Gymnastiar'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZl1v0p8kI/AAAAAAAAACs/F9-RLLsL-Kc/s72-c/abdullah_gymnastiar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6201750159100407149</id><published>2009-04-03T12:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:35:20.861-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Biografi Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZk8xSas_I/AAAAAAAAACk/0pWaAPKA5e4/s1600-h/quraish-shihab2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZk8xSas_I/AAAAAAAAACk/0pWaAPKA5e4/s320/quraish-shihab2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320551004970333170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Quraish Shihab lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, dia melanjutkan pendidikan menengahnya di alang,sambil "nyantri" di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah. Pada 1958, dia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyyah Al-Azhar. Pada 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Hadis Universitas Al-Azhar. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di fakultas yang sama, dan pada 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al-Quran dengan tesis berjudul Al-I 'jaz Al-Tasyri'iy li Al-Qur an Al-Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercayakan untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, dia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur), maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang ini, dia juga sempat melakukan berbagai penelitian; antara lain, penelitian dengan tema "Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur" (1975) dan "Masalah Wakaf Sulawesi Selatan" (1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1980, Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikannya di almamaternya yang lama, Universitas Al-Azhar. Pada 1982, dengan disertasi berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa'iy, Tahqiq wa Dirasah, dia berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu-ilmu Al-Quran dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtat ma'a martabat al-syaraf al-'ula).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984, Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca-Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, dia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashih Al-Quran Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989), dan Ketua Lembaga Pengembangan. Dia juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syari'ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela segala kesibukannya itu, dia juga terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah di dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya, Quraish Shihab juga aktif dalam kegiatan tulis-menulis. Di surat kabar Pelita, pada setiap hari Rabu dia menulis dalam rubrik "Pelita Hati." Dia juga mengasuh rubrik "Tafsir Al-Amanah" dalam majalah dua mingguan yang terbit di Jakarta, Amanah. Selain itu, dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi majalah Ulumul Qur'an dan Mimbar Ulama, keduanya terbit di Jakarta. Selain kontribusinya untuk berbagai buku suntingan dan jurnal-jurnal ilmiah, hingga kini sudah tiga bukunya diterbitkan, yaitu Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1984); Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama, 1987); dan Mahhota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta: Untagma, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah pentingya, Quraish Shihab sangat aktif sebagai penulis. Beberapa buku yang sudah Ia hasilkan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1984)&lt;br /&gt;2. Filsafat Hukum Islam (Jakarta:Departemen Agama, 1987);&lt;br /&gt;3. Mahkota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta:Untagma, 1988)&lt;br /&gt;4. Membumikan Al Qur'an (Bandung:Mizan, 1992) . Buku ini merupakan salah satu Best Seller yang terjual lebih dari 75 ribu kopi.&lt;br /&gt;5. Tafsir Al-Mishbah, tafsir Al-Qur’an lengkap 30 Juz (Jakarta: Lentera Hati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.wikipwdia.org&lt;br /&gt;http://media.isnet.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6201750159100407149?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6201750159100407149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-prof-dr-muhammad-quraish.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6201750159100407149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6201750159100407149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-prof-dr-muhammad-quraish.html' title='Biografi Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZk8xSas_I/AAAAAAAAACk/0pWaAPKA5e4/s72-c/quraish-shihab2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7208025642024878506</id><published>2009-04-03T12:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:32:56.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Biografi Dr. Muhammad Syafii Antonio, MS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZkYQ3bmII/AAAAAAAAACc/io4WPcQv-LU/s1600-h/antonio.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZkYQ3bmII/AAAAAAAAACc/io4WPcQv-LU/s320/antonio.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320550377791920258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya. Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama. Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan,keterbelakangan,dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik. Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain. Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah, dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data ilmiah, dan berbagai aspek lainnya. Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu,disbanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio. Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan keluarga terhadap diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil. Alhamdulillah,perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar. Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam. Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : muallaf.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7208025642024878506?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7208025642024878506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-dr-muhammad-syafii-antonio-ms.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7208025642024878506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7208025642024878506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/biografi-dr-muhammad-syafii-antonio-ms.html' title='Biografi Dr. Muhammad Syafii Antonio, MS'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZkYQ3bmII/AAAAAAAAACc/io4WPcQv-LU/s72-c/antonio.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5638606370440307812</id><published>2009-04-03T12:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T12:31:10.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Haji Abdul Malik Karim Amrullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZj9BtUikI/AAAAAAAAACU/EOioLg6Ptz8/s1600-h/hamka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZj9BtUikI/AAAAAAAAACU/EOioLg6Ptz8/s320/hamka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320549909866515010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Abdul Malik Karim Amrullah (atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya), lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981, adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan  Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Karya Buya Hamka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.&lt;br /&gt;2. Si Sabariah. (1928)&lt;br /&gt;3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.&lt;br /&gt;4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).&lt;br /&gt;5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).&lt;br /&gt;6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).&lt;br /&gt;7. Hikmat Isra' dan Mikraj.&lt;br /&gt;8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.&lt;br /&gt;9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.&lt;br /&gt;10. Majallah 'Tentera' (4 nomor) 1932, di Makassar.&lt;br /&gt;11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.&lt;br /&gt;12. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.&lt;br /&gt;13. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.&lt;br /&gt;14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.&lt;br /&gt;15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.&lt;br /&gt;16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.&lt;br /&gt;17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.&lt;br /&gt;18. Tuan Direktur 1939.&lt;br /&gt;19. Dijemput mamaknya,1939.&lt;br /&gt;20. Keadilan Ilahy 1939.&lt;br /&gt;21. Tashawwuf Modern 1939.&lt;br /&gt;22. Falsafah Hidup 1939.&lt;br /&gt;23. Lembaga Hidup 1940.&lt;br /&gt;24. Lembaga Budi 1940.&lt;br /&gt;25. Majallah 'SEMANGAT ISLAM' (Zaman Jepun 1943).&lt;br /&gt;26. Majallah 'MENARA' (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.&lt;br /&gt;27. Negara Islam (1946).&lt;br /&gt;28. Islam dan Demokrasi,1946.&lt;br /&gt;29. Revolusi Pikiran,1946.&lt;br /&gt;30. Revolusi Agama,1946.&lt;br /&gt;31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.&lt;br /&gt;32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946.&lt;br /&gt;33. Didalam Lembah cita-cita,1946.&lt;br /&gt;34. Sesudah naskah Renville,1947.&lt;br /&gt;35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.&lt;br /&gt;36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.&lt;br /&gt;37. Ayahku,1950 di Jakarta.&lt;br /&gt;38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.&lt;br /&gt;39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.&lt;br /&gt;40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.&lt;br /&gt;41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.&lt;br /&gt;42. Kenangan-kenangan hidup 2.&lt;br /&gt;43. Kenangan-kenangan hidup 3.&lt;br /&gt;44. Kenangan-kenangan hidup 4.&lt;br /&gt;45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.&lt;br /&gt;46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.&lt;br /&gt;47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.&lt;br /&gt;48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.&lt;br /&gt;49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.&lt;br /&gt;50. Pribadi,1950.&lt;br /&gt;51. Agama dan perempuan,1939.&lt;br /&gt;52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.&lt;br /&gt;53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).&lt;br /&gt;54. Pelajaran Agama Islam,1956.&lt;br /&gt;55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.&lt;br /&gt;56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.&lt;br /&gt;57. Empat bulan di Amerika Jilid 2.&lt;br /&gt;58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor Honoris Causa.&lt;br /&gt;59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.&lt;br /&gt;60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.&lt;br /&gt;61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.&lt;br /&gt;62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.&lt;br /&gt;63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.&lt;br /&gt;64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.&lt;br /&gt;65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.&lt;br /&gt;66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.&lt;br /&gt;67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).&lt;br /&gt;68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).&lt;br /&gt;69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.&lt;br /&gt;70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.&lt;br /&gt;71. Himpunan Khutbah-khutbah.&lt;br /&gt;72. Urat Tunggang Pancasila.&lt;br /&gt;73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.&lt;br /&gt;74. Sejarah Islam di Sumatera.&lt;br /&gt;75. Bohong di Dunia.&lt;br /&gt;76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).&lt;br /&gt;77. Pandangan Hidup Muslim,1960.&lt;br /&gt;78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.&lt;br /&gt;79. [Tafsir Al-Azhar][1] Juzu' 1-30, ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Sukarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memimpin Majalah Pedoman Masyarakat, 1936-1942&lt;br /&gt;* Memimpin Majalah Panji Masyarakat dari tahun 1956&lt;br /&gt;* Memimpin Majalah Mimbar Agama (Departemen Agama), 1950-1953&lt;br /&gt;* Tafsir Al-Azhar Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan-kenangan 70 tahun Buya Hamka, terbitan Yayasan Nurul Islam, cetakan kedua 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5638606370440307812?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5638606370440307812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/haji-abdul-malik-karim-amrullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5638606370440307812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5638606370440307812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/04/haji-abdul-malik-karim-amrullah.html' title='Haji Abdul Malik Karim Amrullah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SdZj9BtUikI/AAAAAAAAACU/EOioLg6Ptz8/s72-c/hamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2012203156009412231</id><published>2009-03-19T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:53:31.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Hukum Bayi Tabung</title><content type='html'>Yaitu pengambilan sel telur oleh seorang dokter spesialis saat keluar dari rahim seorang wanita dengan bantuan teleskop. Sang dokter kemudian menyimpan sel telur itu ke dalam sebuah tabung percobaan dan dicampur dengan air mani suaminya. Campuran yang telah disimpan dalam tabung itu kemudian disimpan dalam udara alami untuk menjalani proses pencangkokan (memprosesnya menjadi zygote, Penj.). Setelah pembuahan diproses, hasilnya kemudian ditransfer ulang ke dalam rahim seorang isteri. Proses selanjutnya adalah mengandung janin sebagaimana proses yang alamiah. &lt;br /&gt;Cara ini biasanya dilakukan manakala sang suami tidak memiliki kekuatan (baca: lemah syahwat, Penj.) untuk melakukan hubungan biologis atau disebabkan lemahnya penetrasi air mani hingga sulit mencapai sel telur. Seperti misalnya terkena penyakit impotensi, lemah syahwat, cepat keluar, dan penyakit lainnya. Adapun penyebab dari pihak perempuan, misalnya karena sempitnya lubang vagina yang mengakibatkan air mani sang suami tidak sampai pada rahimnya di saat bersetubuh, atau juga karena lemahnya penetrasi suami dalam bentuk yang alami. &lt;br /&gt;Pencangkokan bayi tabung ini hukumnya boleh selama dengan syarat: air mani diambil dari suami sang isteri, ditangani dokter Muslim yang saleh, dan menjamin masa depan kemaslahatan suami-isteri terpelihara.Wallohu alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn&lt;br /&gt;         (Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;          Adil Fathî Abdullâh, Dâr-u ‘l-Dzahabiyyah, Kairo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2012203156009412231?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2012203156009412231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-bayi-tabung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2012203156009412231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2012203156009412231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-bayi-tabung.html' title='Hukum Bayi Tabung'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6315455561600894772</id><published>2009-03-19T20:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:49:40.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Hukum Operasi  Mengebiri Kemaluan1</title><content type='html'>Adalah operasi yang berlaku bagi laki-laki maupun perempuan (hal ini berlaku juga pada hewan dan binatang, Penj.) yang bertujuan agar setiap mereka bisa mandul sehingga tidak memiliki kecenderungan dan kemampuan untuk mengandung dan mempunyai anak. Sekalipun memang tidak terdapat bahaya yang yang mengancam nyawa seorang laki-laki maupun perempuan, Islam melarang hal itu dan tidak memperbolehkannya secara mutlak. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Mas’ud, beliau berkata: &lt;br /&gt;“Kami pernah berperang bersama Rasulullah Saw., dan isteri kami tidak menyertai. Lalu kami berkata, ‘Apakah kami harus mengebiri (kemaluan) kami?’ Namun, Rasulullah ternyata melarang cara tersebut…”2.Wallohu alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn&lt;br /&gt;         (Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;          Adil Fathî Abdullâh, Dâr-u ‘l-Dzahabiyyah, Kairo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Yaitu operasi untuk menghilangkan kelenjar testis (pada lelaki maupun hewan jantan) agar tidak memproduksi mani, atau memotong sel ovarium (pada wanita maupun hewan betina) agar menjadikannya mandul, [Penj.]. &lt;br /&gt;2 HR. Bukhârî-Muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6315455561600894772?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6315455561600894772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-operasi-mengebiri-kemaluan1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6315455561600894772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6315455561600894772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-operasi-mengebiri-kemaluan1.html' title='Hukum Operasi  Mengebiri Kemaluan1'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8057761972138505294</id><published>2009-03-19T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:47:16.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Hukum Sewa Rahim1</title><content type='html'>Yaitu kesepakatan suami isteri untuk menyewa rahim wanita lain dalam memproses air mani sang suami dengan sel telur isterinya. Diproseslah janin itu di dalam rahim wanita tersebut berikut pemberian makanan dari darahnya sendiri. Setelah melahirkan, bayi itu harus diserahkan kepada pemilik yang menyewanya. Ia selanjutnya hanya berhak mendapatkan upah dalam jumlah tertentu. Sewa rahim ini biasanya dilakukan jika sang isteri mandul atau kerentanan rahimnya saat harus mengandung, dan terjadi juga dengan sebab-sebab yang lainnya. Para ulama telah mengharamkan cara ini. Dr. Yusuf Qardlawi pun memfatwakan demikian dalam soal ini.2 &lt;br /&gt;Di antara yang dikatakan Syekh Qardlawi kurang lebih sebagai berikut: &lt;br /&gt;“Syari’at Islam telah menggariskan dua kaidah utuh yang saling menyempurnakan satu sama lain. Pertama, kemadaratan itu mesti dihilangkan sesuai kemampuan maksimal. Kedua, kemadaratan itu tidak bisa hilang dengan melahirkan kemadartan baru. Apabila dua kaidah itu menjadi landasan dasar pada persoalan yang tengah kita bicarakan ini, maka kita akan mendapatkan kesimpulan, kita dapat menghilangkan kemadaratan sang isteri yang notabene paling berhak untuk mengandung dengan menimpakan kemadaratan pada wanita yang lain. Sebab, dialah yang kemudian harus mengandung dan melahirkan tanpa menikmati hasil dari apa yang dikandungnya, kelahirannya, maupun pengasuhannya. Kita sesungguhnya tengah memecahkan suatu masalah justru dengan menimbulkan masalah yang baru.” &lt;br /&gt;Dengan demikian, cara tersebut dapat menghilangkan sifat keibuan seseorang. Seseorang disebut ibu justru karena dialah yang mengandung dan melahirkan anak kandungnya. Siapa saja orang yang tidak mengandung dan melahirkan anaknya, mereka itu tidak layak dinamakan seorang ibu. Sebab, seorang ibu yang hakiki adalah mereka yang mengandung dan melahirkan anaknya. Dr. Yusuf Qardlawi dalam hal ini berkomentar: &lt;br /&gt;“Penemuan baru ini tidak diperbolehkan dalam fikih Islam. Ajaran Islam sama sekali tidak menyepakati dan memperkenankan mengingat dampak maupun akibat yang kelak terjadi. Bahkan fikih Islam cenderung melarang praktek seperti ini.” &lt;br /&gt;Dalam bahasan yang sama, Dr. Hissan Hathut berkata: &lt;br /&gt;“Cara itu terlarang dalam ajaran Islam. Sebab, dalam prosesnya, praktik tersebut melibatkan tiga pihak sekaligus, bukan terjadi antara pasangan suami-isteri saja. Persoalan yang cukup pelik ini tetap saja tidak sukses dipraktikkan oleh dunia Barat. Bahkan, selanjutnya kerap terjadi ketika sang ibu (yang disewa) telah mengandung dan melahirkan anaknya, ia kemudian malah merubah pikirannya untuk  mengakui anaknya tersebut.&lt;br /&gt;Lebih dari itu, penyewaan ini berimbal sejumlah uang. Sungguh sejarah baru dalam dunia manusia seorang perempuan mengandung anaknya sendiri dan rela melepaskan diri dari kepengurusan anaknya hanya karena sejumlah imbalan. Dengan begitu, jatuhlah nilai-nilai keibuan yang mulia itu menjadi sebatas angka-angka nominal.”3 &lt;br /&gt;Bukanlah hal aneh jika hal itu kerap terjadi dalam negara-negara yang berperadaban materialis dan ateis. Sebab, norma-norma moral tidak dikenal dalam kamus mereka kecuali dalam beberapa hal yang sangat terbatas.Wallohualam bishowab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn&lt;br /&gt;         (Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;          Adil Fathî Abdullâh, Dâr-u ‘l-Dzahabiyyah, Kairo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Dalam istilah kedokteran biasanya disebut sebagai, “Surrogate Mother” (ibu pengganti), [Penj.]. &lt;br /&gt;2Ibid., fatwa tambahan, hal.567-575.&lt;br /&gt;3 Dr. Hissan Hathut, “Risâlah ilâ ‘l-‘Aql-i ‘l-‘Arâb-î al-Muslim,”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8057761972138505294?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8057761972138505294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-sewa-rahim1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8057761972138505294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8057761972138505294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-sewa-rahim1.html' title='Hukum Sewa Rahim1'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4223881522049960873</id><published>2009-03-19T20:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:45:51.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Hukum Proses Kehamilan  Dari Kelenjar Endocrine Orang Lain</title><content type='html'>Yaitu: &lt;br /&gt;“Proses pengambilan air mani dari seorang lelaki maupun sel telur dari seorang wanita di saat salah satu dari pasangan suami isteri tidak mampu memproduksi air mani maupun sel telur. Mengambil dan memindahkan kelenjar dari orang lain itu hukumnya tidak boleh. Sebab, dapat mengakibatkan bercampurnya unsur genetik dari orang lain sehingga mewariskan sejumlah gen yang berbeda dari sang suami maupun isterinya. Jika hal itu terjadi, maka hal tersebut justru merupakan kontrak perkawinan dalam bentuk yang sangat aneh.”1&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardlawi menegaskan: &lt;br /&gt;“Menurut pendapat saya, pengambilan sperma/sel telur (dari orang lain) itu hukumnya tidak boleh. Para pakar dan ilmuwan menyebutkan bahwa air mani/sel telur itu merupakan sel yang mewariskan unsur genetik tertentu dari sifat maupun perilaku seseorang…Dalam proses pembuahan di dalam tubuh seseorang, tentunya yang kelak menjadi keturunannya –saat dikandung—mewariskan sifat-sifat yang sesuai dengan pemilik air mani orang lain…Proses ini dianggap sebagai salah satu bentuk perkawinan yang dilarang dalam syari’at, apapun caranya. Maka dari itu &lt;br /&gt;Islam mengharamkan perbuatan zina, mengakui anak angkat (baca: adopsi/tabannî, Penj.) sebagai anak sendiri, menisbatkan seorang anak pada seseorang yang bukan ayahnya, dan yang lainnya…”2.Wallohu alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn&lt;br /&gt;         (Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;          Adil Fathî Abdullâh, Dâr-u ‘l-Dzahabiyyah, Kairo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Dr. Hissan Hathut, Ibid.&lt;br /&gt;2 Fatâwâ Mu’âshirah, op. cit., Jilid II, hal. 529.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4223881522049960873?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4223881522049960873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-proses-kehamilan-dari-kelenjar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4223881522049960873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4223881522049960873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/hukum-proses-kehamilan-dari-kelenjar.html' title='Hukum Proses Kehamilan  Dari Kelenjar Endocrine Orang Lain'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-1363549330336532872</id><published>2009-03-19T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:42:07.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Haramnya Menyetubuhi Isteri Yang Sedang Haid dan Nifas</title><content type='html'>Diharamkan bagi seorang suami menyetubuhi isterinya yang sedang haid berdasarkan firman Allah Swt.: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah suatu kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.”1Anas bin Malik, Ra., berkata: “Adalah kebiasaan orang-orang Yahudi apabila isterinya haid mereka tidak diberi makanan dan tidak menggaulinya di dalam rumah-rumah mereka. Para sahabat menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. Allah kemudian menurunkan ayat, ‘Mereka bertanya kepadamu tentang haid…’. Rasulullah bersabda, ‘Berbuatlah semaunya kecuali bersetubuh…”2Rasulullah Saw. menegaskan, seorang perempuan yang sedang haid itu boleh digauli selain bersetubuh. Terlebih memberinya makan, memperlakukannya secara baik, dan bergaul bersamanya sebagaimana biasa. Dalam praduga sebagian orang, barangkali maksud dari ayat, “Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid,” seolah menunjuk ketidakbolehan dalam menyentuh dan memperlakukan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau berkata: &lt;br /&gt;“Tatkala Rasulullah Saw. berada di dalam masjid, ia berkata: ‘Wahai Aisyah, ambillah untukku baju itu.’ Aisyah menjawab, ‘Saya sedang haid.’ Beliau pun bersabda, ‘Itu adalah haidmu dan bukan tanganmu.”3&lt;br /&gt;Para fukaha telah bersepakat (ijmâ’/konsesnsus), bahwa menyetubuhi isteri yang sedang nifas itu hukumnya haram. Hal ini diqiyâskan kepada haid. Allah mengharamkan bersetubuh di saat haid dan nifas, tentunya dengan hikmah yang sangat jelas. Terlebih dalam mencegah penyakit berbahaya yang diakibatkan bersetubuh pada masa itu. Sebuah penyakit yang berbahaya yang kerap diperingatkan para dokter. &lt;br /&gt;Dr. Hamid Al-Ghawabi berkata: &lt;br /&gt;“Sungguh jelas, vagina seorang wanita saat itu kerap mengeluarkan cairan khusus. Cairan ini mengandung zat asam reaktif yang terdiri dari zat asam leavenic.4 Cairan ini akan mencegah tumbuhnya bakteri-bakteri (di dalam rahim). Apabila zat ini kemudian menjadi semacam zat alkali5atau setengah bereaksi, maka bakteri-bakteri yang merusak yang menempel serta membahayakan vagina dan rahim itu dapat dihilangkan. Kotoran tersebut mengalir dalam seluruh alat kelamin wanita. Adanya darah pada saat haid, menjadi pembasmi zat asam ini hingga tidak sampai menjadi zat alkali yang terus tumbuh berkembang hingga menjadi bakteri yang membahayakan. Pada saat bersetubuh, bakteri-bakteri yang berbahaya itu akan terus mengalir di dalam lorong kemaluan, terkadang juga mengalir melalui kandung kemih, dua payudara, atau melalui prostat,6 dua biji kemaluan, maupun alat anggota reproduksi lainnya. Zat inilah yang sering menyebabkan sakit saat kencing, bahkan tak jarang menyebabkan kemandulan.”7&lt;br /&gt;Zat ini bukan saja bahaya bagi pihak lelaki saja, tetapi juga bagi perempuan. &lt;br /&gt;“Hubungan seksual merupakan cara effektif dalam menularkan kuman (microbic) yang merupakan bagian dari bakteri-bakteri yang ada di dalam vagina wanita itu. Tengah-tengah lubang vagina di saat haid dapat mempersubur pertumbuhannya…Sehingga, dapat menginfeksi seluruh alat reproduksi dan terkadang dapat mengakibatkan kemandulan.”8 &lt;br /&gt;Karenanya, ditegaskan dalam sebuah hadits: &lt;br /&gt;“Terlaknat orang yang menyetubuhi orang haid atau (menyetubuhi) seorang perempuan dari duburnya (baca: anus, Penj.).”9&lt;br /&gt;Diperbolehkan bagi seorang suami untuk menggauli isterinya yang sedang haid selain apa yang tertutupi kain. Yaitu, selain apa yang terletak antara pusar dan lutut. Diriwayatkan dari Maimunah Ummul Mukminin, ia berkata: &lt;br /&gt;“Adalah Nabi Saw. apabila hendak menggauli salah seorang isteri dari isteri-isterinya, ia menyuruhnya agar memakai kain sementara ia sedang haid.”10&lt;br /&gt;Demikian pula dengan pendapat kebanyakan para ulama yang membolehkan suami menggauli isterinya yang sedang haid, selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Perbuatlah segala sesuatu kecuali bersetubuh.”11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat dari salah seorang isteri Rasulullah Saw., disebutkan: “Adalah Rasulullah Saw. ketika beliau menginginkan sesuatu dari isterinya yang sedang haid, maka ia mengenakan padanya kain penutup pada kemaluannya.”12&lt;br /&gt;Berikut ini pendapat Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan yang lainnya: &lt;br /&gt;“Apabila isteri telah suci dari masa haidnya, maka mandilah! Mulai dari saat itulah diperbolehkan bagi seorang suami untuk menyetubuhinya,13 menunaikan shalat, berpuasa, dan halal pula apa yang diharamkan bagi orang yang haid. Akan tetapi jika sang suami benar-benar menyetubuhi isterinya yang sedang haid sungguh merupakan dosa besar. Tetapi, apakah dalam kasus tersebut ia mesti menunaikan kaffârat (bayar denda/sanksi) ataukah cukup sebatas memohon ampunan dan bertaubat secara benar-benar? Dalam hal ini ada dua pendapat, dan yang paling kuat adalah pendapat ulama jumhûr.14 Yaitu, cukup hanya dengan taubat dan istighfar, serta tidak mengulangi perbuatan yang sama selamanya. Sementara pendapat yang lainnya mengatakan, di samping mesti bertaubat dan beristighfar, juga disyaratkan untuk membayar sedekah sebesar satu atau setengah dinar.”15&lt;br /&gt;Imam Nawawi menjelaskan: &lt;br /&gt;“Barangsiapa yang meyakini halalnya menyetubuhi orang yang sedang haid melalui kemaluannya, maka ia tergolong kafir yang murtad, adapun mengerjakannya padahal ia sebenarnya mengetahui bahwa hal itu diharamkan, maka ia benar-benar telah berbuat dosa besar.”Wallohu alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn&lt;br /&gt;         (Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;          Adil Fathî Abdullâh, Dâr-u ‘l-Dzahabiyyah, Kairo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 QS. Al-Baqarah, [2]: 222. &lt;br /&gt;2 HR. Muslim. &lt;br /&gt;3 HR. Muslim. &lt;br /&gt;4 Ragi atau adonan asam, [Penj.]. &lt;br /&gt;5 Zat kimia atau hidroksida dari logam Li, Na, K, Rb, dan Cs, yang bersaenyawa dengan zat asam dan merupakan garam, sering dipergunakan dalam pembuatan sabun. Zat pentotal ini bisa mengikis pembuluh darah, [Penj.]. &lt;br /&gt;6 Prostat atau anat adalah: “Kelenjar alat benih kelamin laki-laki yang letaknya melingkari bagian atas aliran kandung kemih dan berfungsi sebagai pengatur jalan antara kencing dan air mani (pada laki-laki tua kelenjar ini sering membesar sehingga bisa mengahambat pengeluaran air seni),” [Penj.]. &lt;br /&gt;7 Bayn-a al-Thibb wa al-Islâm, Dr. Hamid Al-Ghawabi, dalam bagian “Al-Muharramât Ma’a l-Nisâ’.” &lt;br /&gt;8 Ibid. &lt;br /&gt;9 HR. Abu Dawud dan yang lainnya. &lt;br /&gt;10 HR. Bukhârî-Muslim. &lt;br /&gt;11 HR. Muslim. &lt;br /&gt;12 HR. Abu Dawud. &lt;br /&gt;13 Inilah pendapat kebanyakan ulama jumhûr. Menurut Imam Abu Hanifah dan Ibnu Hazm, “Bahwasannya hal itu berlaku sejak darah haid telah berhenti pada masa klimaksnya. Bersetubuh diperbolehkan saat berhenti (darah haid) dan tidak perlu mandi terlebih dahulu (Maksudnya, karena semata hendak bersetubuh, akan tetapi maksud dari mandi tersebut tiada lain sebagai ibadah saja).” &lt;br /&gt;14 Lihat catatan kaki sebelumnya, [Penj.]. &lt;br /&gt;15 Satu dinar kira-kira sama dengan kurang lebih 40 gram harga perak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-1363549330336532872?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/1363549330336532872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/haramnya-menyetubuhi-isteri-yang-sedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1363549330336532872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1363549330336532872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/haramnya-menyetubuhi-isteri-yang-sedang.html' title='Haramnya Menyetubuhi Isteri Yang Sedang Haid dan Nifas'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7391253625545365573</id><published>2009-03-19T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T20:37:57.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Bolehnya Menyetubuhi  Orang Yang Istihadlah</title><content type='html'>Mustahâdlah atau orang yang istihâdlah ialah: “Orang yang darah haidnya sudah terhenti, tetapi ada darah lain yang berbeda dengan darah haid yang terus mengalir dari lubang yang sama.” &lt;br /&gt;Bagaimanakah seorang wanita bisa memastikan bahwa masa darah haidnya tersebut telah berakhir? Ia tentunya terlebih dahulu harus mengenal darah haid. Ibnu Hazm (994-1064 M./384-456 H.) berkata: &lt;br /&gt;“… demikianlah selamanya, saat ia melihat darah itu berwarna hitam, itulah darah haid. Dan tatkala ia melihat darah yang lainnya, maka sungguh ia telah suci. Hal itu hendaknya dihitung dari awal masa haid. Apabila darah itu berwarna hitam, itulah darah haid yang berlangsung maksimalnya hingga 17 hari. Tetapi jika lebih dari itu sedikit atau banyak darahnya itu bukanlah darah haid…”1&lt;br /&gt;Dengan begitu, menurut pendapat Ibnu Hazm, darah haid itu berwarna hitam yang keluar dari kemaluan seorang wanita selain karena suatu penyakit. Adapun batas maksimal masa haid pada wanita di jamannya adalah 17 hari. Sementara dalam pendapat Abu Hanifah, batasan maksimal masa haid itu 10 hari, dan menurut Imam Malik dan Syafi’i batas maksimalnya adalah 15 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, setiap mereka membatasi waktu maksimal masa haid itu berdasarkan ukuran keumuman wanita yang hidup pada jamannya masing-masing. Pendeknya, apabila seorang wanita bisa memastikan masa akhir haidnya kemudian ia ber-istihâdlah, maka terhitung sejak ia mengetahui hal ini, ia wajib mandi, shalat, dan kembali menunaikan ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika ia tidak bisa memastikan masa akhir haidnya sementara darah istihâdlah terus mengalir, maka hendaknya ia menghitung masa-masa haid keumuman para wanita. Biasanya masa haid wanita pada jaman sekarang ini sebanyak tujuh hari. Seyogianya ia juga berkonsultasi kepada seorang dokter Muslim yang ahli dalam bidang tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah masa haid berakhir, hendaklah ia segera mandi. Darah yang mengalir setelah itu tiada lain darah istihâdlah yang tidak membawa pengaruh apa-apa. Demikianlah cara bagi orang yang tidak bisa membedakan antara darah haid dan darah yang lainnya. Maka pahamilah cara di atas berikut penjelasannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Darah haid itu biasanya berwarna hitam dan baunya menyengat. Adapun darah yang mengalir setelah masa haid berakhir, dinamakan darah istihâdlah. Darah ini berwarna merah menyala dan agak kekuning-kuningan seperti air bekas mencuci daging sebagaimana yang telah digambarkan oleh Ibnu Hazm. Pada saat istihâdlah, sang suami boleh menyetubuhi isterinya. Sebab, tidak terdapat satu dalil pun yang mengharamkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang istihâdlah itu boleh disetubuhi suaminya, tetapi jika ia menunaikan shalat, maka shalat itu lebih utama.”2 &lt;br /&gt;Maksudnya, shalat adalah ibadah yang lebih utama daripada bersetubuh. Tetapi, bagaimana shalat itu diperbolehkan3 sementara bersetubuh tidak diperkenankan? Dan hendaknya orang yang istihâdlah itu menggunakan semacam kapas untuk menyerap darah yang terus mengalir. Hendaknya ia juga berwudu setiap kali hendak menunaikan shalat. Sebaiknya ia segera berobat agar darah tersebut cepat terhenti selama obat tersebut memang tidak membahayakan kesehatan dirinya.Wallohu alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :  Hadzâ Halâl-un Wa Hadzâ Harâm-un; Fî Al-Liqâ-I ‘l-Jawzayn &lt;br /&gt;          Yang Halal dan Haram dalam Bersetubuh Tuntunan Praktis Bagi Suami-Isteri) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Al-Muhallâ, op. cit., Jilid II, hal. 199, Masalah No. 266.&lt;br /&gt;2 HR. Bukhârî&lt;br /&gt;3 Karena merupakan pertanda dari kesuciannya, [Penj.].&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7391253625545365573?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7391253625545365573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/bolehnya-menyetubuhi-orang-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7391253625545365573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7391253625545365573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/03/bolehnya-menyetubuhi-orang-yang.html' title='Bolehnya Menyetubuhi  Orang Yang Istihadlah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2076455839448149679</id><published>2009-02-24T05:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:17:15.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Pengguguran (Aborsi)</title><content type='html'>Apabila Islam telah membolehkan seorang muslim untuk mencegah kehamilan karena suatu alasan yang mengharuskan, maka dibalik itu Islam tidak membenarkan menggugurkan kandungan apabila sudah wjud.&lt;br /&gt;Seluruh ulama ahli fiqih sudah sepakat (konsensus), bahwa pengguguran kandungan sesudah janin diberi nyawa, hukumannya haram dan suatu tindak kriminal, yang tidak halal bagi seorang muslim untuk melakukannya. Karena perbuatan tersebut dianggap sebagai pembunuhan terhadap orang hidup yang wjudnya telah sempurna. Para ulama itu mengatakan: Oleh karena itu, pengguguran semacam ini dikenakan diyat apabila si anak lahir dalam keadaan hidup kemudian mati. Dan dikenakan denda kurang dari diyat, apabila si anak lahir dalam keadaan sudah mati.&lt;br /&gt;Namun demikian, mereka juga berkata: apabila dengan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, bahwa hidupnya anak dalam kandungan akan membahayakan kehidupan si ibu, maka syariat Islam dengan kaidah-kaidahnya yang umum memerintahkan untuk mengambil salah satu darurat yang paling ringan (akhaffudh dhararain). Apabila kehidupan si anak itu menyebabkan ajalnya si ibu, sedang satu-satunya jalan untuk menyelamatkannya ialah pengguguran, maka waktu itu diperkenankanlah menggugurkan kandungan. Si ibu tidak boleh dikorbankan justru untuk menyelamatkan anak, sebab ibu adalah pokok, dan hidupnya pun sudah dapat dipastikan, dia mempunyai hak kebebasan hidup, dia mempunyai hak dan dilindungi oleh hukum dan dia adalah tiang rumahtangga. Justru itu tidak rasional kalau kita korbankan dia guna menyelamatkan janin yang belum tentu hidupnya dan belum memperoleh hak dan kewajiban.&lt;br /&gt;Imam Ghazali membedakan antara mencegah kehamilan dan pengguguran kandungan. Ia berkata: "Mencegah kehamilan tidak sama dengan pengguguran dan pembunuhan, sebab apa yang disebut pembunuhan atau pengguguran, yaitu suatu tindak kriminal terhadap manusia yang sudah wjud, sedang wjudnya anak itu sendiri bertahap. Tahap pertama yaitu bersarangnya sperma dalam rahim dan bercampur dengan air perempuan dan dia siap menghadapi hidup. Merusak ini berarti suatu tindak kriminal. Jika sperma (nuthfah) ini sudah menjadi darah, maka tindakan kriminal dalam hal ini lebih kejam. Dan jika telah ditiupnya roh dan sudah sempurna kejadiannya, maka tindak kriminal dalam soal ini lebih kejam lagi. Dan yang paling top dalam soal kriminal ini, ialah apabila si anak tersebut telah lahir dan dalam keadaan hidup."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2076455839448149679?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2076455839448149679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/pengguguran-aborsi.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2076455839448149679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2076455839448149679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/pengguguran-aborsi.html' title='Pengguguran (Aborsi)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8426799290296507003</id><published>2009-02-24T05:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:16:28.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Kisah Sholat Lima Waktu</title><content type='html'>Ali bin Abi Talib r.a berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi, lalu berkata: Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S.yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasullullah S.A.W.bersabda: 'Silahkan bertanya.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata orang Yahudi:'Silahkan terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W.:'Sholat Dzuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S.,maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan di dapati oleh orang yang sholat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah S.A.W bersabda: &lt;br /&gt;'Jagalah waktu-waktu sholat terutama sholat yang pertengahan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sholat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya api neraka Jahanam pada hari Kiamat.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sholat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sholat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud:'Jagalah waktu-waktu sholat terutama sekali sholat yang pertengahan, sholat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan sholat Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;'Sabda Rasullullah S.A.W. : ' Sholat Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi shirotolmustaqiim.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: 'Sholat Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan yaitu: &lt;br /&gt;1. Dibebaskan dari api neraka.&lt;br /&gt;2. Dibebaskan dari nifaq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang,lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S.selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akan dicairkan daging haram yg tumbuh dari badannya(daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).&lt;br /&gt;2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.&lt;br /&gt;3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.&lt;br /&gt;4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.&lt;br /&gt;5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).&lt;br /&gt;6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang shirotolmustaqiim. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasullullah S.A.W.:'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah).' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah : 155) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan didalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERBICARA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya orang kepada Rasulullah saw : "Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari kiamat?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawab Rasulullah saw,"Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kiamat datang maka malaikat datang kekuburan orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah debu itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEIMANAN mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui jembatan Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahwa mereka adalah pelayanku dan hamba-hambaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan oleh hadis Rasulullah saw bahwa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asalnya di waktu mati : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Para Nabi&lt;br /&gt;2. Para Ahli Jihad&lt;br /&gt;3. Para Alim Ulama&lt;br /&gt;4. Para Syuhada&lt;br /&gt;5. Para Penghafal Al Quran&lt;br /&gt;6. Imam atau Pemimpin yang Adil&lt;br /&gt;7. Tukang Azan&lt;br /&gt;8. Wanita yang mati ketika melahirkan&lt;br /&gt;9. Orang mati dibunuh atau dianiaya&lt;br /&gt;10.Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8426799290296507003?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8426799290296507003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/kisah-sholat-lima-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8426799290296507003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8426799290296507003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/kisah-sholat-lima-waktu.html' title='Kisah Sholat Lima Waktu'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-1049383474922865722</id><published>2009-02-24T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:15:21.889-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Sihir</title><content type='html'>Justru itu pula Islam menentang keras perbuatan sihir dan tukang sihir.&lt;br /&gt;Tentang orang yang belajar ilmu sihir, al-Quran mengatakan:&lt;br /&gt;"Mereka belajar suatu ilmu yang membahayakan diri mereka sendiri dan tidak bermanfaat buat mereka." (al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. menilai sihir sebagai salah satu daripada dosa besar yang bisa merusak dan menghancurkan sesuatu bangsa sebelum terkena kepada pribadi seseorang, dan dapat menurunkan derajat pelakunya di dunia ini sebelum pindah ke akhirat. Justru itu Nabi bersabda:&lt;br /&gt;"Jauhilah tujuh perkara besar yang merusak. Para sahabat bertanya: Apakah tujuh perkara itu, ya Rasulullah? Jawab Nabi, yaitu: 1) menyekutukan Allah; 2) sihir; 3) membunuh jiwa yang oleh Allah diharamkan kecuali karena hak; 4) makan harta riba; 5) makan harta anak yatim, 6) lari dari peperangan; 7) menuduh perempuan-perempuan baik, terjaga dan beriman." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Sebagian ahli fiqih menganggap, bahwa sihir itu berarti kufur, atau membawa kepada kufur.&lt;br /&gt;Sementara ada juga yang berpendapat: ahli sihir itu wajib dibunuh demi melindungi masyarakat dari bahaya sihir.&lt;br /&gt;Al-Quran juga telah mengajarkan kita supaya kita suka berlindung diri kepada Allah dari kejahatan tukang sihir, yaitu firmanNya:&lt;br /&gt;"(Dan aku berlindung diri) dari kejahatan tukang meniup simpul." (al-Falaq: 4)&lt;br /&gt;Peniup simpul salah satu cara dan ciri yang dilakukan ahli-ahli sihir. Dalam salah satu hadis dikatakan:&lt;br /&gt;"Barangsiapa meniup simpul, maka sungguh ia telah menyihir, dan barangsiapa menyihir maka sungguh dia telah berbuat syirik." (Riwayat Thabarani dengan dua sanad; salah satu rawi-rawinya kepercayaan)&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya Islam telah mengharamkan pergi ke tempat dukun untuk menanyakan perkara-perkara ghaib, maka begitu juga Islam mengharamkan perbuatan sihir atau pergi ke tukang sihir untuk mengobati suatu penyakit yang telah dicobakan kepadanya, atau untuk mengatasi suatu problema yang dideritanya. Cara-cara semacam ini tidak diakuinya oleh Nabi sebagai golongannya. Sebagaimana sabdanya:&lt;br /&gt;"Tidak termasuk golongan kami, barangsiapa yang menganggap sial karena alamat (tathayyur) atau minta ditebak kesialannya dan menenung atau minta ditenungkan, atau menyihir atau minta disihirkan." (Riwayat Bazzar dengan sanad yang baik)&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud juga pernah berkata:&lt;br /&gt;"Barangsiapa pergi ke tukang ramal, atau ke tukang sihir atau ke tukang tenung, kemudian ia bertanya dan percaya terhadap apa yang dikatakannya, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w." (Riwayat Bazzar dan Abu Ya'la dengan sanad yang baik)&lt;br /&gt;Dan bersabda pula Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;"Tidak akan masuk sorga pencandu arak, dan tidak pula orang yang percaya kepada sihir dan tidak pula orang yang memutuskan silaturrahmi." (Riwayat Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Haramnya sihir di sini tidak hanya terbatas kepada si tukang sihirnya saja, bahkan meliputi setiap yang percaya kepada sihir dan percaya kepada apa yang dikatakan oleh si tukang sihir itu.&lt;br /&gt;Lebih hebat lagi haram dan kejahatannya apabila sihir itu dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang haram, seperti menceraikan antara suami-isteri, mengganggu seseorang dan sebagainya yang biasa dikenal di kalangan ahli-ahli sihir.Wallahu alam bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-1049383474922865722?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/1049383474922865722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/sihir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1049383474922865722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1049383474922865722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/sihir.html' title='Sihir'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-352079234056114911</id><published>2009-02-24T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:14:11.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Bertangkal</title><content type='html'>Bertangkal dan menggantungkan diri pada kubur dan sebagainya, dengan suatu anggapan, bahwa tangkal dan kubur ini akan dapat menyembuhkan penyakit atau dapat melindungi diri dari mara-bahaya.&lt;br /&gt;Pada abad ke 20 ini masih banyak orang yang menggantungkan tapal kuda di atas pintu rumahnya. Dan sampai hari ini di berbagai negara masih banyak orang-orang hendak memperbodoh orang bodoh. Mereka menulis tangkal-tangkal, membuat beberapa garis azimat dan membacakan azimat-azimatnya itu dengan suatu anggapan, bahwa azimatnya itu dapat melindungi si pembawanya dari gangguan jin, sengatan kalajengking, kejahatan mata, kedengkian orang dan sebagainya.&lt;br /&gt;Untuk menjaga keselamatan diri dan mengobati penyakit, ada cara-caranya sendiri yang sudah dikenal menurut ketetapan syariat Islam. Islam sangat menentang siapa yang mengabaikan cara-cara itu, dan siapa yang menggunakan cara-cara yang dilakukan pendusta-pendusta yang menyesatkan itu.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Berobatlah kamu, karena sesungguhnya Dzat yang membuat penyakit, Dia pula yang membuat obatnya." (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Kalau ada sesuatu yang lebih baik daripada obat-obatanmu, maka ketiga hal inilah yang lebih baik, yaitu: minum madu, atau berbekam, atau kei dengan api." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Ketiga cara berobat ini jiwanya dan analoginya dapat meliputi macam-macam cara pengobatan yang berlaku di zaman kita sekarang, misalnya pengobatan dengan melalui mulut, operasi, kei dan elektronik.&lt;br /&gt;Adapun menggantungkan tangkal dan membaca mentera untuk berobat dan menjaga diri, adalah suatu kebodohan dan kesesatan yang bertentangan dengan sunnatullah dan dapat menghilangkan ketauhidan.&lt;br /&gt;Uqbah bin 'Amir meriwayatkan, bahwa ada sepuluh orang berkendaraan datang ke tempat Rasulullah s.a.w. Yang sembilan dibai'at, tetapi yang satu ditahan. Kemudian mereka yang sembilan itu bertanya: mengapa dia ditahan? Rasulullah menjawab: karena di lengannya ada tangkal. Kemudian si laki-laki tersebut memotong tangkalnya, maka dibai'atlah dia oleh Rasulullah s.a.w. dan ia bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa menggantungkan (tangkal), maka sungguh dia telah menyekutukan Allah." (Riwayat Ahmad dan Hakim; dan lafaz hadis ini adalah lafaz Hakim, dan rawi-rawi Ahmad adalah kepercayaan)&lt;br /&gt;Dalam hadisnya yang lain ia bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa menggantungkan tangkal, maka Allah tidak akan menyempurnakan (imannya), dan barangsiapa menggantungkan azimat, maka Allah tidak akan mempercayakan kepadanya." (Riwayat Ahmad, Abu Ya'la dan Hakim dan ia mensahkan) &lt;br /&gt;"Dari lmran bin Hushain; sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah melihat di lengan seorang laki-laki ada gelang yang saya lihat sari kuningan kemudian Rasulullah bertanya: "Celaka kamu, apa ini?!" Ia menjawab: "Ini adalah 'wahinah'" (sesuatu yang dapat melemahkan orang lain, sebangsa azimat). Maka jawab Rasulullah: Dia tidak akan menambah kamu, kecuali kelemahan; karena itu buanglah dia, sebab kalau kamu mati sedang wahinah itu masih ada pada kamu, maka kamu tidak akan bahagia selamanya." (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban; dan Ibnu Majah tapi tanpa kata: buanglah )&lt;br /&gt;Pendidikan ini sangat berpengaruh pada pribadi-pribadi sahabat Rasulullah s.a.w., sehingga mereka dapat mengangkat diri mereka tanpa menerima kesesatan dan mempercayai kebatilan ini.&lt;br /&gt;Isa bin Hamzah berkata: suatu ketika saya pernah masuk rumah Abdullah bin Hakam sedang waktu itu pada diri Abdullah ada tanda merah. Kemudian saya bertanya kepadanya: apakah kamu memakai tangkal? Jawab Abdullah: A'udzu billahi min dzalik (aku berlindung diri kepada Allah dari yang demikian itu). Dalam satu riwayat Abdullah mengatakan: Lebih baik aku mati daripada bertangkal, sebab Rasulullah s.a.w. telah bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa menggantungkan sesuatu (tangkal), maka dia akan dibebaninya." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;Diriwayatkan, bahwa suatu ketika Abdullah bin Mas'ud masuk rumah, sedang di leher isterinya ada kalung (bertangkal), maka ditariknya oleh Ibnu Mas'ud dan dipotong-potongnya, kemudian ia berkata: Keluarga Abdullah harus jauh daripada menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan padanya. Kemudian ia berkata:&lt;br /&gt;"Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: sesungguhnya tangkal, azimat dan tambul adalah syirik. Para sahabat kemudian bertanya: Ya aba Abdirrahman! Tangkal dan azimat ini kami sudah tahu, tetapi apakah tambul itu? Ia menjawab: tambul ialah sesuatu yang diperbuat oleh orang-orang perempuan supaya selalu dapat bercinta dengan suami-suami mereka." (Riwayat Ibnu Hibban dan Hakim)&lt;br /&gt;Tambul adalah salah semacam sihir.&lt;br /&gt;Para ulama berkata: tangkal yang dilarang; yaitu yang bukan bahasa Arab yang tidak dimengerti maksudnya, dan barangkali juga di situ terdapat sihir dan kata-kata kufur. Adapun kalimat yang dapat dimengerti dan didalamnya terdapat penyebutan Allah, maka kalimat semacam itu justru disunnatkan. Jadi tangkal waktu itu berarti doa dan harapan kepada Allah untuk kesembuhan dan berobat.&lt;br /&gt;Tangkal yang biasa dilakukan orang-orang jahiliah tercampur dengan sihir, syirik dan azimat yang samasekali tidak mempunyai makna yang dapat dimengerti.&lt;br /&gt;Diriwayatkan, bahwa Ibnu Mas'ud pernah melarang isterinya berbuat semacam tangkal jahiliah ini, lantas isterinya berkata kepadanya: pada suatu hari saya keluar, kemudian si anu melihat saya maka melelehlah airmataku; tetapi apabila saya memakai tangkal ini airmataku tidak meleleh, tetapi kalau kubuang meleleh lagi. Maka berkatalah Ibnu Mas'ud kepadanya: dia itu adalah syaitan yang apabila kamu taat kepadanya, kamu akan ditinggalkannya, tetapi jika kamu durhaka kepadanya, maka ia akan cocok matamu dengan jarinya. Kalau kamu mau berbuat seperti apa yang dilakukan Nabi, adalah lebih baik dan lebih dapat diharapkan akan kesembuhanmu, yaitu: kamu percikkan air pada kedua matamu, sambil berdoa:&lt;br /&gt;"Hilangkanlah penyakit ini Ya.. Tuhan, sembuhkanlah aku, karena Engkaulah Dzat yang dapat menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu, suatu kesembuhan yang tidak akan meninggalkan sakit." (Riwayat Ibnu Majah, Abu Daud dan Hakim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-352079234056114911?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/352079234056114911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bertangkal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/352079234056114911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/352079234056114911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bertangkal.html' title='Bertangkal'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3067705675239142681</id><published>2009-02-24T05:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:12:59.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Nasib Lelaki Buta</title><content type='html'>Pada suatu malam, ada seorang lelaki buta yang tidak dapat melelapkan matanya. Hatinya seperti langit yang diselubungi mega. Dia mengeluh dan merintih sayu: Ya Tuhan ku, betapa kerasnya hati manusia di sekelilingku. Tidak ada seorangpun yang mau memikirkan insan malang dan miskin. Ya Tuhan, pada siapakah dapat aku hulurkan tangan meminta bantuan? Dia teringat tahun-tahun yang lampau, ketika isterinya yang baik masih hidup. Tiba-tiba air mata bergenang di kelopak mata dan membasahi wajahnya. &lt;br /&gt;Keesokan paginya, lelaki buta itu bangun dari tempat pembaringannya, mencari sesuatu untuk mengisi perut. Perlahan-lahan tangannya meraba-raba ke seluruh penjuru kamar tersebut, tetapi, tidak ada yang dapat ditemui selain dari sekeping roti yang sudah kering. Kemudian, sebagaimana biasanya, dia memakai pakaiannya yang sudah robek, lalu berjalan melewati lorong-lorong kota dengan tongkatnya. Lalu, seperti biasa, dia duduk di satu sudut kota, di bawah sebuah pohon dan mendengarkan langkah kaki orang-orang yang melewati tempat duduknya. Dia menanti seseorang yang akan melontarkan kepingan uang atau makanan dalam tangannya, tetapi seolah-olah, tidak ada seorangpun yang menghiraukannya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara tapak kaki mendekatinya. Lelaki tua yang buta itu menumpukan sepenuh perhatiannya kepada langkah tersebut, tetapi beberapa saat kemudian, suara langkah tersebut tidak lagi terdengar. Meskipun lelaki tua itu buta dan tidak melihat sesuatu, tetapi dia dapat merasakan bahwa seseorang sedang memperhatikannya. Dia berkata sendirian, siapakah gerangannya orang tersebut? Ketika dia tenggelam dalam fikirannya, terdengar suara orang memberi salam. Lelaki tua itu menjawab salamnya dengan berkata, “Salam, selamat pagi.”&lt;br /&gt;Lelaki tua itu sekali lagi merasakan bahwa orang tersebut sedang memperhatikannya. Orang itu dengan perlahan-lahan berjalan melewati dirinya, tetapi tidak berapa jauh, dia berhenti dan memandang lelaki buta itu. Hatinya yang baik tersentuh melihat lelaki tua itu. Orang itu berkata sendirian: apakah lelaki buta ini tidak mempunyai siapapun untuk membantunya? Bersamaan dengan itu, orang-orang dan pedagang yang melewati tempat tersebut dan melihat kehadiran Amirul Mukminin Ali a.s. di sisi lelaki buta itu. Mereka menghampirinya dan memberi salam kepada beliau sebagai tanda penghormatan. &lt;br /&gt;Kini pahamlah lelaki tua yang buta itu bahwa lelaki yang memandanginya itu ternyata adalah pemimpin umat Islam, Imam Ali a.s. Imam Ali as menjawab salam orang-orang itu dan bertanya, “Kenalkah kalian dengan lelaki tua ini?”&lt;br /&gt;Mereka yang mengenali lelaki tua itu berkata, ”Wahai Ali, lelaki tua ini adalah seorang penganut nashrani, isterinya telah meninggal dunia. Dia adalah seorang lelaki yang amat baik dan bekerja keras. Tetapi sejak dia menjadi buta, dan dikarenakan dia tidak mempunyai siapapun, dia terpaksa mencari uang dengan meminta sedekah.”&lt;br /&gt;Lelaki tua yang mendengar dengan penuh perhatian kata-kata mengenai dirinya itu, lalu berdiri dengan berpegang kepada tongkatnya. Dia menanti jawaban dari Imam Ali a.s. Ketika Imam Ali a.s mengetahui nasib si lelaki tua itu, beliau menundukkan kepalanya karena merasa sangat terharu. Tak lama kemudian, beliau berkata, “Sungguh menakjubkan! Ketika lelaki ini mempunyai kemampuan, dia telah bekerja keras dan kini bila dia berada dalam keadaan lemah, dia ditinggalkan? Ketika dia bisa melihat dan mempunyai kemampuan, dia bekerja keras untuk masyarakat. Kini, ketika dia sudah tua dan tidak lagi mampu untuk bekerja, maka menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan keperluannya.”&lt;br /&gt;Ketika mendengar kata-kata Imam Ali itu, cahaya harapan bersinar ke dalam jiwa lelaki tua tersebut. Dia berkata dengan penuh kasih sayang kepada Ali a.s., “Ya Tuhan, Engkau limpahkanlah kebaikan untuk Ali.”&lt;br /&gt;Ketika waktu maghrib tiba, lelaki tua itu mengambil keputusan untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, dia didatangi oleh utusan Imam Ali a.s. yang meletakkan satu pundi uang ke tangan lelaki tua itu dan berkata, ”Ambillah uang ini! Imam Ali memberi perintah sejak kini Anda akan mendapat bagian dari baitul mal. Oleh karena itu engkau tidak perlu lagi meminta sedekah.”&lt;br /&gt;Lelaki tua itu bangun dari tempat duduknya, dan membuka pundi tersebut dengan rasa tidak percaya. Dia meremas-remas uang dalam tangannya. Beberapa kali bibirnya menyebut nama Ali dan berkata: Ya Tuhan ku, betapa baiknya Ali, walaupun aku adalah seorang nashrani dan bukan seagama dengannya, tetapi dia tetap berbuat baik kepadaku. Betapa aku telah membuat kesalahan. Ternyata, masih ada manusia yang sedemikian baik. Ya Tuhanku, aku mengucapkan syukur kepadamu atas segala karunia ini.&lt;br /&gt;Sejarah menyaksikan bahwa Imam Ali as senantiasa berperilaku baik dalam perbuatan dan kata-katanya terhadap umatnya, khususnya mereka yang miskin. Imam Ali a.s. dalam sebagian dari suratnya kepada Malik Asytar, gubernur Mesir menulis sebagai berikut :&lt;br /&gt;Penuhilah hati dengan kasih sayang kepada rakyat dan berbuat baiklah kepada mereka semua. Rakyat terbagi kepada dua golongan, satu golongan ialah mereka yang seagama denganmu dan satu golongan lagi ialah yang sama-sama diciptakan Allah sepertimu. Di antara rakyat yang kesusahan, yang memerlukan bantuan, dan berada dalam kesulitan, serta yang sakit, yang tidak punya siapapun selain dari Tuhan, ada dua golongan. Ada kelompok yang sabar dan menahan diri dari meminta-minta dan ada kelompok yang menadahkan tangan meminta sedekah. Maka jadilah engkau orang yang membela mereka ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3067705675239142681?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3067705675239142681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/nasib-lelaki-buta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3067705675239142681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3067705675239142681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/nasib-lelaki-buta.html' title='Nasib Lelaki Buta'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2557862376299791219</id><published>2009-02-22T14:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T14:05:40.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Abu Musa</title><content type='html'>Sepotong Roti Penebus Dosa Abu Burdah bin Musa al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya : "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan shalat dan bersujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendeta yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa potong roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sepotong roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bagian dari orang yang membagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari sepotong roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadah yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sepotong roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sepotong roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu orang yang memiliki sepotong itu!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2557862376299791219?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2557862376299791219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/abu-musa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2557862376299791219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2557862376299791219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/abu-musa.html' title='Abu Musa'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7204903295693658026</id><published>2009-02-22T14:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T14:04:15.161-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muamalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Bersahabat dengan Golongan Ghairul Islam (Non Islam) dan Penganutnya</title><content type='html'>Barangkali ada perasaan ingin bertanya dan menjadi tutur-kata oleh sementara orang: bagaimana mungkin dapat diwujudkan suatu kebaikan, kasih-sayang dan pergaulan yang harmonis dengan golongan ghairul Islam, padahal al-Quran sendiri dengan tegas melarang berkasih-sayang dan bersahabat dengan orang-orang kafir, sebagaimana dinyatakan:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai ketua, sebagian terhadap sebagiannya. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai ketua, maka dia itu tergolong mereka, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Maka kamu melihat orang-orang yang dalam hatinya itu ada penyakit, cepat-cepat pergi kepada mereka." (al-Maidah: 51-52)&lt;br /&gt;Jawabnya: Bahwa ayat-ayat ini tidak mutlak, tidak mengenai setiap Yahudi dan Nasrani atau kafir. Kalau difahami demikian, niscaya akan terdapat kontradiksi antara ayat-ayat tersebut dengan nas-nas lainnya yang mengundang supaya dijalin saling pengertian dengan baik dengan seluruh pemeluk agama. Ditambah lagi dengan suatu perkenan kawin dengan ahli kitab dengan penegasan ayat-ayat al-Quran yang antara lain berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Allah menjadikan di antara kamu (suami-isteri) cinta dan kasih-sayang." (ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;Dan khusus tentang Nasrani Allah mengatakan:&lt;br /&gt;"Sungguh kamu akan menjumpai dari antara orang kafir yang lebih dekat cintanya kepada orang-orang mu'min, yaitu orang-orang yang mengatakan: kami adalah orang-orang Nasrani." (al-Maidah: 83)&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka ayat-ayat al-Maidah: 51-52 di atas ditujukan untuk orang-orang yang menentang Islam dan yang memerangi kaum muslimin. Oleh karena itu tidak halal seorang muslim memberi bantuan dan saling bantu-membantu dengan mereka.&lt;br /&gt;Inilah yang dimaksud dengan muwalat (bersahabat, mengangkat orang kafir sebagai ketua).&lt;br /&gt;Dan dilarangnya pula kaum muslimin menjadikan mereka ini sebagai sahabat karib sehingga dengan muamalah mereka dapat mengetahui rahasia-rahasia kita. Dan menjadikan mereka sebagai kawan yang bertugas sebagai infiltran yang dibiayai oleh golongan dan agamanya.&lt;br /&gt;Terhadap mereka ini al-Quran dengan tegas menyatakan:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu menjadikan sahabat karib orang-orang selain golonganmu, mereka itu tidak mau menolong kamu dari kecelakaan, mereka itu senang kalau kamu susah; sungguh telah nampak kebencian dari mulut-mulut mereka, sedang apa yang tersembunyi dalam hati mereka lebih besar. Sungguh kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat kami kalau kamu mau berfikir. Kamu ini adalah orang-orang yang kasih kepada mereka, tetapi mereka tidak mau kasih kepadamu." (ali-Imran: 118-119)&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan kepada kita tentang sifat-sifat mereka kepada kita, bahwa mereka itu menyembunyikan permusuhan dan kebenciannya kepada kaum muslimin dan telah dinyatakan dalam lidah mereka.&lt;br /&gt;Dan firmanNya pula:&lt;br /&gt;"Engkau tidak dapati orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir itu menunjukkan kecintaannya kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya, sekalipun mereka itu ayah-ayahnya sendiri, anak-anaknya sendiri, saudara-saudaranya sendiri dan keluarganya sendiri." (al-Mujadalah: 22)&lt;br /&gt;Orang yang menentang Allah dan Rasul tidak sekedar karena kufur tetapi justru karena mereka memusuhi Islam dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Dan firman Allah:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu jadikan musuhku dan musuhmu sebagai ketua, kamu tampakkan kepada mereka rasa cinta, padahal mereka telah kufur terhadap kebenaran yang datang kepadamu, mereka akan mengusir Rasul dan kamu juga, lantaran kamu beriman kepada Allah sebagai Tuhanmu." (al-Mumtahinah: 1)&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah persahabatan dengan orang-orang musyrik Makkah yang pada waktu itu mereka memerangi Allah dan Rasul, dan mengusir orang-orang Islam dari Makkah justru karena mereka mengatakan kami beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;Orang-orang seperti ini tidak boleh kita ajak bersahabat.&lt;br /&gt;Kendatipun demikian, al-Quran tidak memutus harapan kejernihan mereka, dan tidak pula mengatakan sikap pesimis. Bahkan al-Quran memberikan suatu harapan kiranya dapat merombak sikap mereka itu dan menjernihkan hati mereka. Untuk itu dalam surah itu juga al-Quran mengatakan:&lt;br /&gt;"Barangkali Allah akan menjadikan antara kamu dan antara orang-orang yang kamu musuhi itu perasaan cinta, sedang Allah Maha Kuasa, dan Allah pun Maha Pengampun dan Belas-kasih." (al-Mumtahinah: 7)&lt;br /&gt;Peringatan al-Quran ini kiranya cukup dapat melunakkan ketajaman pertentangan dan berkobarnya api permusuhan. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis yang berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Bencilah kamu kepada musuhmu itu sekedarnya saja, agar satu saat dia akan mencintaimu." (Riwayat Tarmizi dan Baihaqi)&lt;br /&gt;Lebih keras lagi haramnya berkawan dengan musuh, apabila mereka itu orang-orang kuat, optimis dan menakutkan, sehingga karenanya orang-orang munafik dan yang sakit hati berusaha untuk berkawan dengan mereka dan mengangkatnya sebagai kawan pelindung untuk memperkuat barisannya, dengan suatu harapan akan sangat berguna di hari esok,&lt;br /&gt;Untuk itulah, maka Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Maka kamu akan melihat orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit, pergi dengan cepat-cepat kepada mereka sambil berkata: kami takut akan mendapat kecelakaan, tetapi mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu urusan dari sisinya, sehingga dengan demikian mereka akan menyesali apa-apa yang mereka rahasia akan dalam hati-hati mereka itu." (al-Maidah: 52) &lt;br /&gt;"Beritahulah orang-orang munafik itu, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai ketua, bukan kepada orang-orang mu'min. Apakah mereka mengharapkan kejayaan dari sisi mereka? Sesungguhnya kejayaan adalah milik Allah seluruhnya." (an-Nisa': 138-139)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7204903295693658026?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7204903295693658026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bersahabat-dengan-golongan-ghairul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7204903295693658026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7204903295693658026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bersahabat-dengan-golongan-ghairul.html' title='Bersahabat dengan Golongan Ghairul Islam (Non Islam) dan Penganutnya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2634618224772299482</id><published>2009-02-22T14:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T14:02:01.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Tentara Muslim dan Gembala Yahudi</title><content type='html'>Beberapa hari telah berlalu ketika Rasulullah terpaksa berperang dengan musuh Islam. Dalam perang kali ini, musuh Rasulullah ialah sekelompok kaum Yahudi yang mempunyai niat buruk terhadap Rasul sehingga memaksa Rasul untuk berperang dengan mereka. Tentara umat Islam pada saat itu berhadapan dengan kesulitan bahan pangan dan tengah merasakan kelaparan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, beberapa orang tentara muslim berbicang-bincang di antara mereka. Salah seorang dari mereka berkata, “Semoga Rasul sedang memikirkan jalan keluar. Kelaparan ini bisa menyebabkan sebagian dari kita akan menyerah.”&lt;br /&gt;Yang lain menjawab, “Kelaparan dan kehausan merupakan hal yang lumrah dalam perang. Tetapi benar seperti katamu, kali ini kondisi kita amatlah berbeda, sudah tentu Rasul memikirkan jalan keluar. Namun, alangkah baiknya kita bersabar dan tidak meninggalkan Rasul sendirian dalam masa yang amat penting ini.”&lt;br /&gt;Di satu tempat yang tak jauh dari medan perang, di padang yang penuh dengan kehijauan dan keindahan, seorang penggembala Yahudi membawa kambing-kambingnya keluar untuk makan. Selama beberapa waktu, dia telah mendengar hakikat Islam yang membuat hati dan jiwa penggembala muda ini dipenuhi oleh panggilan Islam. Penggembala Yahudi itu berkata kepada dirinya sendiri, “Akhirnya sebagian orang yang keras kepala membuat perang ini terpaksa terjadi. Tetapi mungkin justru saat ini waktu yang tepat bagiku untuk menemui Rasul dan mendengarkan hakikat agama ini dari kata-katanya sendiri.” &lt;br /&gt;Sejenak penggembala muda ragu-ragu, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah masuk akal baginya jika dia pergi ke tengah-tengah pasukan Islam dan melakukan pertemuan dengan Rasul, ataukah sebaiknya dia tinggal saja di antara kabilahnya dengan menanggung kegelisahan jiwa. Setelah beberapa saat duduk berpikir, akhirnya dia bangun menjawab panggilan hatinya dan bergerak ke arah tentara muslim.&lt;br /&gt;Tentera muslim yang sedang sibuk melakukan pengawasan, melihat sebuah sosok menghampiri dari kejauhan. Penggembala itu datang kian mendekat. Dia melangkah dengan hati-hati dan tangannya diangkat sebagai tanda menyerah. Dari kejauhan dia berteriak, “Wahai sahabat, bersabarlah. Aku hanyalah seorang penggembala. Aku telah meninggalkan kabilahku karena aku tertarik kepada agama kalian serta ingin bertemu dengan nabi kalian. Bawalah aku menemuinya.”&lt;br /&gt;Salah seorang dari tentara muslim berkata, “Dapatkah kita percaya dengan kata-katanya?” Tentara yang lain menjawab, “Tampaknya dia bukan seorang penipu.” Akhirnya tentara muslim dengan penuh waspada menerima penggembala Yahudi itu dan berita mengenai kedatangannya sampai kepada Rasulullah. Penggembala Yahudi itu memperhatikan bahwa tentara muslim sedang berada dalam kekurangan makanan. Dia berpikir, bila ia menjadi muslim, ia akan membawakan kambing-kambingnya untuk tentara muslim. &lt;br /&gt;Ketika bertemu dengan Rasulullah, penggembala itu amat terkesan dengan pandangan Rasulullah yang tajam namun penuh kelembutan. Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Apa yang ingin kausampaikan padaku, wahai anak muda?” Pengembala Yahudi menjawab, “telah lama aku memikirkan agama kalian ini. Tuhan yang kalian sembah, adalah Tuhan yang aku cari sejak kecil. Aku mendengar tentang agamamu sebagai agama persahabatan, kasih sayang, persaudaraan dan persamaan. Mereka mengatakan bahwa Anda adalah pembantu orang-orang mazlum dan musuh orang-orang zalim. Aku mendengar bahwa engkau sedemikian pengasihnya sehingga semua orang yang tertindas merasakan ketenangan dan ketenteraman dibawah naunganmu. Dari senyuman yang senantiasa mengiringi kata-katamu, seolah-olah pada masa yang singkat ini, semua hakikat itu telahku lihat dengan mataku sendiri.”&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW melihat semangat dan gelora penggembala Yahudi itu, beliau paham bahwa hati anak muda tersebut telah siap menerima rahmat Ilahi. Rasulullah menyampaikan hakikat Islam kepada anak muda Yahudi itu dengan kalimat yang menarik dan penuh kelemahlembutan. Saat itu juga, anak muda itu melafazkan dua kalimah syahadah dan menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;Kemudian, penggembala itu berkata, “Wahai Rasulullah, tentaramu tidak mempunyai makanan yang cukup. Saat ini, aku sedang menggembala kambing-kambing tuanku di sebuah padang rumput yang tak jauh dari sini. Kini hubunganku dengan tuan pemilik kambing itu telah terputus. Aku ingin membawa kambing-kambing itu untuk tentaramu agar mereka tidak lagi kelaparan.” Rasulullah bangun berdiri dan dihadapan pandangan ratusan tentera yang kelaparan, beliau menjawab, “Wahai anak muda, ketahuilah bahwa dalam agama Islam khianat merupakan salah satu dari kesalahan yang besar. Pergilah engkau ke kabilahmu dan kembalikan kambing-kambing itu kepada pemiliknya.” Si penggembala muda merasa sungguh terpesona terhadap kesetiaan Rasul kepada akhlak Islami. Dia menaati perintah Rasul itu dan kemudian bergabung dengan barisan umat Islam. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang tidak boleh dilanggar oleh seorang muslim. Pertama, menepati janji kepada orang lain, baik muslim atau kafir. Kedua, berbuat baik kepada ibu dan bapa, baik mereka itu muslim ataupun kafir. Ketiga, memelihara amanah, baik pemberi amanah itu muslim atau kafir.”(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2634618224772299482?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2634618224772299482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/tentara-muslim-dan-gembala-yahudi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2634618224772299482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2634618224772299482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/tentara-muslim-dan-gembala-yahudi.html' title='Tentara Muslim dan Gembala Yahudi'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-1538802653732350258</id><published>2009-02-22T13:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T14:01:02.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Wanita Jelata</title><content type='html'>Seorang gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keheranan sang Gubernur bertanya, "Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti para tetanggamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda bermuka buruk itu menjawab, "Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat."&lt;br /&gt;"Maksud engkau?" tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.&lt;br /&gt;"Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sahlat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.&lt;br /&gt;Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak akan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas hanya pas-pasan. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang gubernur bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas kristal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintahkan agar semua hadirin membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yg melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.Gubernur lalu bertanya, "Mengapa kaubanting gelas itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa takut wanita itu menjawab, "Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurnag lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi."&lt;br /&gt;Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.&lt;br /&gt;"Sebab lainnya?" tanya Gubernur.Wanita itu menjawab, "Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur makin takjub. Demikian pula para tamunya. "Masih ada sebab lain?"Perempuan itu mengangguk dan berkata, "Ketiga, dengan memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya."Maka ketika kemudian Gubernur yang  ditinggal mati istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-1538802653732350258?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/1538802653732350258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/wanita-jelata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1538802653732350258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1538802653732350258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/wanita-jelata.html' title='Wanita Jelata'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4256374170536146613</id><published>2009-02-22T13:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T13:58:41.972-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Si Fakir Yang Dermawan</title><content type='html'>Pada zaman dahulu, ada seorang lelaki yang beriman tinggal bersama dengan isteri dan anak-anaknya. Mereka tinggal dalam sebuah gubuk sederhana. Meskipun mereka jauh dari kilauan dan gemerlap materi, hati mereka dipenuhi dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;Pada suatu hari lelaki beriman itu berada dalam kesulitan, sampai-sampai isterinya berkata kepada lelaki itu, “Kini simpanan kita tinggal satu dirham saja.” Lelaki itu mengambil satu dirham tersebut dan pergi ke pasar. Dengan uang itu dia akan membeli sedikit makanan. Dalam keadaan bertawakal kepada Tuhan, dia tiba di pasar. Baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba terdenagar suara gaduh. Seseorang berkata dengan marah, “Engkau harus membayar utangmu. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan engkau pergi.”&lt;br /&gt;Lelaki yang berdiri di hadapan orang itu menundukkan kepalanya karena malu. Sang lelaki yang beriman itu mendekati kedua orang yang berselisih itu dan dengan suara yang lembut bertanya, “Baiklah, katakanlah apa yang menyebabkan kalian berselisih paham.” &lt;br /&gt;Lelaki yang berhutang berkata, “Lelaki ini telah menjatuhkan harga diriku hanya karena uang satu dirham padahal saat ini aku tidak mampu untuk melunasi utang tersebut.”&lt;br /&gt;Lelaki beriman itu berfikir sebentar dan kemudian, uang satu dirham yang dimilikinya itu diberikannya kepada si penghutang. Akhirnya, terjalinlah persahabatan antara orang itu tadi. Lelaki yang berutang itu mendoakan keselamatan buat lelaki yang beriman itu serta mengucapkan kesyukurannya.&lt;br /&gt;Hati lelaki beriman itu dipenuhi rasa gembira karena berhasil menolong orang lain. Lalu diapun pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan dia terpikir, “Sekarang, bagaimana aku harus memberi jawaban kepada isteri ku? Jika dia memprotes, aku akan membiarkannya karena itu haknya.”&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, dia menceritakan apa yang telah terajdi. Isterinya adalah juga seorang perempuan yang baik dan beriman. Dia tidak memprotes suaminya, malah berkata, “Engkau telah melakukan sesuatu yang baik hari ini dan engkau telah memelihara harga diri lelaki itu. Allah pasti akan memberi balasan kepadamu. Ambillah tali yang ada di rumah kita ini dan juallah di pasar. Mudah-mudahan, uang tersebut bisa engkau gunakan untuk membeli makanan. &lt;br /&gt;Lelaki beriman itu merasa sungguh gembira dengan sikap isterinya tersebut. Dia kemudian mengambil tali itu dan membawanya ke pasar. Namun, betapapun dia berusaha keras untuk menjual tali itu, tidak ada seorang pun yang ingin membelinya. Dengan rasa putus asa, dia pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan pulang, dia bertemu dengan nelayan penjual ikan yang juga gagal menjual ikannya. Lelaki beriman itu menghampirinya dan berkata, “Tidak ada orang yang ingin membeli ikanmu dan tidak juga taliku. Bagaimana menurutmu bila kita berdua saling menukar barang ini?”&lt;br /&gt;Si nelayan berpikir dan kemudian berkata, “Aku tidak mempunyai tempat untuk menyimpan ikan ini di rumah. Lebih baik engkau ambillah ikan ini dan sebagai gantinya aku akan menjadi pemilik talimu yang mungkin di satu hari nanti berguna buatku.” &lt;br /&gt;Akhirnya, lelaki beriman itu membawa pulang ikan ke rumahnya. Isterinya dengan gembira segera memasak ikan tersebut. Ketika perut ikan dibelah, dengan penuh takjub dia menemukan sebuah mutiara yang berharga di dalamnya. Ya, suami istri mukmin dan baik hati itu memperoleh harta yang banyak.&lt;br /&gt;Lelaki itu membawa mutiara ke toko emas untuk dijual dan mutiara itu terjual dengan harga seratus dirham. Lelaki itu dan isterinya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kekayaan. Mereka pun tidak lupa untuk tetap berbuat baik dengan membagi-bagikan sebagian uang mereka kepada orang-orang miskin lainnya. Lelaki beriman itu berkata kepada isterinya: Tuhan telah mengaruniakan kepada kita nikmat, kesenangan dan kemewahan. Kini sebagai tanda kesyukuran atas nikmat ini marilah kita membagikan kekayaan yang ada kepada mereka yang memerlukan. Siapakah yang lebih layak dari sang nelayan yang telah bersusah payah menangkap ikan di laut itu?”&lt;br /&gt;Lelaki beriman itu pergi ke pasar dan mencari si nelayan itu. Setelah berusaha keras, akhirnya dia bertemu dengan sang nelayan dan dia pun menceritakan pengalamannya. Dia berkata, “Aku ingin memberi sebagian dari uang ini kepadamu.” Meskipun miskin, nelayan itu adalah seorang lelaki yang baik hati. Dia berkata, “Wahai teman, apa yang engkau dapatkan di dalam perut ikan itu disebabkan karena kebaikanmu dan aku tidak bersedia mengambil apa-apa darimu.”&lt;br /&gt;Lelaki beriman itu menjawab, ”Tuhan telah memberi ilham kepadamu sehinggakan dengan niat baik engkau telah menukar ikan milikmu dengan taliku agar aku dapat mengenyangkan perut isteri dan anak-anakku. Ketahuilah, apa yang ingin aku berikan kepadamu ini adalah hadiah bagi niat baikmu itu. Tuhan menginginkan agar engkaupun menikmati nikmat yang Dia berikan.”&lt;br /&gt;Akhirnya, nelayan tersebut menerima uang itu dan mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kebaikan dan karunia Tuhan. Dengan cara ini, Tuhan telah memberi kemuliaan kepada lelaki beriman dan isterinya itu lewat ujian-Nya. Dalam ketiadaan harta, mereka tetap bersabar dan dalam keadaan berkecukupan, mereka mengucapkan bersyukur kepada Tuhan dan membagi nikmat itu dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah indah mengenai lelaki beriman ini mengingatkan kita kepada kata mutiara dari Imam Ja’far Shadiq a.s. , yaitu, “Barang siapa yang membantu meringankan kesulitan orang mukmin, Tuhan akan memberi kemudahan kepadanya dunia dan akhirat.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4256374170536146613?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4256374170536146613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/si-fakir-yang-dermawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4256374170536146613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4256374170536146613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/si-fakir-yang-dermawan.html' title='Si Fakir Yang Dermawan'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4997348375982611243</id><published>2009-02-14T11:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T11:58:24.470-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Aurat Perempuan</title><content type='html'>Dari uraian terdahulu, kita tahu bahwa semua bagian tubuh yang tidak boleh dinampakkan, adalah aurat. Oleh karena itu dia harus menutupinya dan haram dibuka.&lt;br /&gt;Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, yaitu seluruh badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Demikian menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Karena dibolehkannya membuka kedua anggota tersebut seperti kata ar-Razi adalah karena ada suatu kepentingan untuk bekerja, mengambil dan memberi. Oleh karena itu orang perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi rukhsah (keringanan) untuk membuka anggota yang biasa terbuka dan mengharuskan dibuka, justru syariat Islam adalah suatu syariat yang toleran.&lt;br /&gt;Ar-Razi selanjutnya berkata: "Oleh karena membuka muka dan kedua tapak tangan itu hampir suatu keharusan, maka tidak salah kalau para ulama juga bersepakat, bahwa kedua anggota tersebut bukan aurat."&lt;br /&gt;Adapun kaki, karena terbukanya itu bukan suatu keharusan, maka tidak salah juga kalau mereka itu berbeda pendapat (ikhtilaf), apakah dia itu termasuk aurat atau tidak?&lt;br /&gt;Sedang aurat orang perempuan dalam hubungannya dengan duabelas orang seperti yang disebut dalam ayat an-Nur itu, terbatas pada perhiasan (zinah) yang tidak tersembunyi, yaitu telinga, leher, rambut, dada, tangan dan betis. Menampakkan anggota-anggota ini kepada duabelas orang tersebut diperkenankan oleh Islam. Selain itu misalnya punggung, kemaluan dan paha tidak boleh diperlihatkan baik kepada perempuan atau laki-laki kecuali terhadap suami.&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap ayat ini lebih mendekati kepada kebenaran daripada pendapat sementara ulama yang mengatakan, bahwa aurat perempuan dalam hubungannya dengan mahram hanyalah antara pusar dan lutut. Begitu juga dalam hubungannya dengan sesama perempuan. Bahkan apa yang dimaksud oleh ayat tersebut yang kiranya lebih mendekati kepada pendapat sebagian ulama, yaitu: "Bahwa aurat perempuan terhadap mahramnya ialah anggota yang tidak tampak ketika melayani. Sedang apa yang biasa tampak ketika bekerja di rumah, mahram-mahram itu boleh melihatnya."&lt;br /&gt;Justru itu Allah memerintahkan kepada perempuan-perempuan mu'minah hendaknya mereka itu memakai jilbab ketika keluar rumah, supaya berbeda dengan perempuan-perempuan kafir dan perempuan-perempuan lacur. Untuk itu pula Allah perintahkan kepada Nabi-Nya supaya menyampaikan pengumuman Allah ini kepada ummatnya; yang berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu." (al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Jilbab, yaitu pakaian yang lebarnya semacam baju kurung untuk dipakai perempuan guna menutupi badannya.&lt;br /&gt;Sebagian perempuan jahiliah apabila keluar rumah, mereka menampakkan sebagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik dan yang suka iseng, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan mu'minah untuk menghulurkan jilbabnya itu sehingga sedikitpun bagian-bagian tubuhnya yang biasa membawa fitnah itu tidak tampak. Dengan demikian secara lahiriah mereka itu dikenal sebagai wanita yang terpelihara (afifah) yang tidak mungkin diganggu oleh orang-orang yang suka iseng atau orang-orang munafik.&lt;br /&gt;Jadi jelasnya, bahwa ayat tersebut memberikan illah (alasan) perintahnya itu karena khawatir perempuan-perempuan muslimah itu diganggu oleh orang-orang fasik dan menjadi perhatian orang-orang yang suka iseng. Bukan ketakutan yang timbul dari perempuan itu sendiri atau karena tidak percaya kepada mereka, sebagaimana anggapan sementara orang, sebab perempuan yang suka menampakkan perhiasannya, yang berjalan dengan penuh bergaya (in action) dan bicaranya dibuat-buat, sering membuat perhatian orang laki-laki dan membikin sasaran orang-orang yang suka iseng.&lt;br /&gt;Ini cocok dengan firman Allah yang mengatakan:&lt;br /&gt;"Janganlah perempuan-perempuan itu berlaku lemah dengan perkataannya, sebab akan menaruh harapan orang yang dalam hatinya ada penyakit." (al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;Islam memperkeras persoalan menutup aurat dan menjaga perempuan muslimah. Hanya sedikit sekali perempuan diberinya rukhsah (keringanan), misalnya perempuan-perempuan yang sudah tua.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;"Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." (an-Nur: 60)&lt;br /&gt;Yang dimaksud al-qawa'id (perempuan-perempuan yang duduk), yaitu perempuan-perempuan yang sudah tidak haidh dan tidak beranak lagi karena sudah tua. Justru itu mereka sudah tidak ada keinginan untuk kawin dan sudah tidak suka kepada laki-laki, begitu juga laki-laki itu sendiri sudah tidak suka kepada mereka.&lt;br /&gt;Untuk mereka ini, Allah memberikan kelonggaran dan tidak menganggap suatu perbuatan dosa, jika mereka itu menanggalkan sebagian pakaian luar yang biasa tampak, seperti baju kurung, kebaya, kudung dan sebagainya.&lt;br /&gt;Al-Quran memberikan batas rukhsah ini dengan kata: tidak menampak-nampakkan perhiasannya, yakni tidak bermaksud menanggalkan pakaiannya itu untuk menunjuk-nunjukkan. Akan tetapi kelonggaran ini diberikan jika memang mereka itu memerlukan.&lt;br /&gt;Berdasarkan  rukhsah ini, maka kiranya yang lebih afdhal dan lebih baik hendaknya mereka tetap menjaga diri dengan selalu mengenakan pakaian-pakaian tersebut, untuk mencari kesempurnaan dan supaya terhindar dari segala syubhat. Karena itu Allah mengatakan dan kalau mereka itu menjaga diri adalah lebih baik bagi mereka.Wallahu alam bishawab.(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4997348375982611243?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4997348375982611243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/aurat-perempuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4997348375982611243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4997348375982611243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/aurat-perempuan.html' title='Aurat Perempuan'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2873257035992014711</id><published>2009-02-14T11:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T11:57:10.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahmatan lil alamin'/><title type='text'>Islam Membawa Rahmat untuk Segenap Ummat Manusia Sampai kepada Binatang</title><content type='html'>Bagaimana mungkin Islam membenarkan ummatnya untuk berbuat jahat dan menyakiti golongan ghairul Islam, sedang Islam itu sendiri sudah berwasiat kepada ummatnya untuk menaruh belas-kasih kepada setiap yang bernyawa, dan melarang berlaku kasar terhadap binatang.&lt;br /&gt;Islam telah mendahului mengadakan gerakan kasih kepada binatang 13 abad yang lalu, sehingga dimasukkan dalam bagian iman dan berlaku kasar kepada binatang sebagai penyebab masuk neraka.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. pernah menceriterakan kepada para sahabatnya tentang seorang laki-laki yang menjumpai seekor anjing melolong karena kehausan, kemudian dia melepas sepataunya dipenuhi air untuk memberi minum anjing tersebut sehingga merasa puas. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Maka Allah berterimakasih kepada orang itu (karena pertolongannya) serta mengampuninya. Lantas para sahabat bertanya: Apakah ada pahalanya lantaran binatang ya Rasulullah? Jawab Nabi: Dalam tiap hati yang masih basah ada pahalanya." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Di balik lukisan cemerlang yang menyebabkan diperolehnya keampunan Allah ini, maka Rasulullah melukiskan bentuk lain pula yang menyebabkan murka dan siksaan Allah. Maka bersabdalah Nabi:&lt;br /&gt;"Seorang perempuan akan masuk neraka sebab kucing yang ditahannya, tidak diberinya makan dan tidak dilepaskannya untuk mencari makan dari serangga darat." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Begitu kerasnya masalah kehormatan binatang, sampai-sampai pernah suatu ketika Rasulullah s.a.w. melihat seekor keledai yang dicap (dicop dengan besi yang membara) mukanya, kemudian Nabi memarahinya sambil ia bersabda:&lt;br /&gt;"Demi Allah saya tidak memberi tanda, kecuali pada tempat yang jauh dari mukanya." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadis lain diceriterakan, bahwa suatu ketika Rasulullah s.a.w. pernah melewati seekor keledai yang diberi tanda di mukanya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Apakah belum sampai kepadamu, bahwa saya melaknat orang yang memberi tanda pada binatang di mukanya, atau memukul binatang di mukanya?!" (Riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;Sebelum ini sudah pernah juga kita tuturkan, bahwa Ibnu Umar pernah menyaksikan beberapa orang yang menjadikan ayam sebagai sasaran latihan memanah, kemudian ia berkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran (memanah)." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas juga berkata:&lt;br /&gt;"Rasulullah s.a.w. melaknat mengadu binatang." (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)&lt;br /&gt;Sedang yang dimaksud dengan tahrisy (mengadu), yaitu binatang-binatang itu diadu sampai mati atau hampir mati.&lt;br /&gt;Dan Ibnu Abbas juga berkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Rasulullah s a w. melarang keras mengkebiri binatang." (Riwayat Bazzar dengan sanad sahih) &lt;br /&gt;Begitu juga al-Quran mengecam perbuatan jahiliah yang membelah telinga binatang. Dinilainya perbuatan tersebut sebagai bisikan syaitan. (Lihat surah an-Nisa': 119),&lt;br /&gt;Kita sudah mengetahui dalam pembicaraan tentang masalah penyembelihan, betapa tekanan Islam agar penyembelihan itu dilakukan dengan memberikan keringanan pada binatang dengan cara yang semudah-mudahnya, misalnya dengan menajamkan pisau dan dilakukan pada urat-urat nadi binatang itu. Dan dilarangnya menyembelih binatang di hadapan binatang lainnya.&lt;br /&gt;Waktu itu dunia belum mengenal kasih-sayang kepada binatang sejauh ini. Masih di luar khayal.Wallahu alam bishawab.(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2873257035992014711?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2873257035992014711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/islam-membawa-rahmat-untuk-segenap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2873257035992014711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2873257035992014711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/islam-membawa-rahmat-untuk-segenap.html' title='Islam Membawa Rahmat untuk Segenap Ummat Manusia Sampai kepada Binatang'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7216282089990644815</id><published>2009-02-14T11:54:00.001-08:00</published><updated>2009-02-14T11:54:43.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Meratapi Orang yang Sudah Mati</title><content type='html'>Di antara tradisi yang diberantas oleh Islam, yaitu tradisi jahiliah yang berkenaan dengan masalah kematian, misalnya: meratap, teriak-teriak dan berlebih-lebihan dalam melahirkan kesusahan dan kedukaan.&lt;br /&gt;Islam mengajar ummatnya, bahwa mati hanyalah sekedar pindah dari satu tempat ke tempat lain, bukan musnah samasekali, tidak pula hilang begitu saja. Sedang duka tidak dapat menghidupkan orang yang sudah mati dan tidak dapat menolak takdir Allah. Oleh karena itu setiap mu'min harus menerima kematian ini sebagaimana halnya menerima musibah, yaitu harus sabar dengan mencari keridhaan Allah serta mengambil suatu pelajaran dengan mengharapkan pertemuan abadi di akhirat, sambil mengulang-ulang kalimat inna lillahi wainna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepadaNyalah kami akan kembali).&lt;br /&gt;Adapun apa yang diperbuat oleh orang-orang jahiliah, adalah mungkar dan haram yang tidak diakui oleh Rasulullah s.a.w, sebagaimana sabdanya:&lt;br /&gt;"Tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi dan merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliah." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Tidak halal seorang muslim memakai tanda khusus untuk berkabung atau tidak berhias atau mengganti pakaian dan gerak yang sudah biasa, demi menampakkan perasaan duka dan sedih. Kecuali isteri karena ditinggal mati oleh suaminya, dia harus melakukan berkabung selama empat bulan sepuluh hari, guna memenuhi hak suami dan demi ikatan suci yang telah menghubungkan antara keduanya. Sehingga dia tidak menampakkan perhiasan dan tidak menjadi sasaran mata orang-orang yang hendak meminangnya selama dalam iddah itu. Yang oleh Islam dianggap sebagai melanjutkan beberapa hak suami dalam perkawinannya yang telah terdahulu dan sebagai anyaman atas perkawinan yang lalu.&lt;br /&gt;Tetapi kalau yang mati itu kebetulan bukan suami, misalnya ayah, anak atau saudara, maka tidak halal seorang perempuan berkabung lebih dari tiga hari.&lt;br /&gt;Zainab binti Abu Salamah meriwayatkan dari Ummu Habibah isteri Nabi s.a.w. ketika ayahnya, Abu Sufyan meninggal dunia. Dia juga meriwayatkan dari Zainab binti Jahsy ketika saudaranya yang laki-laki meninggal dunia. Kedua isteri Nabi ini tidak memakai wangi-wangian, kemudian ia berkata: "Demi Allah, saya tidak lagi memerlukan wangi-wangian, namun saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Tidak halal seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkabung karena kematian, lebih dari tiga malam, kecuali atas kematian suami, maka harus berkabung empat bulan sepuluh hari." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Berkabungnya isteri karena meninggalnya suami adalah wajib yang samasekali tidak boleh diabaikannya, sebab ada satu riwayat sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Telah datang seorang perempuan kepada Nabi s.a.w. kemudian ia berkata: sesungguhnya anak perempuanku ditinggal mati oleh suaminya dan matanya menjadi bengkak (karena menangis), apakah boleh saya suruh dia memakai celak? Maka jawab Rasulullah: Tidak! Dua kali atau tiga kali, tiap kali ditanya selalu menjawab tidak." (Riwayat Bukhari dari Ummu Habibah)&lt;br /&gt;Ini menunjukkan, haramnya berhias dalam waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;Adapun susah tanpa melewati batas dan menangis tanpa teriak-teriak, termasuk masalah fitrah (pembawaan). Oleh karena itu tidaklah berdosa.&lt;br /&gt;Diriwayatkan, bahwa Umar Ibnul-khattab pernah mendengar sementara perempuan menangis karena kematian Khalid bin al-Walid, kemudian ada sementara orang laki-laki yang hendak melarangnya, maka kepada si laki-laki tersebut, Umar berkata: "Biarkanlah dia menangis karena kematian Abu Sulaiman ini (Khalid bin Walid), selama tangisnya itu tidak menabur-naburkan debu di atas kepalanya dan tidak teriak-teriak." Wallahu alam bishawab..(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7216282089990644815?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7216282089990644815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/meratapi-orang-yang-sudah-mati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7216282089990644815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7216282089990644815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/meratapi-orang-yang-sudah-mati.html' title='Meratapi Orang yang Sudah Mati'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7609792614631623695</id><published>2009-02-14T11:53:00.001-08:00</published><updated>2009-02-14T11:53:45.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Memberantas Ramalan dan Khurafat</title><content type='html'>Nabi Muhammad s.a.w. datang dan dijumpainya di tengah-tengah masyarakat ada sekelompok manusia tukang dusta yang disebut kuhhan (dukun) dan arraf (tukang ramal). Mereka mengaku dapat mengetahui perkara-perkara ghaib baik untuk masa yang telah lalu maupun yang akan datang, dengan jalan mengadakan hubungan dengan jin dan sebagainya.&lt;br /&gt;Justru itu Rasulullah s.a.w. kemudian memproklamirkan perang dengan kedustaan yang tidak berlandaskan ilmu, petunjuk maupun dalil syara'.&lt;br /&gt;Rasulullah membacakan kepada mereka wahyu Allah yang berbunyi:&lt;br /&gt;"Katakanlah! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara ghaib di langit dan di bumi melainkan Allah semesta." (an-Naml: 65)&lt;br /&gt;Bukan Malaikat, bukan jin dan bukan manusia yang mengetahui perkara-perkara ghaib.&lt;br /&gt;Rasulullah juga menegaskan tentang dirinya dengan perintah Allah s.w.t. sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Kalau saya dapat mengetahui perkara ghaib, niscaya saya dapat memperoleh kekayaan yang banyak dan saya tidak akan ditimpa suatu musibah; tidak lain saya hanyalah seorang (Nabi) yang membawa berita duka dan membawa berita gembira untuk kaum yang mau beriman." (al-A'raf: 188)&lt;br /&gt;Allah memberitakan tentang jinnya Nabi Sulaiman sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Sungguh andaikata mereka (jin) itu dapat mengetahui perkara ghaib, niscaya mereka tidak kekal dalam siksaan yang hina." (Saba': 14)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, barangsiapa mengaku dapat mengetahui perkara ghaib yang sebenarnya, berarti dia mendustakan Allah, mendustakan kenyataan dan mendustakan manusia banyak.&lt;br /&gt;Sebagian utusan pernah datang ke tempat Nabi, mereka menganggap bahwa Nabi adalah salah seorang yang mengaku dapat mengetahui perkara ghaib. Kemudian mereka menyembunyikan sesuatu di tangannya dan berkata kepada Nabi: Tahukah tuan apakah ini? Maka Nabi menjawab dengan tegas:&lt;br /&gt;"Aku bukan seorang tukang tenung, sebab sesungguhnya tukang tenung dan pekerjaan tenung serta seluruh tukang tenung di neraka."wallahualam bishawab. (cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7609792614631623695?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7609792614631623695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/memberantas-ramalan-dan-khurafat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7609792614631623695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7609792614631623695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/memberantas-ramalan-dan-khurafat.html' title='Memberantas Ramalan dan Khurafat'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4086485774509926912</id><published>2009-02-14T11:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T11:52:49.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Keluarga Berencana (KB)</title><content type='html'>Tidak ragu lagi, bahwa tujuan pokok perkawinan ialah demi kelangsungan jenis manusia. Sedang kelangsungan jenis manusia ini hanya mungkin dengan berlangsungnya keturunan. Islam sendiri sangat suka terhadap banyaknya keturunan dan memberkati setiap anak, baik laki-laki ataupun perempuan. Namun di balik itu Islam juga memberi keringanan(rukhshah) kepada setiap muslim untuk mengatur keturunannya itu apabila didorong oleh alasan yang kuat.&lt;br /&gt;Cara yang masyhur yang biasa dilakukan oleh orang di zaman Nabi untuk menyetop kehamilan atau memperkecil, yaitu azl (mengeluarkan mani di luar rahim ketika terasa akan keluar).&lt;br /&gt;Para sahabat banyak yang melakukan azl ketika Nabi masih hidup dan wahyupun masih terus turun, yaitu seperti yang tersebut dalam riwayat di bawah ini:&lt;br /&gt;"Dari Jabir r.a. ia berkata: kami biasa melakukan azl di masa Nabi s.a. w. sedang al-Quran masih terus turun." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Di riwayat lain ia berkata:&lt;br /&gt;"Kami biasa melakukan azl di zaman Nabi s.a.w. maka setelah hal demikian itu sampai kepada Nabi, beliau tidak melarang kami." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi lantas ia berkata:&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya mempunyai seorang hamba perempuan (jariyah) dan saya melakukan azl daripadanya, karena saya tidak suka kalau dia hamil dan saya ingin seperti apa yang biasa diinginkan oleh umumnya orang laki-laki, sedang orang-orang Yahudi berceritera: bahwa azl itu sama dengan pembunuhan yang kecil. Maka bersabdalah Nabi s.a.w.: dusta orang-orang Yahudi itu! Kalau Allah berkehendak untuk menjadikannya (hamil), kamu tidak akan sanggup mengelakkannya." (Riwayat Ashabussunan)&lt;br /&gt;Yang dimaksud oleh Nabi, bahwa persetubuhan dengan azl itu, kadang-kadang ada setetes mani masuk yang menyebabkan kehamilan sedang dia tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;Di zaman pemerintahan Umar, dalam satu majlis orang-orang banyak berbincang masafah azl. Kemudian ada salah seorang laki-laki yang berkata: bahwa orang-orang Yahudi beranggapan, azl itu berarti pembunuhan yang kecil. Kemudian Ali r.a. ber kata: "Tidak dinamakan pembunuhan, sehingga mani itu berjalan tujuh tahap, yaitu: mula-mula sari tanah, kemudian menjadi nuthfah (mani), kemudian menjadi darah yang membeku, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian daging itu dilengkapi dengan tulang-belulang, kemudian dililiti dengan daging dan terakhir menjadi manusia." Lantas Umar menjawab: betul engkau, ya Ali! Semoga Allah memanjangkan umurmu!&lt;br /&gt;Alasan yang Mendorong Keluarga Berencana&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak alasan yang mendorong dilakukannya keluarga berencana, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama: Mengkawatirkan terhadap kehidupan atau kesehatan si ibu apabila hamil atau melahirkan anak, setelah dilakukan suatu penelitian dan cheking oleh dokter yang dapat dipercaya. Karena firman Allah:&lt;br /&gt;"Jangan kamu mencampakkan diri-diri kamu ke dalam kebinasaan." (al-Baqarah: 195)&lt;br /&gt;Dan firman-Nya pula:&lt;br /&gt;"Dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, karena sesungguhnya Allah maha belaskasih kepadamu." (an-Nisa': 28)&lt;br /&gt;Kedua: Kawatir akan terjadinya bahaya pada urusan dunia yang kadang-kadang bisa mempersukar beribadah, sehingga menyebabkan orang mau menerima barang yang haram dan mengerjakan yang terlarang, justru untuk kepentingan anak-anaknya. Sedang Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;"Allah berkehendak untuk memberikan kemudahan kepadamu, bukan berkehendak untuk memberi kesukaran kepadamu." (al-Baqarah: 185) &lt;br /&gt;"Allah tidak berkehendak untuk menjadikan suatu kesukaran kepadamu." (al-Maidah: 6)&lt;br /&gt;Termasuk yang mengkhawatirkan anak, ialah tentang kesehatan dan pendidikannya.&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid meriwayatkan:&lt;br /&gt;"Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi s.a.w. kemudian ia berkata: ya Rasulullah! Sesungguhnya saya melakukan azl pada isteriku. Kemudian Nabi bertanya: mengapa kamu berbuat begitu? Si laki-laki tersebut menjawab: karena saya merasa kasihan terhadap anaknya, atau ia berkata: anak-anaknya. Lantas Nabi bersabda: seandainya hal itu berbahaya, niscaya akan membahayakan bangsa Persi dan Rum." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Seolah-olah Nabi mengetahui bahwa situasi individu, yang dialami oleh si laki-laki tersebut, tidaklah berbahaya untuk seluruh bangsa, dengan dasar bangsa Persi dan Rum tidak mengalami bahaya apa-apa, padahal mereka biasa melakukan persetubuhan waktu hamil dan menyusui, sedang waktu itu kedua bangsa ini merupakan bangsa yang terkuat di dunia.&lt;br /&gt;Ketiga: Keharusan melakukan azl yang biasa terkenal dalam syara' ialah karena mengkawatirkan kondisi perempuan yang sedang menyusui kalau hamil dan melahirkan anak baru.&lt;br /&gt;Nabi menamakan bersetubuh sewaktu perempuan masih menyusui, dengan ghilah atau ghail, karena penghamilan itu dapat merusak air susu dan melemahkan anak. Dan dinamakannya ghilah atau ghail karena suatu bentuk kriminalitas yang sangat rahasia terhadap anak yang sedang disusui. Oleh karena itu sikap seperti ini dapat dipersamakan dengan pembunuhan misterius (rahasia).&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w. selalu berusaha demi kesejahteraan ummatnya. Untuk itu ia perintahkan kepada ummatnya ini supaya berbuat apa yang kiranya membawa maslahah (kebaikan) dan melarang yang kiranya membawa bahaya. Di antara usahanya ialah beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Jangan kamu membunuh anak-anakmu dengan rahasia, sebab ghail itu biasa dikerjakan orang Persi kernudian merobohkannya." (Riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;Tetapi beliau sendiri tidak memperkeras larangannya ini sampai ke tingkat haram, sebab beliau juga banyak memperhatikan keadaan bangsa yang kuat di zamannya yang melakukan ghilah, tetapi tidak membahayakan. Dengan demikian bahaya di sini satu hal yang tidak dapat dielakkan, sebab ada juga seorang suami yang khawatir berbuat zina kalau larangan menyetubuhi isteri yang sedang menyusui itu dikukuhkan. Sedang masa menyusui itu kadang-kadang berlangsung selama dua tahun bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan.&lt;br /&gt;Untuk itu semua, Rasulullah s.a,w. bersabda:&lt;br /&gt;"Sungguh saya bermaksud akan melarang ghilah, kemudian saya lihat orang-orang Persi dan Rum melakukannya, tetapi ternyata tidak membahayakan anaknya sedikitpun." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Ibnul Qayim dalam menerangkan hubungan antara hadis ini dengan hadis sebelumnya, mengatakan sebagai berikut: "Nabi s.a.w. memberitakan pada salah satu segi: bahwa ghail itu berarti memperlakukan anak seperti orang-orang Persi mengadu kudanya, dan ini salah satu macam yang menyebabkan bahaya tetapi sifatnya bukan membunuh dan merusak anak, sekalipun kadang-kadang membawa bahaya anak kecil. Oleh karena itu Nabi s.a.w. membimbing mereka supaya meninggalkan ghail kendati bukan melarangnya. Kemudian beliau berazam untuk melarangnya guna membendung bahaya yang mungkin menimpa anak yang masih menyusu. Akan tetapi menutup pintu bahaya ini tidak dapat menghindari mafsadah  yang juga mungkin terjadi sebagai akibat tertahannya jima' selama dalam menyusui, lebih-lebih orang-orang yang masih berusia muda dan syahwatnya sangat keras, yang tidak dapat diatasi melainkan dengan menyetubuhi isterinya. Itulah sebabnya beliau mengetahui, bahwa maslahah dalam masalah ini lebih kuat daripada menolak mafsadah. Kemudian beliau melihat dua bangsa yang besar dan kuat (Romawi dan Persi) di mana mereka itu juga mengerjakan ghilah dan justru karena kekuatannya itu, mereka samasekali tidak ada rasa khawatir apa yang mungkin terjadi sebab ghilah. Oleh karena itulah beliau tidak jadi melarangnya.&lt;br /&gt;Di zaman kita ini sudah ada beberapa alat kontrasepsi yang dapat dipastikan kemaslahatannya, dan justru maslahah itulah yang dituju oleh Nabi Muhammad s.a.w., yaitu melindungi anak yang masih menyusu dari mara-bahaya termasuk menjauhi mafsadah yang lain pula, yaitu: tidak bersetubuh dengan isterinya selama menyusui, di mana hal itu sangat memberatkan sekali.&lt;br /&gt;Dengan dasar inilah, kita dapat mengira-ngirakan jarak yang pantas antara dua anak, yaitu sekitar 30 atau 33 bulan, bagi mereka yang ingin menyempurnakan susuan.&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan lain-lain mengikrarkan, bahwa hal yang demikian itu diperkenankan apabila isteri mengizinkannya, karena dialah yang lebih berhak terhadap anak, di samping dia pula yang berhak untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;Sedang Umar Ibnul-Khattab, dalam salah satu riwayat berpendapat, bahwa azl itu dilarang, kecuali dengan seizin isteri.&lt;br /&gt;Demikianlah perhatian Islam terhadap hak-hak perempuan, di mana waktu itu dunia tidak mengenal dan tidak mengakuinya.Wallahu alam bishawab. (cepsalse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4086485774509926912?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4086485774509926912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/keluarga-berencana-kb.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4086485774509926912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4086485774509926912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/keluarga-berencana-kb.html' title='Keluarga Berencana (KB)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7640514162099630458</id><published>2009-02-14T11:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T11:51:17.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Tathayyur (Merasa Sial)</title><content type='html'>Merasa sial karena sesuatu, tempat, waktu, seseorang dan sebagainya adalah termasuk ramalan yang sangat laku di pasaran, secara berkelompok atau perorangan.&lt;br /&gt;Di zaman dahulu pernah juga terjadi demikian, misalnya tentang kaum Nabi Saleh, mereka ini berkata kepadanya:&lt;br /&gt;"Kami merasa sial sebab kamu dan orang-orang yang bersamamu." (an-Naml: 47)&lt;br /&gt;Fir'aun dan kaumnya apabila ditimpa suatu musibah, mereka menganggap kesialannya itu karena Musa dan orang-orang yang bersamanya.1&lt;br /&gt;Dan banyak pula orang-orang kafir yang sesat itu kalau mendapat bala' dari Allah, mereka kemudian berkata kepada para juru da'wah dan Rasul:&lt;br /&gt;"Kami merasa sial sebab kamu semua." (Yasin:18)&lt;br /&gt;Tetapi para Rasul itu kemudian menjawab:&lt;br /&gt;"Kesialanmu itu sebab kamu sendiri." (Yasin: 19)&lt;br /&gt;Yakni sebab-sebab kesialanmu itu ada pada kamu sendiri, yaitu lantaran kamu kufur, ingkar dan memusuhi Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;Orang-orang Arab jahiliah dalam segi ini mempunyai doa yang panjang dan bermacam-macam kepercayaan. Sehingga datanglah Islam kemudian dihapusnya dan mereka dikembalikan untuk mengikuti jalan fikiran yang lurus.&lt;br /&gt;Rasulullah merangkaikan ramalan dan sihir dalam satu susunan, seperti sabdanya:&lt;br /&gt;"Bukan dari golongan kami siapa yang merasa sial, atau minta diramalkan kesialannya, atau menenung, atau minta ditenungkan, atau mensihir, atau minta disihirkan." (Riwayat Thabarani)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Membuat garis di tanah, menganggap sial karena alamat dan melempar kerikil karena ada suatu kepercayaan, adalah termasuk menyembah selain Allah." (Riwayat Abu Daud, Nasa'i dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Tathayyur, satu hal yang berdiri tanpa landasan ilmu pengetahuan atau suatu kenyataan yang benar. Tathayyur, hanya berjalan mengikuti kelemahan dan membenarkan dugaan yang salah (waham). Kalau tidak demikian, apa artinya seorang yang berakal percaya mendapat sial karena seseorang, atau karena tempat, karena dengkurnya suara burung, geraknya mata atau terdengarnya suatu perkataan?!&lt;br /&gt;Apabila nalurinya manusia itu ada kelemahan, maka akan mengalir pada dirinya suatu anggapan sial karena sesuatu. Seharusnya dia tidak mau menerima kelemahan ini. Lebih-lebih apabila dia sudah sampai pada fase bekerja dan pelaksanaan.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:&lt;br /&gt;"Ada tiga perkara yang tidak akan bisa selamat satupun, yaitu: menuduh, tathayyur dan hasud. Oleh karena itu kalau kamu menuduh jangan kamu nyatakan, dan kalau merasa sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu), dan kalau kamu hasud, jangan lanjutkan." (Riwayat Thabarani)&lt;br /&gt;Oleh karena ketiga perkara ini hanya semata-mata perasaan yang tidak berpengaruh pada suatu sikap dan perbuatan, maka dimaafkannya oleh Allah.&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan pula dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Tathayyur (merasa sial) adalah syirik." 3 kali.&lt;br /&gt;Dan Ibnu Mas'ud sendiri berkata: " ...tetapi Allah akan menghilangkannya dengan tawakkal." (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)&lt;br /&gt;Apa yang dimaksudkan oleh Ibnu Mas'ud itu, ialah: setiap orang di antara kita ini ada perasaan-perasaan seperti itu, tetapi perasaan semacam ini akan hilang lenyap dari hati orang yang selalu tawakkal dan tidak membiarkan perasaannya itu tinggal dalam hati.walahualam bishawab (cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7640514162099630458?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7640514162099630458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/tathayyur-merasa-sial.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7640514162099630458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7640514162099630458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/tathayyur-merasa-sial.html' title='Tathayyur (Merasa Sial)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8592988308957944292</id><published>2009-02-09T10:17:00.001-08:00</published><updated>2009-02-09T10:17:57.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Imam Ali as dan Penjual Kurma</title><content type='html'>Suatu hari seorang budak perempuan meletakkan kurma dihadapan tuannya. Si tuan melihat kurma tersebut dan kemudian memandang budak tersebut dengan rasa marah. Budak perempuan itu menundukkan kepalannya. Tiba-tiba kedengaran suara sang tuan bergema diudara: Ini kurma apa yang kamu beli? Segera kembalikan kurma ini dan ambil uangnya lagi.&lt;br /&gt;Tangan budak perempuan itu mengeletar dan hati kecilnya hancur. Bakul berisi kurma itu diambilnya dan dibawa berjalan. Diperjalanan dia berfikir sendirian, mungkinkah lelaki sipenjual kurma itu kasihan padanya dan mengambil kurma ini lagi. Tetapi ketika wajah garang sipenjual itu terbayang, kekecewaan melanda jiwanya. Budak perempuan itu berdoa meminta bantuan kepada Alloh semoga kurma itu bisa dikembalikan.&lt;br /&gt;Dia melewati lorong-lorong dan jalan-jalan kecil sehingga tiba di pasar. Kata-kata yang ingin diungkap kepada si penjual berulang kali dihafalkan dan dia memperlahankan langkahnya ketika berhampiran dengan toko penjual kurma.Si penjual sedang berbicara dengan seorang lelaki. Budak perempuan itu mengesat peluh yang keluar dari dahinya dengan tangan bajunya, dia melangkah beberapa tapak menghampiri sang penjual dan memberi salam. Lelaki penjual kurma itu yang mendengar suara budak perempuan itu pulang, melihat kepadanya. Si budak perempuan merasa akan pandangan tajam sipenjual kurma. Si penjual kurma berkata: Apa yang engkau mau? &lt;br /&gt;Budak perempuan itu berkata: Saya minta maaf, tuan saya tidak menginginkan kurma ini dan meminta saya mengembalikannya.&lt;br /&gt;Lelaki penjual kurma yang mendengar kata-kata ini, mengerutkan wajahnya dan suaranya seperti panah yang menusuk hati budak perempuan itu. Penjual itu berkata: Apa maksud mu tuanmu tidak menginginkan kurma ini? Aku tidak akan mengambil kurma ini. Jika dia ingin, dia sendiri harus datang ke sini untuk mendapatkan kurma yang diingininya.&lt;br /&gt;Budak perempuan itu tidak dapat memberi sebarang jawaban. Bagaimanapun juga dia harus memulangkan kurma tersebut. Sekali lagi dia meminta kepada si penjual: Tuan, aku meminta supaya engkau ambillah kurma ini dari ku dan jika aku pulang ke rumah dengan kurma ini, tuan ku akan menghukum aku. Sipenjual dengan suara yang lebih kuat berkata: Masalah ini tidak ada kena mengena dengan ku. Jika engkau tidak ingin engkau tidak perlu membelinya dariku, jika sampai malampun engkau meminta dan merayu kepada ku, tidak ada manfaatnya. Seperti yang telah aku katakan barang yang telah dijual tidak akan aku ambil kembali.&lt;br /&gt;Budak perempuan yang mendengar ucapan si penjual merasa kecewa. Dia melangkah dua tapak kebelakang. Dia duduk disatu sudut dan kepalanya diletakkan diatas lututnya yang kurus. Ketika itu air matanya mengalir deras. Pada masa yang sama dia merasakan ada bayang seseorang diatas kepalanya. Dia mengangkatkan kepalanya dan matanya memandang seorang lelaki yang dikenali. Dia memiliki wajah yang baik. Pandangannya dipenuhi dengan kasih sayang. Dengan melihat kepada lelaki itu, cahaya harapan kembali kejiwanya. Lelaki itu berkata: Anakku, mengapa, apa yang telah terjadi?&lt;br /&gt;Budak perempuan itu dengan tangannya menuding kearah toko kurma berkata: Orang ini, tempat aku membeli kurma enggan mengambilnya kembali. Tuanku tidak menginginkan kurma ini. Lelaki baik itu mengambil bakul kurma dari tangan budak perempuan tersebut dan dibawanya ke arah toko kurma. Ketika itu si lelaki itu berkata kepada penjual kurma: Wahai lelaki! budak perempuan ini tidak bersalah, ambil kembali kurma ini dan pulangkan uangnya.&lt;br /&gt;Sipenjual yang melihat lelaki ini, menarik mukanya dan dengan suara yang kuat berkata: Masalah ini tidak ada kaitannya dengan mu. Mengapa engkau turut campur dalam urusan orang lain? Lebih baik engkau tinggalkan perkara ini dan pergilah.&lt;br /&gt;Orang-orang yang lalu dan sebagian pemilik toko yang mendengar suara lelaki penjual kurma itu, pergi ke arah toko tersebut. Ramai dari rakyat mengenali lelaki baik itu dan dengan hormat melihat kearahnya. Pada ketika itu seorang dari kalangan rakyat berkata kepada penjual kurma: Diamlah, engkau tidak kenalkah lelaki ini? Dia adalah amirul mukminin Ali . Dengan mendengar nama Ali, lelaki penjual kurma merasa terkejut dan bimbang. Dia tidak tahu apa yang harus diperkatakan dan apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;Lelaki penjual kurma dengan suara tersekat-sekat dan ucapan yang terpotong-potong meminta maaf dari Imam Ali as dan tidak mengambil hati dengan perilaku buruknya. Imam Ali as ketika melihat akan kesan penyesalan diwajah penjual kurma berkata: Jika engkau mengubah perilakumu, aku akan memaafkan mu.&lt;br /&gt;Dengan cara ini sipenjual kurma itu memulangkan uang kepada budak perempuan tersebut dan mengambil kembali kurmanya. Kebaikan Imam Ali menyentuh perasaan budak perempuan itu dan mengucapkan kesyukuran kepada Alloh atas segala karuniaNya.&lt;br /&gt;Rasulullah saaw bersabda:Tuhan menyukai orang mudah ketika berjual beli dan membayar serta menerima uang.(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-8592988308957944292?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/8592988308957944292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/imam-ali-as-dan-penjual-kurma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8592988308957944292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/8592988308957944292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/imam-ali-as-dan-penjual-kurma.html' title='Imam Ali as dan Penjual Kurma'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4684393589974871448</id><published>2009-02-09T10:16:00.001-08:00</published><updated>2009-02-09T10:16:49.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Pernikahan Si Fakir Juwaibir dengan Gadis Keluarga Hartawan</title><content type='html'>Pada zaman Rasulullah saw terdapat seorang lelaki bernama Juwaibir. Dia merupakan seorang yang miskin dan dari sisi lahiriyah juga dia tidak mempunyai keistimewahan apapun. Tetapi jiwa Juwaibir dipenuhi dengan iman. Di tengah masyarakat, dia terkenal memiliki kecerdasan yang tinggi, tekad yang kuat dan jiwa penuntut kebenaran. Dia adalah warga Yamamah yang pergi ke Madinah tak lama setelah dia mendengar berita tentang kemunculan Islam. Disanalah dia menyatakan diri memeluk agama Islam. Dia tergolong sahabat Nabi Muhammad saw. Pada suatu hari Rasulullah berkata kepadanya, &lt;br /&gt;"Juwaibir, alangkah baiknya jika engkau beristeri dan membentuk sebuah keluarga serta mengakhiri kehidupan membujang."&lt;br /&gt;Belum pernah terlintas dalam fikiran Juwaibir bahwa pada satu hari dia akan memiliki rumah dan membentuk sebuah rumah tangga. Lalu dia memberi jawaban kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai harta dan rupa yang tampan. Siapakah orang yang bersedia untuk memberi wanita untuk aku nikahi? Dan siapa pula yang mau menjadi isteri seorang miskin, pendek dan hitam sepertiku?"&lt;br /&gt;Rasulullah saw memberikan harapan kepada kehidupannya dan bersabda, "Wahai Juwaibir, Allah swt mengubah nilai kehormatan seseorang lewat agama Islam. Banyak orang yang pada periode jahiliyahnya dihormati tetapi dari sisi Islam ia tidak memiliki nilai dan kedudukan. Banyak pula yang kelihatan tidak berarti dan tak punya kedudukan tetapi Islam telah menaikkan kedudukan dan martabatnya. Melalui Islam, Allah swt telah menghapuskan nilai-nilai jahiliyah dan kebanggaan karena keluarga dan keturunan. Kini semua manusia sama ,baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam, arab atau ajam. Mereka semua satu derajat. Tidak ada satupun yang lebih tinggi dari yang lain kecuali karena ketaqwaan dan amal perbuatan mereka. Bagiku, orang yang lebih mulia darimu hanyalah orang yang memiliki taqwa dan amal yang lebih baik darimu. Kini lakukanlah apa yang aku perintahkan."&lt;br /&gt;Selepas ucapan ini Rasulullah saw memerintahkan Juwaibir untuk pergi ke rumah Ziad Bin Labib Al-Ansari dan meminang putri Ziad, Dzalfa untuk dirinya. Ziad adalah salah satu orang kaya di Madinah. Orang-orang kabilahnya cukup menghormatinya. Juwaibir pergi ke rumah Ziad. Pada hari itu sekelompok keluarga dan orang-orang kabilahnya berada di rumah Ziad. Setelah memberi salam dan bertanya khabar, Juwaibirpun duduk. Dia diam sebentar dan kemudian mengangkat kepalanya seraya berkata kepada Ziad, "Aku datang atas perintah Rasul untuk menyampaikan sebuah pesan buat mu, haruskah aku katakan secara rahasia atau terbuka?"&lt;br /&gt;Ziad dalam memberi jawaban berkata pula, "Pesan Rasulullah buat ku merupakan satu kebanggaan, sudah tentu engkau harus menyampaikannya secara terbuka." Juwaibir berkata, "Rasulullah mengutusku untuk meminang anak mu Dzalfa buat diri ku." Ziad terkejut dan berkata, "Apakah Rasulullah sendiri yang mengatakan hal itu kepadamu?"&lt;br /&gt;Juwaibir menjawab , "Saya bukan seorang pembohong dan mengada-ada." Ziad berkata, "Aneh. Bukan adat kami memberikan anak perempuan kami kepada orang yang tidak sederajat dengan kami. Pergilah. Aku sendiri akan pergi menemui Rasulullah dan membincangkan hal ini dengan beliau."&lt;br /&gt;Juwaibir merasa sangat sedih. Sambil melangkah keluar rumah Ziad, dia berkata dalam hati , "Aku bersumpah demi Allah, apa yang telah diajarkan oleh Al-Quran tidak sama dengan apa yang dikatakan oleh Ziad."&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, Dzalfa putri Ziad terdengar kata-kata Juwaibir, dia pergi menemui bapanya dan berkata, "Ayah, siapakah lelaki tadi dan apa yang yang dia katakan? " Ziad berkata kepada putrinya, "Lelaki ini datang untuk meminangmu dan dia mengaku diutus oleh Rasul untuk meminangmu. "&lt;br /&gt;Dzalfa berkata, "Ayah, mungkin saja apa yang dikatakan itu benar dan sebenarnya memang dia telah diutus oleh Rasul. Jika demikian, berarti ayah telah melanggar perintah Rasul."&lt;br /&gt;Ziad merasa menyesal dengan perbuatannya. Dengan segera dia mengejar Juwaibir dan meminta maaf serta mengajaknya kembali ke rumahnya .&lt;br /&gt;Ziad bertemu dengan Rasulullah dan berkata kepada beliau, "Ya Rasulullah, Juwaibir telah datang ke rumah ku dan menyampaikan pesan darimu buat kami. Aku ingin mengatakan bahwa secara adat, kami tidak mengawinkan anak perempuan kami kecuali dengan lelaki yang sederajat dengan kami." &lt;br /&gt;Sebagai jawaban Rasulullah saaw berkata, "Wahai Ziad, Juwaibir adalah seorang lelaki yang mukmin. Apa yang sedang engkau katakan mengenai nilai dan kedudukan seseorang kini telah tiada. Lelaki mukmin sederajat dengan wanita mukmin." &lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saaw menjelaskan tentang keimanan, keikhlasan dan akhlaq baik Juwaibir kepada Ziad. Ziad tertunduk dan berfikir. Ketika tiba dirumah, dia menyampaikan segala apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah kepada Dzalfa. Dia lalu meminta Dzalfa untuk berfikir mengenai Juwaibir dan mengambil keputusan. Dzalfa berfikir dan berkata dalam hati, "Sesungguhnya, apa yang mengokohkan sebuah kehidupan adalah seperti apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah ada pada diri Juwaibir."&lt;br /&gt;Selepas mendapat jawaban positif dari Dzalfa, Ziad melangsungkan upacara akad nikah putrinya dengan Juwaibir. Dia sendiri bahkan telah menyediakan mahar perkawinan dari hartanya. Kemudian segala perlengkapan rumah turut diberikan kepada putri dan menantunya, Juwaibir. Merekapun memulai sebuah kehidupan baru. Ketika melihat segala karunia dan rahmat dari Tuhan untuknya, Juwaibir berkata, "Aku seorang lelaki yang miskin dan asing. Ketika aku masuk ke kota ini, aku tidak mempunyai apa-apa. Kini melalui Islam, aku memperoleh segala nikmat ini. Ya Tuhan ku, aku bersyukur pada mu."(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4684393589974871448?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4684393589974871448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/pernikahan-si-fakir-juwaibir-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4684393589974871448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4684393589974871448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/pernikahan-si-fakir-juwaibir-dengan.html' title='Pernikahan Si Fakir Juwaibir dengan Gadis Keluarga Hartawan'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2788232130721485526</id><published>2009-02-09T10:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T10:15:19.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sikap'/><title type='text'>BERSIKAP LEMAH LEMBUT</title><content type='html'>Pada suatu hari Aisyah duduk di atas ontanya, tapi ontanya sulit berjalan, akhirnya Aisyah memukul mukul onta tersebut agar mau berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu Rasulullah berkata "berlakulah dengan lembut wahai Aisyah, Sesungguhnya kelembutan itu tidak ada pada sesuatu kecuali bahwa sesuatu itu akan menjadi indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali sesuatu itu akan cacat" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu Rasulullah juga bersabda "Sesungguhnya Allah itu Maha Kasih dan dia senang pada kelembutan. Dia memberi pada kelembutan yang tidak dia berikan pada kekasaran, dan apa yang tidak Dia berikan pada selainnya" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, seringkali mungkin kita bersitegang dengan teman sendiri ketika kita berdiskusi dan berdialog, atau ketika menegur kesalahan mereka sehingga seringkali pula sahabat kita itu sakit hati dan tersinggung, akibatnya bukan kebaikan yang kita dapat tapi malah persehabatan yang retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan pentingnya lemah lembut ini dalam interaksi kita dan Rasulullah mencontohkan sendiri dalam kehidupannya bagaimana ia bersikap lemah lembut terhadap sahabat, terhadap sesama mukmin dan terhadap semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-quran surat Annisa ayat 159 Alloh berfirman : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemah lembutan ini pulalah jalan yang di tempuh oleh para rasul, bagaimana lemah lembutnya Ibrahim terhadap ayahandanya Azhar sebagaimana dialog itu dikisahkan dalam Al-qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya ;&lt;br /&gt;"Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Alooh Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi teman bagi syaitan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata bapaknya: &lt;br /&gt;"Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibrahim: &lt;br /&gt;"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Alloh Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.  Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdo'a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku". QS 19 (42-48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau cukuplah kisah Musa yang datang kepada Fir'au manusia terburuk perangainya yang pernah lahir ke dunia.&lt;br /&gt;Allah pun menyuruh Musa untuk berkata lemah lembut kepada Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". (qs 20 : 43-44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)". Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya" (QS 79: 18-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kelembutan itu tidak ada pada sesuatu kecuali bahwa sesuatu itu akan menjadi indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali sesuatu itu akan cacat" (HR Muslim) cepsalse..&lt;br /&gt;wallahua'lambisshawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manhaj Da'wah Al Qaradhawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2788232130721485526?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2788232130721485526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bersikap-lemah-lembut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2788232130721485526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2788232130721485526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/bersikap-lemah-lembut.html' title='BERSIKAP LEMAH LEMBUT'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5800746205048353573</id><published>2009-02-02T04:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T05:00:09.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orientalis'/><title type='text'>Arti Orientalis</title><content type='html'>Dari segi bahasa orientalisme berasal dari kata orient yang artinya Timur. Secara etimologis orientalisme bermakna bangsa-bangsa di Timur, dan secara geografis bermakna hal-hal yang bersifat Timur, yang sangat luas ruang lingkupnya. Orang yang menekuni duni ketimuran ini di sebut orientalis. Orientalisme adalah gagasan pemikiran yang mencerminkan berbagai kajian tentang Negara-negara timur islam. Objek kajiannya meliputi peradaban,agama,seni,satra,bahasa dan kebudayaan. Gagasan pemikiran ini telah memberikan kesan yang besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam. Caranya ialah dengan menyebarkan kemunduran cara berfikir dunia Islam dalam pertarungan peradaban antara Timur (Islam) dengan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edwar Said, orientalisme bukan sekedar wacana akademis tetapi juga memiliki akar-akar politis, ekonomis, dan bahkan relijius. Secara politis, penelitian, kajian dan pandangan Barat tentang dunia oriental bertujuan untuk kepentingan politik kolonialisme Eropa untuk menguasai wilayah-wilayah muslim. Dan kolonialisme Eropa tak bias lain bekaitan dengan kepentingan ekonomi dan sekaligus juga kepentingan keagamaan tegasnya penyebaran agama yang mereka anut. Ketiga kepentingan yang saling terkait satu sama lain ini tersimpul dalam slogan yang sangat terkenal tentang ekspansi Eropa ke kawasan Islam, yang mencakup 3G yakni Glory, Gold, Gospel : kejayaan, kekayaan ekonomi dan penginjilan. Semua motif dan kepentingan orientalisme ini secara impilist juga bersifat rasis. Dan ini tercermin dalam slogan misi pembudayaan terhadap dunia Timur yang terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) on-line, orientalis diartikan : ahli bahasa, kesusastraan, dan kebudayaan bangsa-bangsa Timur (Asia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditilik dari sumber bahasa Arab, asal kata ''orientalisme'' adalah al-istisyraaq mashdar dari fiil: istasyraqa. Artinya, ''Mengarah ke Timur dan memakai pakaian masyarakatnya.'' Para orientalis (al-mustasyriqun) mendalami bahasa-bahasa Timur sebagai langkah untuk mengarah kesana. Mereka mempelajari satu atau bermacam-macam bahasa Timur, seperti bahasa  Arab, Bahasa parsi, bahasa Ibrani, bahasa Urdu, bahasa Indonesia, Melayu, Cina dan lain-lain. Selanjutnya mereka mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, kepercayaan, budaya, sastra, dan kesenian yang dimiliki oleh masyarakat pengguna bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebalikan orientalisme adalah oksidentalisme yaitu orang yang menekuni atau mengkaji dunia kebaratan.(cepsalse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5800746205048353573?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5800746205048353573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/arti-orientalis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5800746205048353573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5800746205048353573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/02/arti-orientalis.html' title='Arti Orientalis'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6668396198510044741</id><published>2009-01-29T16:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:49:09.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khasiat'/><title type='text'>Kurma Mencegah Serangan Stroke..!</title><content type='html'>Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang cocok kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada khasiat yang lebih istimewa: kurma bisa menurunkan resiko serangan stroke berkat tingginya kalium yang dikandungnya.&lt;br /&gt;Buah-buahan dikenal sebagai sumber utama vitamin, terutama vitamin C dan mineral. Sudah begitu, kandungan energi atau kalorinya pun rendah, sebab lemak yang dikandungnya juga rendah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kandungan lemak pada kurma juga bisa diabaikan. Namun, karbohidratnya yang tinggi membuat buah ini bisa menyediakan energi yang tinggi pula. Malah paling tinggi diantara keluarga besar buah-buahan. Keunggulan lainnya, kurma mengandung zat gizi penting bagi fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot, serta membantu mengatur tekanan darah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah sebabnya kurma menjadi istimewa. Apalagi, beberapa penelitian membuktikan, makanan tinggi kalium bisa menurunkan risiko serangan stroke.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cukup Lima Butir Sehari..!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari penelitian terhadap pola makan yang dilakukan terhadap 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, diketahui, perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makan bisa memprediksi mereka yang diperkirakan berpeluang meninggal akibat stroke 12 tahun kemudian. Tak ada seorang pun yang asupan kaliumnya paling tinggi (lebih dari 3.500 mg setiap hari) meninggal akibat stroke.&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang secara teratur mengonsumsi kalium paling rendah (kurang dari 1.950 mg setiap hari) mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Di antara mereka yang konsumsi kaliumnya paling rendah, harapan meninggal akibat stroke 2,6 kali pada pria dan 4,8 kali pada wanita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi biasanya makin kecil kemungkinan orang menderita stroke. Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal bisa diturunkan sampai 40%. Batas krisis 400 mg kalium itu mudah sekali Anda penuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja, atau setara dengan lima butir kurma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makanan tinggi kalium, menurut Dr. Louis Tobian, Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, juga bisa membantu menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimana pun kondisi tekanan darah seseorang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk membuktikan hal itu, Dr. Tobian melakukan eksperimen pada dua kelompok tikus yang terserang hipertensi. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan kelompok lain diet kalium normal. Hasilnya luar biasa. Diantara kelompok tikus yang mendapat asupan kalium tinggi, tak satu pun mengalami perdarahan otak. Sementara 40% pada kelompok tikus yang mendapat kalium normal menderita stroke ringan yang dibuktikan dengan adanya perdarahan otak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari hasil penelitian itu, Dr Tobian menarik kesimpulan, konsumsi ekstra kalium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi jelas, kurma yang secara tradisional disuguhka sebagai salah satu hidangan untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan, bukan makanan pembuka yang biasa. Diam-diam ia menyimpan senjata potensial antistroke dan antiserangan jantung. Meski demikian, untuk memastikan dampak positif kurma, agaknya masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui penelitian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memiliki Aktivitas Seperti Aspirin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain kalium yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kurma juga mengandung salisilat. Zat ini, dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam.&lt;br /&gt;Salisilat bersifat mencegah pembekuan darah, antiinflamasi, dan berdampak melenyapkan rasa nyeri. Kecuali itu, menurut Nurfi Afriansyah, staf peneliti KIE Gizi Puslitbang Gizi Bogor, seperti dikutip Ayah bunda, salisilat juga bisa mempengaruhi prostaglandin (kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos, menurunkan tekanan darah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, Jean Carper lewat bukunya Food,Your Miracle Medicine menyatakan kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin. Kurma kering , katanya, sangat tinggi kandungan salisilat alias aspirin alaminya. Buah ceri, prune dan kismis kering yang juga kaya akan kalium ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang peka dengan aspirin, kalau menyantap makanan mengandung salisilat, akan bereaksi mirip dengan orang minum aspirin. Karena itu, pakar kesehatan yang mendalami alergi biasanya akan mewanti-wanti mereka yang peka terhadap aspirin supaya menjauhi makanan mengandung salisilat, termasuk kurma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di lain pihak, para pakar tergugah rasa ingin tahunya terhadap perkembangan bahwa salisilat pada makanan bisa memberikan prestasi yang sama dengan minum aspirin. Memang, ada studi yang membuktikan, aspirin reguler dosis rendah (kurang atau separuh dosis yang biasa diminum per hari) sanggup membantu mencegah serangan jantung atau stroke.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu, para pakar mengharapkan, dosis rendah salisilat dalam makanan yang dikonsumsi secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komposisi Gizi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buah kurma bisa disantap langsung, dalam keadaan kering atau segar. Disamping itu, juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hidangan seperti aneka produk roti, permen, es krim, selada dan sirup.&lt;br /&gt;Di negeri Arab kurma bahkan mendapat tempat yang cukup baik di masyarakat. Buah berbentuk silinder dengan biji beralur tunggal ini biasanya dikonsumsi bersama hasil olahan susu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nilai gizi utama yang diandalkan memang kandungan karbohidrat sederhananya, alias gulanya, yang tinggi. Kandungan karbohidratnya berkisar dari sekitar 60% pada kurma lembek (yang dipanen sewaktu masih lembek dan mentah) hingga sekitar 70% pada kurma kering (yang mengering di pohon, terjemur matahari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula yang ada dalam darah) atau fruktosa (jenis gula yang terdapat dalam sebagian besar buah-buahan). Namun, satu varietasnya yang bernama Deglet Noor yang tumbuh di Kalifornia hanya mengandung gula sukrosa (dikenal juga sebagai gula pasir).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut dr. Anwar El Mufti dari Mesir, seperti dikutip harian "Buana Minggu", kurma mengandung zat gula 70%. Sebagian besar zat gula yang terdapat di dalamnya sudah diolah secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Seperti halnya gula pada buah-buahan yang dinamai fruktosa, zat ini mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh. Dengan demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk mnegolah, mencerna, dan menjadikannya sebagai gizi yang baik. Itu sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka puasa ataupun sahur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr. David Conning, direktur jenderal British Nutrition Foundation, seperti dikutip Panasea, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit. Makanya, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini juga kaya akan serat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keunggulan kurma lainnya mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin A, tiamin, dan riboflavin dalam jumlah yang bisa diandalkan, serta niasin dan kalium dalam jumlah yang sangat andal. Selain itu, buah ini ternyata juga memuat berbagai zat gizi lain seperti zat besi, vitaminB, asam nikotinat serta serat (bukan zat gizi) dalam jumlah memadai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, tiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, niasin 2,20 mg, serta kalium 666 mg. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat serta penting untuk fungsi jantung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Riboflavin dan niasin. Misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara tiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Tiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kurma juga mengandung banyak mineral penting , seperti magnesium, potasium dan kalsium. Mineral-mineral itu sangat diperlukan oleh tubuh. Serat yang terdapat dalam kurmaberfungsi melunakkan usus dan mengaktifkannya, yang secara alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam kurma juga terdapat semacam hormon (potuchsin) yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga bisa mencegah perdarahan rahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6668396198510044741?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6668396198510044741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kurma-mencegah-serangan-stroke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6668396198510044741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6668396198510044741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kurma-mencegah-serangan-stroke.html' title='Kurma Mencegah Serangan Stroke..!'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-1422808464511783919</id><published>2009-01-28T11:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T11:42:14.181-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Kontemporer'/><title type='text'>Batalkah Wudu Jika Bersentuhan Dengan Lain Jenis (Bukan Mahrom)??</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;''Bersentuhan dengan lain jenis mengakibatkan batalnya wudlu jika disertai dengan syahwat atau disengaja untuk mencari kenikmatan''.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengetahui perselisihan terlebih dahulu kita ketahui kesepakatan dalam masalah ini,yaitu tidak batalnya wudlu seseorang ketika bersentuhan dengan lain jenin jika menggunakan penghalang yang menurut panadangan umum penghalang tersebut sudah dianggap tebal,juga ketika bersentuhan dengan anggota badan yang tidak mempunyai perasa seperti rambut,kuku dan gigi.adapun perselisihan (ikhtilaf)dalam masalah ini sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendapat Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Menurut madzhab Syafiiyah,bersentuhan dengan lain jenis mengakibatkan batalnya wudlu,yaitu bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh kecuali dengan mahrom.baik yang menyentuh ataupun yang disentuh keduanya batal.bersentuhan dengan banci,atau banci sesame banci menurut pendapat ini tidak mengakibatkan batalnya wudlu kecuali disertai dengan syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalil pendapat pertama&lt;/span&gt; Syafiiyah mengambil dalil dari Al-qur'an,yaitu surat Annisa ayat 43 yang berbunyi :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;أو لامستم النساء                                                           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya ''…atau bersentuhan dengan perempuan…''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam memahami ayat di atas,pendapat ini mengartikan laamasa dengan arti hakiki yaitu,bersenntuhan antara kulit dengan kulit atau tangan dengan kulit lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendapat Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bersentuhan dengan lain jenis tidak membatalkan wudlu jika tidak disengaja atau tanpa disertai syahwat (tidak bermaksud mencari kenikmatan).orang yang  disentuh wudlunya tidak batal,kecuali ia menikmati sentuhan tersebut. Ini adalah pendapat Hanfiyah,Malikiyah dan Hanabilah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akan tetapi,Hanfiyah agak longgar dalam masalah ini. Ia berpendapat bahwa bersentuhan yang membatalkan wudlu adalah bertemunya dua alat kelamin laki-laki dan perempuan (jima'), sehingga dengan sendirinya Hanafiyah juga sependapat bahwa sekedar bersentuhan (bukan jima') yang tidak disertai dengan syahwat tidak membatalkan wudlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalil pendapat kedua :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang sanadnya sampai kepada Aisyah RA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة – رضى الله عنها- قا لت أن النبى صلى الله عليه وسلم قبّل بعض نسائه ثم خرج الى الصلاة ولم يتوضا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Artinya: ''Dari aisyah beliau berkata : Rasulluloh saw mencium salah seorang istrinya,setelah itu shalat dengan tanpa wudlu lagi''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun Hanafiyah,menggunakan dalil seperti yang digunakan oleh Syafiiyah yaitu,surat Annisa ayat :43.Namun, Hanafiyah menafsirkan bahwa ''bersentuhan'' atau (laamasa)yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah jima'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para ulama ketika berijtihad untuk memilih pendapat yang rajih (pendapat yang kuat) tidak menentukan pilihan begitu saja,akan tetapi dengan mengadakan berbagai macam riset dan muqaranah juga tidak lepas dari perdebatan sehat antara madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perdebatan di bawah ini adalah perdebatan antara Syafiiyah dengan jumhur yang dalam hal ini jumhur adalah (Hanifiyah,Malikyah dan Hanabilah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sanggahan terhadap jumhur :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Imam Nawawi mengatakan,menurut kesepakatan para penghafal hadist,hadist yang dijadikan dalil oleh jumhur adalah dhaif (lemah).Ulama lain juga yang mengatakan bahwa hadist tersebut dhaif adalah Sufyan Atsaury,Yahya bin said al-Qattan,Ahmad bin Hambal,Abu Dawud,Abu Bakar Annaysaburi,Abu Al-Hasam Addaruquthni,Abu Bakar Al-Baihaqi dan lain-lain.Bahkan Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa,hadist tersebut adalah mursal (hadist yang sandnya dari tabiin langsung kepada rasul tanpa melewati sahabat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika hadist yang kami (jumhur) jadikan dalil dianggap dhaif atu lemah,mak itu tidak benar adanya karena hadist tersebut telah diriwayatkan oleh berbagai riwayat Waqi' dari A'masy dari Habib dari Urwah dan sampai kepada Aisyah.&lt;br /&gt;2.Seandainya hadist tersebut benar shahih,mak telah di-naskh (dihapus) hukumnya dengan surat annisa ayat 43: أو لامستم النساء....      Sehingga hukumnya tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hukum bila di-naskh tentu karena ada pertentangan antara hukum yang ada dengan hukum yang dating selanjtnya, baik dikarenakan pertentangan waktu,tempat maupun kondisi masyarakat,akan tetapi dalam hal ini iidak ditemukan adanya pertentangan ataupun syarat-syarat yang menyebabkan hadist tersebut di-naskh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kemungkinan maksud dari ciuman Rasul SAW dalam hadist terhadap istri beliau adalah ciuman dengan menggunakan penghalang, yaitu dengan kain atau semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seandainya Rasul SAW.mencium istrinya dengan berlembarkan kain, maka tidak akan kita bahas lagi,karena mencium orang yang dikasihi lazimnya tanpa menggunakan penghalang. Aisyah r.a pun tidak menjelaskan bahwa Rasululloh SAW.mencium dengan menggunakan penghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kita lihat akhir perdebatan di atas,sepertinya pendapat jumhur lah yang lebih bias kita terima. Akan tetapi seandainya kita sepakat dengan jumhur kita juga boleh untuk tidak sepakat dengan Hanafiyah yang menganggap tidak batal segala sentuhan dengan lain jenis kecuali jima' karena penafsiran tersebut terlalu longgar bila di praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Seandainya setuju dengan pendapat Hanafiyah,rasanya sudah tidak ada lagi penghormatan hamba kepada Alloh SWT yang Maha Suci,bukan berarti dengan bersentuhan badan kita akan menjadi najis atau kotor akan tetapi kemungkinan hati kita yang akan menjadi kotor karena akan berbaur perasaan ber-istihdzar (berusaha menghadirkan Alloh SWT dalam hati). Dengan ingatan terhadap orang yang baru saja di sentuh.wassalam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;        Sujud di Bawah Pelangi (Polemik Fiqih Shalat di Indonesia) ICMI ORSAT Cairo, &lt;br /&gt;        Nurunnasihin&lt;br /&gt; Fiqih Muqorin, Dr.Abdul Fatah Kabaroh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-1422808464511783919?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/1422808464511783919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/batalkah-wudu-jika-bersentuhan-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1422808464511783919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/1422808464511783919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/batalkah-wudu-jika-bersentuhan-dengan.html' title='Batalkah Wudu Jika Bersentuhan Dengan Lain Jenis (Bukan Mahrom)??'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4297666928921525719</id><published>2009-01-26T10:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T10:02:53.179-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Perempuan Muslimah Nikah dengan Laki-Laki Lain</title><content type='html'>Perempuan muslimah tidak boleh menikah dengan laki-laki lain, baik dia itu ahli kitab ataupun lainnya dalam situasi dan keadaan apapun. Seperti firman Allah:&lt;br /&gt;"Jangan kamu kawinkan anak-anak perempuanmu dengan laki-laki musyrik sehingga mereka itu masuk Islam." (al-Baqarah: 221)&lt;br /&gt;Dan firman Allah tentang perempuan-perempuan mu'minah yang turut hijrah ke Madinah:&lt;br /&gt;"Kalau sudah yakin mereka itu perempuan-perempuan mu'minah, maka janganlah dikembalikan kepada orang-orany kafir, sebab mereka itu tidak halal bagi kafir dan orang kafir pun tidak halal buat mereka (muslimah)." (al-Mumtahinah: 10)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini tidak ada pengecualian untuk ahli kitab. Oleh karena itu hukumnya berlaku secara umum.&lt;br /&gt;Yang boleh, ialah laki-laki muslim menikah dengan perempuan Yahudi atau Nasrani. Bukan sebaliknya, sebab laki-laki adalah kepala rumah tangga dan mengurus serta yang bertanggung jawab terhadap perempuan. Sedang Islam tetap memberikan kebebasan kepada perempuan ahli kitab untuk tetap berpegang pada agamanya sekalipun berada di bawah kekuasaan laki-laki muslim di mana suami muslim itu harus melmdungi hak-hak dan kehormatan isterinya menurut syariatnya (Islam). Tetapi agama lain, misalnya Yahudi dan Nasrani, tidak memberikan kebebasan terhadap isterinya yang berlainan agama dan tidak memberikan perlindungan terhadap hak-hak isterinya yang berbeda agama itu. Oleh karena itu bagaimana mungkin Islam menghancurkan masa depan puteri-puterinya dan melemparkan mereka ini di bawah kekuasaan orang-orang yang tidak mau mengawasi agama si isteri baik secara kekerabatan maupun secara perjanjian?&lt;br /&gt;Prinsip ini adalah justru suami berkewajiban menghormati aqidah isterinya supaya dapat bergaul dengan baik antara keduanya. Sedang seorang mu'min juga beriman kepada prinsip agama Yahudi dan Nasrani sebagai agama samawi terlepas dari persoalan perubahan-perubahan yang terdapat di dalam kedua agama tersebut dia juga beriman kepada Taurat dan Injil sebagai kitab yang diturunkan Allah. Dia pun beriman kepada Musa dan Isa sebagai utusan yang dikirim Allah, keduanya adalah tergolong ulul azmi (yang berkedudukan tinggi). Justru itu seorang perempuan ahli kitab yang berada di bawah kekuasaan suami muslim yang selalu menghargai prinsip agamanya, Nabinya dan kitabnya. Bahkan tidak akan sempurna iman si suami yang muslim itu melainkan dengan bersikap demikian. Tetapi sebaliknya, bahwa laki-laki Yahudi dan Nasrani tidak akan mengakui terhadap Islam, kitab Islam dan Nabinya orang Islam. Untuk itu, bagaimana mungkin seorang muslimah dapat hidup di bawah naungan laki-laki lain, di mana agama si isteri muslimah itu menuntut dia untuk menampakkan syiar-syiar, ibadah-ibadah dan kewajiban-kewajiban serta menetapkan beberapa peraturan tentang halal dan haram? Bukankah suatu hal yang mustahil, bahwa seorang muslimah akan mendapat penghormatan terhadap aqidahnya dan agamanya tetap dilindungi, sedang suaminya itu amat benci terhadap aqidah si isteri?&lt;br /&gt;Justru itu, logislah kalau Islam mengharamkan seorang laki-laki muslim kawin dengan perempuan animist dimana Islam itu antipati terhadap apa yang disebut syirik dan animisme. Oleh karena itu bagaimana mungkin akan dapat diwujudkan ketenteraman dan kasih-sayang dalam rumahtangga antara suami-isteri itu?&lt;br /&gt;Mempertemukan antara dua insan dalam situasi seperti itu, sama dengan apa yang dikatakan oleh penyair Arab zaman dahulu, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;Hai orang yang mengawinkan Tsuraya dengan Suhail &lt;br /&gt;Semoga Allah panjangkan umurmu! &lt;br /&gt;Bagaimana mereka akan dapat bertemu? &lt;br /&gt;Tsuraya seorang Syam tidak dapat bebas &lt;br /&gt;Sedang Suhail seorang Yaman yang bebas!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :Halal Wal Haram Dr.Yusuf Al-Qordhowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4297666928921525719?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4297666928921525719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/perempuan-muslimah-nikah-dengan-laki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4297666928921525719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4297666928921525719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/perempuan-muslimah-nikah-dengan-laki.html' title='Perempuan Muslimah Nikah dengan Laki-Laki Lain'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4818107881409537446</id><published>2009-01-26T09:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T10:00:29.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Kawin dengan Perempuan Ahli Kitab</title><content type='html'>Adapun perempuan-perempuan ahli kitab baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani, oleh al-Quran telah diizinkan kawin dengan mereka itu, untuk mengadakan pergaulan dengan mereka. Dan mereka ini masih dinilai sebagai orang yang beragama samawi sekalipun agama itu telah diubah dan diganti.&lt;br /&gt;Untuk itulah, makanannya boleh kita makan dan perempuan-perempuannya boleh kita kawin. Seperti firman Allah:&lt;br /&gt;"Makanan-makanan ahli kitab adalah halal buat kamu begitu juga makananmu halal buat mereka. Perempuan-perempuan mu'minah yang baik (halal buat kamu) begitu juga perempuan-perempuan yang baik-baik dari orang-orang yang pernah diberi kitab sebelum kamu, apabila mereka itu kamu beri maskawin, sedang kamu kawini mereka (dengan cara yang baik) bukan berzina dan bukan kamu jadikan gundik." (al-Maidah: 5)&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu bentuk toleransi dalam Islam yang amat jarang sekali dijumpai caranya dalam agama-agama lain. Betapapun ahli kitab itu dinilai sebagai kufur dan sesat, namun tokoh seorang muslim masih diperkenankan, bahwa isterinya, pengurus rumah tangganya, ketenteraman hatinya, menyerahkan rahasianya dan ibu anak-anaknya itu dari ahli kitab dan dia masih tetap berpegang pada agamanya juga.&lt;br /&gt;Kita katakan boleh menyerahkan rahasianya kepada isterinya dari ahli kitab itu, karena Allah berfirman sendiri tentang masalah perkawinan dan rahasianya sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menjadikan untuk kamu dari diri-diri kamu sendiri jodoh-jodohnya supaya kamu dapat tenang dengan jodoh itu; dan Dia telah menjadikan di antara kamu cinta dan kasih-sayang." (ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;Di sini ada suatu peringatan yang harus kita ketengahkan, yaitu: Bahwa seorang muslimah yang fanatik kepada agamanya akan lebih baik daripada yang hanya menerima warisan dari nenek-moyangnya. Karena itu Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita tentang memilih jodoh dengan kata-kata sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Pilihlah perempuan yang beragama, sebab kalau tidak, celakalah dirimu." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka setiap muslimah betapapun keadaannya adalah lebih baik bagi seorang muslim, daripada perempuan ahli kitab.&lt;br /&gt;Kemudian kalau seorang muslim mengkawatirkan pengaruh kepercayaan isterinya ini akan menular kepada anak-anaknya termasuk juga pendidikannya, maka dia harus melepaskan dirinya dari perempuan ahli kitab tersebut demi menjaga agama dan menjauhkan diri dari marabahaya. Dan kalau jumlah kaum muslimin di suatu negara termasuk minoritas, maka yang lebih baik dan menurut pendapat yang kuat, laki-laki muslim tidak boleh kawin dengan perempuan yang bukan muslimah. Sebab dengan dibolehkannya mengawini perempuan-perempuan lain dalam situasi seperti ini di mana perempuan-perempuan muslimah tidak dibolehkan kawin dengan laki-laki lain, akan mematikan puteri-puteri Islam atau tidak sedikit dari kalangan mereka itu yang akan terlantar. Untuk itu, maka jelas bahayanya bagi masyarakat Islam. Dan bahaya ini baru mungkin dapat diatasi, yaitu dengan mempersempit dan membatasi masalah perkawinan yang mubah ini sampai kepada suatu keadaan yang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Halal Wal Haram Syeikh Dr.Yusuf Al-Qordhowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4818107881409537446?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4818107881409537446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kawin-dengan-perempuan-ahli-kitab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4818107881409537446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4818107881409537446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kawin-dengan-perempuan-ahli-kitab.html' title='Kawin dengan Perempuan Ahli Kitab'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7536294237599916126</id><published>2009-01-26T09:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:47:44.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Ingin Mimpi Bertemu Nabi S.A.W?</title><content type='html'>Dikisahkan ada seorang murid sangat ingin mimpi bertemu dengan Rasulullah S.A.W. maka dia datang menghadap gurunya dan bertanya:&lt;br /&gt;“Saya tahu tuan bisa mimpi bertemu dengan Rasulullah S.A.W.” &lt;br /&gt;Guru   : ”Lalu apa yang engkau inginkan wahai anakku?”&lt;br /&gt;Murid : ”Ajarilah saya bagaimana caranya agar  bisa mimpi bertemu Rasulullah        S.A.W.  karena saya  sangat ingin melihatnya”&lt;br /&gt;Guru   : “Baiklah, jika itu yang kau minta,maka aku mengundangmu makan malam di rumahku, datanglah! Nanti akan aku beritahu bagaimana cara agar engkau bisa melihat Rasulullah S.A.W. dalam mimpi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu datanglah si murid memenuhi undangan gurunya. Pada waktu makan, sang guru menyuguhi si murid makanan yang diberi garam cukup banyak namun tidak menghidangkan segelas minuman pun. Kebanyakan makan garam, si murid menjadi haus, lalu dia minta air kepada sang guru untuk minum. Bukannya memberi air, sang guru malah memaksanya untuk menambah makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, sang guru berkata; “Tidurlah, dan jika kamu bisa bangun sebelum terbit fajar, aku akan mengajarimu cara bertemu Rasulullah S.A.W. dalam mimpi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si murid tidur juga dengan menahan rasa haus yang amat sangat. Sepanjang malam ia merintih dan membolak-balikkan badannya. Ia tidak bisa tidur dengan tenang dan nyenyak. Setelah si murid bangun pada waktu yang dijanjikan, sang guru berkata padanya:&lt;br /&gt; “Anakku, sebelum saya mengajari kamu bagaimana cara agar bisa mimpi bertemu Rasulullah S.A.W .saya ingin bertanya terlebih dahulu, apakah kamu bermimpi melihat sesuatu tadi malam?”  &lt;br /&gt;Murid : “Ya, saya bemimpi melihat hujan lebat turun, lalu melihat sungai-sungai juga melihat laut”.&lt;br /&gt;Guru   : “Jika apa yang ada di dalam hatimu benar, maka mimpimu juga akan benar dan sesuai dengan apa yang ada di dalam hatimu, begitu juga jika kamu jujur benar-benar mencintai Rasulullah S.A.W. dalam hatimu maka insya Allah kamu bisa melihat Rasulullah S.A.W. dalam tidurmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah! Jiwa ini sangat lusuh, hati ini kotor bekarat,..detik demi detik hariku penuh maksiat….cinta dunia membuat hatiku tersumbat….Akankah Engkau perkenankan aku melihat wajahnya……walau sebentar…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah! Siksa yang paling perih….Azab yang paling pedih….adalah jika Engkau tidak perkenankan aku melihat wajah-Mu dan wajah kekasih-Mu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma bi fadhlika…laa tahrimnii ru’yata wajhika…wa wajhi habibika….birohmatika…wahai Yang Maha Pengasih…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7536294237599916126?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7536294237599916126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/ingin-mimpi-bertemu-nabi-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7536294237599916126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7536294237599916126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/ingin-mimpi-bertemu-nabi-saw.html' title='Ingin Mimpi Bertemu Nabi S.A.W?'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3763253455084744976</id><published>2009-01-26T09:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:49:26.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Tatoo, Kikir Gigi dan Operasi Kecantikan Hukumnya Haram</title><content type='html'>Mentatoo badan dan mengikir gigi adalah perbuatan yang dilaknat oleh Rasulullah s.a.w., seperti tersebut dalam hadisnya:&lt;br /&gt;"Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang mentatoo dan minta ditatoo, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya." (Riwayat Thabarani)&lt;br /&gt;Tatoo, yaitu memberi tanda pada muka dan kedua tangan atau di bagian organ tubuh lainya dengan warna biru dalam bentuk ukiran. Sebagian orang-orang Arab, khususnya kaum perempuan, mentatoo sebagian besar badannya. Bahkan sementara pengikut pengikut agama membuatnya tatoo dalam bentuk persembahan dan lambang-lambang agama mereka, misalnya orang-orang Kristen melukis salib di tangan dan dada mereka.&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan yang rusak ini dilakukan dengan menyiksa dan menyakiti badan, yaitu dengan menusuk-nusukkan jarum pada badan orang yang ditatoo itu.&lt;br /&gt;Semua ini menyebabkan laknat, baik terhadap yang mentatoo ataupun orang yang minta ditatoo.&lt;br /&gt;Dan yang disebut mengikir gigi, yaitu merapikan dan memendekkan gigi. Biasanya dilakukan oleh perempuan. Karena itu Rasulullah melaknat perempuan-perempuan yang mengerjakan perbuatan ini (tukang kikir) dan minta supaya dikikir.&lt;br /&gt;Kalau ada laki-laki yang berbuat demikian, maka dia akan lebih berhak mendapat laknat.&lt;br /&gt;Termasuk diharamkan seperti halnya mengikir gigi, yaitu menjarangkan gigi. Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, yaitu seperti tersebut dalam hadisnya:&lt;br /&gt;"Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Yang disebut al-Falaj, yaitu meletakkan sesuatu di sela-sela gigi, supaya nampak agak sedikit jarang. Di antara perempuan memang ada yang oleh Allah dicipta demikian, tetapi ada juga yang tidak begitu. Kemudian dia meletakkan sesuatu di sela-sela gigi yang berhimpitan itu, supaya giginya menjadi jarang. Perbuatan ini dianggap mengelabui orang lain dan berlebih-lebihan dalam berhias yang sama sekali bertentangan dengan jiwa Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Dari hadis-hadis yang telah kita sebutkan di atas, maka kita dapat mengetahui tentang hukum operasi kecantikan seperti yang terkenal sekarang karena perputaran kebudayaan badan dan syahwat, yakni kebudayaan Barat materialistis, sehingga banyak sekali perempuan dan laki-laki yang mengorbankan uangnya berjuta-juta  untuk mengubah bentuk hidung, payudara atau yang lain. Semua ini termasuk yang dilaknat Allah dan RasulNya, karena di dalamnya terkandung penyiksaan dan perubahan bentuk ciptaan Allah tanpa ada suatu sebab yang mengharuskan untuk berbuat demikian, melainkan hanya untuk pemborosan dalam hal-hal yang bersifat show dan lebih mengutamakan pada bentuk, bukan inti; lebih mementingkan jasmani daripada rohani.&lt;br /&gt;Adapun kalau ternyata orang tersebut mempunyai cacat yang kiranya akan dapat menjijikkan pandangan, misalnya karena ada daging tambah yang dapat menimbulkan sakit secara perasaan ataupun secara kejiwaan kalau daging lebih itu dibiarkan, maka waktu itu tidak berdosa orang untuk berobat selama untuk tujuan demi menghilangkan penyakit yang bersarang dan mengancam hidupnya. Karena Allah tidak menjadikan agama buat kita ini dengan penuh kesulitan.&lt;br /&gt;Barangkali yang memperkuat permasalahan tersebut di atas, yaitu tentang hadis "dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya cantik" seperti tersebut di atas. Dari hadis itu pula dapat difahamkan, bahwa yang tercela itu ialah perempuan yang mengerjakan hal tersebut semata-mata untuk tujuan keindahan dan kecantikan yang dusta. Tetapi kalau hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit atau bahaya yang mengancam, maka sedikitpun tidak ada halangan. Wallahu a'lam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Halal Wal Haram Syeikh Dr.Yusuf Al-Qordhowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3763253455084744976?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3763253455084744976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/tatoo-kikir-gigi-dan-operasi-kecantikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3763253455084744976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3763253455084744976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/tatoo-kikir-gigi-dan-operasi-kecantikan.html' title='Tatoo, Kikir Gigi dan Operasi Kecantikan Hukumnya Haram'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-4601107756582493826</id><published>2009-01-26T09:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:49:53.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Imam Ali as dan Musafir Non Muslim</title><content type='html'>Pada hari itu udara kota Kufah sangatlah nyaman. Angin sepoi bertiup perlahan dari arah kota memberikan ketenangan bagi jiwa dan semangat manusia. Seorang musafir bergerak ke arah kota Kufah. Dia telah melewati perjalanan yang jauh untuk mencapai suatu tempat di sekitar Kufah dan kini ia merasa kelelahan. Dia berpikir sendirian, alangkah menyenangkannya jika dia mempunyai teman seperjalanan, supaya dia punya teman untuk berbicara dan tidak merasa lelah akan perjalanan tersebut. Ketika itu pula, tampak sesosok tubuh dari kejauhan. Sang musafir merasa gembira dan berkata sendirian, ”Aku akan bersabar sampai orang itu datang menghampiriku. Mungkin saja dia bisa menjadi teman seperjalananku.”&lt;br /&gt;Sosok dari kejauhan itu akhirnya mendekat. Ternyata dia adalah seorang lelaki itu berwajah menarik dan bercahaya. Terlihat senyum terukir di bibir lelaki itu. Ketika keduanya berdekatan, mereka saling bertanya kabar. Ternyata, lelaki itu juga akan pergi ke Kufah. Sang musafir yang kesepian tadi merasa gembira karena kini dia memiliki teman seperjalanan.&lt;br /&gt;Lelaki yang baru tiba itu tidak lain adalah Imam Ali a.s. Tetapi, Imam Ali menyembunyikan identitasnya kepada musafir tersebut. Keduanya sama-sama meneruskan perjalanan. Mereka lalui perjalanan bersama itu sambil berbincang-bincang. Tak lama kemudian, Imam Ali as mengetahui bahwa teman seperjalanannya itu bukan muslim. Namun, Imam Ali tetap mmeprlakukannya dengan baik, sampai-sampai lelaki non muslim itu merasakan persahabatan dan kecintaan terhadap Ali a.s. Tutur kata dan akhlak Imam Ali sedemikian baiknya sehingga telah meninggalkan kesan kepada lelaki itu, sampai-sampai dia melupakan rasa lelahnya.&lt;br /&gt;Dia lalu berhenti sejenak dan berkata kepada Imam Ali, “Sungguh menakjubkan, kebetulan sejam yang lalu aku memohon teman seperjalanan untuk menemaniku agar beratnya perjalanan ini tidak terasa. Lihatlah betapa Allah telah mengabulkan permintaanku. Sampai kini, aku tidak pernah menemui orang sebaik dan sepintar engkau dalam berbicara.”&lt;br /&gt;Imam Ali hanya tersenyum ketika mendengar kata-kata lelaki ini dan mereka kembali meneruskan perjalanan mereka. Perjalanan itu berakhir dengan dua arah. Satu jalan ke Kufah yang menjadi tempat tujuan Imam Ali as dan jalan kedua merupakan arah yang dituju lelaki non muslim itu. Imam Ali tidak mengambil jalan ke arah Kufah dan terus berjalan mengikuti teman seperjalanannya. Lelaki itu sibuk berbicara sehingga tidak menyadari hal tersebut. Beberapa saat kemudian, dia menyadarinya dan bertanya, “Sahabatku, engkau telah salah memilih jalan, sewaktu di persimpangan tadi engkau seharusnya memilih jalan ke Kufah.”&lt;br /&gt;Imam Ali, “Aku tahu. Tetapi aku ingin mengiringimu sampai engkau menyelesaikan pembicaraanmu.” Lelaki itu merasa takjub mendengar ucapan Imam Ali tersebut, lalu berkata, “Akhlakmu sungguh baik sekali. Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang dirimu. Sebutkanlah namamu dan apakah pekerjaanmu?”&lt;br /&gt;Imam Ali menjawab, “Sahabatku, aku adalah Ali bin Abi Thalib.” Lelaki non muslim itu yang sudah sering mendengar nama Ali dan mengetahui dia adalah pemimpin umat Islam, amat terkejut. Kebimbangan menyelimuti dirinya. Dia berkata sendirian, “Ya Tuhanku, sejak tadi hingga kini, ternyata aku sedang bersama khalifah umat Islam dan aku tidak mengetahuinya sama sekali. &lt;br /&gt;Lalu, dia berkata kepada Imam Ali a.s., ”Ketawadhu’an dan kebaikan akhlak Anda memang layak mendapat pujian. Apakah mereka yang dididik dengan ajaran Islam memiliki akhlak seperti Anda?”&lt;br /&gt;Pada saat itu jendela ke arah cahaya dan hakikat terbuka di hadapan matanya. Imam Ali a.s. kemudian menyampaikan ajaran Islam kepada musafir itu. Tidak berapa lama kemudian, dengan bimbingan Imam Ali, dia memeluk agama Islam dan bergabung dengan barisan kaum mukmin. Dengan demikian, kebaikan, kelembutan, dan sifat baik Imam Ali a.s. telah membuka hati lelaki non muslim itu untuk menerima kebenaran ajaran Islam.&lt;br /&gt;Rasulullah saaw bersabda, “Berlaku baiklah kepada sesama manusia. Mereka menyukai kalian selagi kalian hidup dan menangisi kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-4601107756582493826?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/4601107756582493826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/imam-ali-as-dan-musafir-non-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4601107756582493826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/4601107756582493826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/imam-ali-as-dan-musafir-non-muslim.html' title='Imam Ali as dan Musafir Non Muslim'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2091978971783632970</id><published>2009-01-26T09:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:27:50.963-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Air Mata Kerinduan Uwais Al-Qarani Kepada Rasul S.A.W</title><content type='html'>Di negeri Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarani yang berasal dari kabilah Qaran. Uwais Al-Qarani mempunyai jiwa yang bersih dan mulia. Dia seorang yang pintar dan selalu melakukan pencarian makna hidup. Meskipun saat itu dia masih belum mengenal ajaran Islam yang mulia, dia sangat menghormati nilai-nilai mulia kemanusiaan. Di antara sikap dan perilaku Uwais yang paling menonjol sekali ialah penghormatan yang besar terhadap ibunya. Dia bersikap amat lemah-lembut kepada ibunya yang sudah tua dan dia amat mengerti tanggung jawabnya sebagai anak. Dia dapat merasakan kesulitan seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Oleh karena itu, dia melayani ibunya seperti seorang pelayan yang taat dan patuh. Uwais sama sekali tidak melupakan jerih payah ibunya.&lt;br /&gt;Suatu saat, Uwais Al-Qarani mendengar kabar bahwa ada seorang nabi yang berhijrah dari kota Mekah ke Madinah dan sebagian dari masyarakat mengikuti ajaran nabi tersebut. Uwais dengan perenungannya, sampai kepada kesimpulan bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang benar-benar diutus oleh Tuhan karena perintah dan ajaran yang disampaikan beliau berlandaskan kepada akal dan sesuai dengan nilai-nilai tinggi insani. Uwais mempercayai kenabian Nabi Muhammad S.A.W dan dia ingin sekali bertemu dengan beliau. Dia ingin melakukan perjalanan ke Madinah dan melihat sendiri keindahan hati Nabi Muhammad dari dekat. Tetapi, kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan membuatnya mengurungkan niatnya itu. Berbulan-bulan lamanya Uwais memendam harapan dan impiannya tersebut. Sampai suatu hari, dia mengambil keputusan untuk menceritakan keinginannya itu kepada ibunya.&lt;br /&gt;Uwais dengan sopan duduk di hadapan ibunya dan berkata, “Wahai ibu, aku tidak dapat menahan hati untuk bertemu dengan seorang lelaki yang telah diutus sebagai nabi. Engkau pun tahu bahwa anakmu ini tidak pernah berfikir tentang hal-hal selain dari kebaikan dan kebenaran. Jika ibu mengizinkan, aku ingin sekali pergi menemui Rasul Alloh itu dari dekat.”&lt;br /&gt;Ibu Uwais yang amat terkesan melihat kesungguhan dan gelora keinginan anaknya untuk bertemu dengan Nabi, berkata, “Wahai anakku, aku izinkan engkau untuk pergi ke Madinah, tetapi aku minta supaya setelah engkau bertemu dengan Nabi segeralah engkau pulang ke Yaman dan janganlah engkau berlama-lama di sana.”&lt;br /&gt;Dengan penuh gembira, Uwais menerima permintaan ibunya itu dan dia pun melakukan perjalanan untuk pergi ke Madinah. Meskipun perjalanan begitu jauh dan menyulitkan, namun semangat dan keinginannya yang besar untuk bertemu Nabi menyebabkan dia merasa begitu gembira hingga tidak merasa lelah dalam perjalanan. Siang dan malam dia tempuh perjalanan tanpa menghiraukan kesulitan dan kelelahan yang menderanya. &lt;br /&gt;Akhirnya, sampailah Uwais Al-Qarani ke kota Madinah. Dengan tidak sabar lagi, dia bertanya ke sana kemari untuk mencari Nabi Muhammad. Tetapi, berita yang didapatkannya amat mengecewakan. Orang-orang Madinah memberi tahu Uwais bahwa Nabi sedang keluar dari kota untuk beberapa hari. Begitu Uwais mendengar berita ini, dia mengeluh panjang dan terduduk di atas tanah. Segala kelelahan terasa menimpa seluruh tubuhnya. Sedemikian besar rasa kecewa yang menyelubunginya sehingga dia menangis sejadi-jadinya. Orang-orang membujuknya dengan mengatakan bahwa dia bisa tetap tinggal di Madinah dan menjadi tamu mereka sampai Rasulullah kembali dari perjalanannya. Tetapi Uwais berkata bahwa dia mempunyai seorang ibu tua yang sedang menanti kepulangannya.&lt;br /&gt;Uwais mengambil keputusan untuk segera pulang ke Yaman meskipun dia belum berhasil menemui Nabi, demi melaksanakan janjinya kepada sang ibu. Dia berkata kepada para sahabat dan keluarga Nabi, “Aku terpaksa pulang ke Yaman. Aku minta pada kalian, jika Rasulullah pulang, sampaikanlah salamku kepadanya.”&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Rasulullah saw pulang ke Madinah. Ketika beliau mendengar kisah Uwais, beliau memujinya dan berkata, “Uwais telah pergi, namun cahayanya tetap tinggal di rumah kami. Angin sepoi dan aroma wewangian syurga bertiup ke arah Yaman. Wahai Uwais! Aku juga ingin sekali menemuimu. Sahabat ku, siapapun di antara kalian yang bertemu dengan Uwais, sampaikanlah salamku kepadanya.” Dalam sejarah dikatakan bahwa memang Uwais tidak pernah dapat bertemu dengan Rasulullah. Tetapi, karena pengorbanan yang telah dilakukannya buat ibunya, namanya tercatat abadi dalam sejarah.&lt;br /&gt;Dalam hadis Rasulullah saw bersabda: &lt;br /&gt;“Tuhan memanjangkan usia orang-orang yang melakukan kebaikan kepada orang tua mereka.” &lt;br /&gt;“Siapa saja yang menggembirakan hati ibu dan bapaknya, Tuhan juga akan menggembirakan mereka dan siapa saja yang membuat ibu bapa mereka marah, Tuhan juga akan murka terhadap mereka.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2091978971783632970?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2091978971783632970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/air-mata-kerinduan-uwais-al-qarani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2091978971783632970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2091978971783632970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/air-mata-kerinduan-uwais-al-qarani.html' title='Air Mata Kerinduan Uwais Al-Qarani Kepada Rasul S.A.W'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5511018992851332844</id><published>2009-01-26T09:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:25:31.463-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Dialog Imam Abu Hanifah</title><content type='html'>Imam Abu Hanifah(Imam mazhab Hanafi) pernah bercerita : "Ada seorang ilmuwan besar dari bangsa Romawi, tapi ia kafir. Ulama-ulama Islam membiarkannya saja, kecuali seorang, yaitu Hammad guru Abu Hanifah, oleh karena itu dia segan bila bertemu dengannya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika jamaah berkumpul di masjid, orang kafir itu naik mimbar dan mau mengadakan tukar pikiran dengan siapa saja, dia hendak menyerang ulama-ulama Islam. Di antara barisan jama'ah di masjid berdirilah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah, dan ketika sudah berada dekat depan mimbar, dia berkata :&lt;br /&gt;"Inilah saya, hendak bertukar pikiran dengan tuan". Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena mudanya. Namun dia pun angkat bicara :&lt;br /&gt;"Silahkan ungkapkan  pendapat tuan!".&lt;br /&gt;Ilmuwan nonmuslim itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya :"Masuk akalkah bila dikatakan bahwa ada pertama yang tidak apa-apanya sebelumnya?". "Benar, tahukah tuan tentang hitungan?", tanya Abu Hanifah.&lt;br /&gt;"Ya".&lt;br /&gt;"Angka berpakah sebelum angka satu?".&lt;br /&gt;"Ia adalah pertama, dan yang paling pertama. Tak ada angka lain sebelum angka satu", jawab sang ilmuwan.&lt;br /&gt;"Demikian pula Allah Swt".&lt;br /&gt;"Di mana Dia sekarang? Sesuatu yang ada mesti ada tempatnya", tanya ilmuan nonmuslim tersebut.&lt;br /&gt;"Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?".&lt;br /&gt;"Ya".&lt;br /&gt;"Adakah di dalam susu itu keju?".&lt;br /&gt;"Ya".&lt;br /&gt;"Di mana, di sebelah mana tempatnya keju itu sekarang?", tanya Abu Hanifah.&lt;br /&gt;"Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu!", jawab ilmuwan nonmuslim itu.&lt;br /&gt;"Begitu pulalah Allah, tidak bertempat dan tidak ditempatkan", jelas Abu Hanifah. "Ke arah manakah Allah sekarang menghadap? Sebab segala sesuatu pasti punya arah?", tanya orang kafir itu.&lt;br /&gt;"Jika tuan menyalakan lampu, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?", tanya Abu Hanifah.&lt;br /&gt;"Sinarnya menghadap ke semua arah".&lt;br /&gt;"Begitu pulalah Allah Pencipta langit dan bumi".&lt;br /&gt;"Ya! Apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?".&lt;br /&gt;"Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah.&lt;br /&gt;Ilmuwan nonmuslim itu turun dari mimbar, dan Abu Hanifah naik di atas.&lt;br /&gt;"Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?".&lt;br /&gt;Ilmuwan nonmuslim mengangguk.&lt;br /&gt;"Pekerjaan-Nya sekarang, ialah bahwa apabila ada seorang kafir seperti tuan sedang berdiri di atas mimbar, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mu`min sedang berdiri di atas lantai, seketika itu juga Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu". Para hadirin puas dan begitu pula ilmuwan nonmuslimitu.(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5511018992851332844?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5511018992851332844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/dialog-imam-abu-hanifah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5511018992851332844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5511018992851332844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/dialog-imam-abu-hanifah.html' title='Dialog Imam Abu Hanifah'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-383921490446941999</id><published>2009-01-19T06:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T06:18:54.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Hukum Tahlil dan jamuannya</title><content type='html'>1.Masalah Tahlil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahlil telah menjadi perdebatan yang sampai sekarang belum menacpai kesepakatan. Tanpa ikut berpolemik, sedikit kami uraikan permasalahan tahlil dan tawassul yang menurut sebagian orang dianggap bid'ah dan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti tahlil secara lafdzi adalah bacaan kalimat Thayyibah (لااله الا الله). Namun kemudian kalimat tahlil menjadi sebuah istilah dari rangkaian bacaan beberapa dzikir, alqur'an dan do'a tertentu yang dibaca untuk mendo'akan orang yang sudah mati. Ketika diucapkan kata-kata tahlil pengertiannya berubah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahlil pada mulanya ditradisikan oleh Wali Sanga. Seperti yang telah kita ketahui, yang paling berjasa menyebarkan ajaran Islam di indonesia adalah Wali Sanga. keberhasilan da'wah Wali Sanga ini tidak lepas dari cara dakwahnya yang mengedepankan metode kultural atau budaya. Wali Sanga mengajarkan nilai-nilai Islam secara luwes mereka tidak secara frontal menentang tradisi-tradisi hindu yang telah mengakar kuat di masyarakat, namun membiarkan tradisi itu berjalan hanya saja isinya diganti dengan nilai nilai islam, tradisi dulu bila ada orang mati maka sanak famili dan tetangga berkumpul dirumah duka yang dilakukan bukannya mendo'akan simati malah bergadang dengan melakukan hal yang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Sanga tidak serta merta membubarkan tradisi tersebut, masyarakat dibiarkan tetap berkumpul namun acaranya diganti dengan mendoakan pada mayit, jadi tahlil dengan pengertian diatas sebelum Wali Sanga tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu Tahlil itu bid'ah! Setiap perbuatan bid'ah sesat ! setiap sesat masuk neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu, anda berada didepan Komputer ini juga bid'ah sebab tidak pernah di kerjakan oleh nabi S A W kalau begitu anda sesat dan masuk neraka? Akal sesat pasti menolak logika seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama membagi bid'ah menjadi dua ,bid'ah hasanah dan bid'ah sayyiah  , sedangkan bid'ah hasanah sama sekali tidak sesat meskipun tidak pernah dikerjakan oleh nabi jadi ukurannya bukan pernah dikerjakan oleh nabi atau tidak , namun lebih luas dari itu, apakah sesuai dengan syariat atau tidak ! yang dimaksudkan syariat disini tentu saja dalil dalil alquran sunnah ,atsarus shahabah , Ijma' dan qiyas . jika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan dalil dalil tersebut maka sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat apakah dalam tahlil ada yang bertentangan dengan syari'at ? tidak ada, tahlil adalah serangkaian kalimat yang berisi dzikir, bacaan alqur'an, yang disusun untuk sekedar mudah untuk di ingat, biasanya dibaca secara berjemaah yang pahalanya dihadiahkan pada mayit , rangkaian bacaan yang ada mempunyai keutamaan yang mempunyai dasar yang kuat, dari sisi ini jelas tahlil tidak ada yang bertentangan dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang dipermasalahkan adalah sampai dan tidaknya pahala maka perdebatan tidak akan menemui ujung usai, sebab itu masalah khilafiyah dengan argumen masing-masing ada yang mengatakan pahalanya bisa sampai ada yang mengatakan tidak, pendeknya ulama' sepakat untuk tidak sepakat , ya sudah jangan dipermasalahkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat kita urusan pahala adalah masalah penilaian Allah SWT yang tidak bisa di intervensi (dicampuri) oleh siapapun. Kita yang membaca tahlil esensinya kan berdo'a semoga pahala bacaan kita disampaikan kepada mayit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Khilafiyah itu KH Sahal Mahfud, berpendapat bahwa acara tahlilan yang sudah mentradisi hendaknya terus dilestarikan sebagai salah satu budaya yang bernilai islami dalam rangka melaksanakan ibadah sosial sekaligus meningkatkan dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hukum memberi jamuan dalam tahlilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi jamuan yang biasa diadakan ketika ada orang mati, itu diperbolehkan. Banyak dari kalangan ulama yang mengatakan bahwa  seperti itu termasuk ibadah yang terpuji dan , memang, dianjurkan dengan berbagai alasan. Karena hal itu, kalau ditilik dari segi jamuannya adalah termasuk sadaqah ”yang, memang, dianjurkan oleh agama menurut kesepakatan ulama'.yang pahalanya dihadiyahkan pada orang yang telah mati. Dan lebih dari itu, ada tujuan lain yang ada di balik jamuan tersebut, yaitu,(1) ikramud dlaif (memulyakan tamu) (2) bersabar menghadapi musibah. (3) tidak menampakkan rasa susah dan gelisah kepada orang lain. Ketiga masalah tersebut, semuanaya, termasuk ibadah dan perbuatan taat yang diridhoi oleh Allah AWT serta pelakunya akan mendapatkan pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan catatan biaya jamuan  tersebut tidak diambilkan dari harta ahli waris yang berstatus mahjuralaih. Apabila biaya jamuan tersebut diambilakan harta ahli waris yang berstatus mahjuralaih.(seperti anak yatim), maka hukumnya tidak bolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun mengkhususkan selamatan pada mayit pada hari-hari  tertentu adalah bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya, selamatan pada hari-hari itu juga tidak ada keutamaan atau manfaatnya keterangan dalam kitab Mataliâud daqoâiq yang menyatakan bahwa selamatan pada hari  3, 7, 40, 100 dst itu mempunyai keutamaan karena terkait dengan keberadaan atau proses yang dialami mayit dialam kubur adalah tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian shadakah itu sama sekali tidak mengurangi nilai pahala sedekah yang pahalanya dihadiahkan pada mayit seperti penjelasan diatas. ada  beberapa ulama seperti Syaikh Imam Nawawi Syaikh ismail dan yang lainya menyatakan, bersedekah untuk orang yang telah meninggal dunia itu sunnah(matlub) Cuma hal itu tidak boleh disengaja dikaitkan dengan hari-hari yang telah mentradisi di suatu komunitas masyarakat. Malah jika acara tersebut dimaksudkan untuk meratapi mayit, maka haram.(cepsalse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-383921490446941999?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/383921490446941999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hukum-tahlil-dan-jamuannya.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/383921490446941999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/383921490446941999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hukum-tahlil-dan-jamuannya.html' title='Hukum Tahlil dan jamuannya'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-3012503329052089542</id><published>2009-01-18T13:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T13:36:45.321-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Poligami</title><content type='html'>Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan selalu terjun dalam suatu realita, mendidik dan menjauhkan dari sikap toledor dan bermalas-malas. Begitulah yang kami saksikan dengan gamblang dalam hubungannya dengan masalah poligami.&lt;br /&gt;Dengan menitikberatkan demi kepentingan manusia, baik secara individual maupun masyarakat, Islam membolehkan kawin lebih dari seorang.&lt;br /&gt;Kebanyakan umat-umat dahulu dan agama-agama sebelum Islam membolehkan kawin tanpa batas yang kadang-kadang sampai sepuluh orang wanita, bahkan ada yang sampai seratus dan beratus-ratus tanpa suatu syarat dan ikatan. Maka setelah Islam datang, perkawinan lebih dari seorang ini diberinya batas dan bersyarat. Batas maksimalnya ialah empat, seperti riwayatnya Ghailan:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Ghailan ats-Tsaqafi telah masuk Islam dan mempunyai sepuluh isteri, kemudian Nabi berkata kepadanya: Pilihlah empat di antara mereka itu, dan cerailah yang lain." (Riwayat Ahmad, Syafi'i, Tarmizi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah, Daraquthni dan Baihaqi)&lt;br /&gt;Sementara ada juga yang mempunyai isteri delapan dan ada juga yang lima. Semuanya itu diperintahkan oleh Nabi supaya memilih empat saja.&lt;br /&gt;Adapun nikahnya Nabi sampai sembilan orang itu adalah khususiyah buat Nabi karena ada suatu motif da'wah dan demi memenuhi kepentingan umat kepada isteri-isteri Nabi itu sepeninggal beliau.&lt;br /&gt;Adil Adalah Syarat Dibolehkan Poligami&lt;br /&gt;Syarat yang ditentukan Islam untuk poligami ialah terpercayanya seorang muslim terhadap dirinya, bahwa dia sanggup berlaku adil terhadap semua isterinya baik tentang soal makannya, minumnya, pakaiannya, rumahnya, tempat tidurnya maupun nafkahnya. Siapa yang tidak mampu melaksanakan keadilan ini, maka dia tidak boleh nikah lebih dari seorang.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak dapat berlaku adil, maka kawinlah seorang saja." (an-Nisa': 3)&lt;br /&gt;Dan bersabda Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;"Barangsiapa mempunyai isteri dua, tetapi dia lebih cenderung kepada yang satu, maka nanti di hari kiamat dia akan datang menyeret salah satu lambungnya dalam keadaan jatuh atau miring." (Riwayat Ahlulsunan, Ibnu Hibban dan al-Hakim)&lt;br /&gt;Yang dimaksud cenderung atau condong yang diancam oleh hadis tersebut, ialah meremehkan hak-hak isteri, bukan semata-mata kecenderungan hati. Sebab kecenderungan hati termasuk suatu keadilan yang tidak mungkin dapat dilaksanakan. Oleh karena itu Allah memberikan maaf dalam hal tersebut. Seperti tersebut dalam firmanNya:&lt;br /&gt;"Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil antara isteri-isterimu sekalipun kamu sangat berkeinginan, oleh karena itu janganlah kamu terlalu condong." (an-Nisa': 129)&lt;br /&gt;Oleh karena itu pula setelah Rasulullah membagi atau menggilir dan melaksanakan keadilannya, kemudian beliau berdoa:&lt;br /&gt;"Ya Allah! Inilah giliranku yang mampu aku lakukan. Maka janganlah Engkau siksa aku berhubung sesuatu yang Engkau mampu laksanakan tetapi aku tidak mampu melaksanakan." (Riwayat Ashabussunan)&lt;br /&gt;Yakni sesuatu yang tidak mampu dikuasai oleh hati manusia dan sesuatu kecenderungan kepada salah satu isterinya.&lt;br /&gt;Nabi sendiri kalau hendak bepergian, ia mengadakan undian. Siapa mendapat bagiannya, dialah yang nanti akan diajak pergi oleh Nabi.&lt;br /&gt;Beliau bersikap demikian demi menjaga perasaan dan tercapainya persetujuan oleh semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hikmah Dibolehkannya Poligami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah hukum Allah yang terakhir yang dibawa oleh Nabi yang terakhir pula. Oleh karena itu layak kalau ia datang dengan membawa undang-undang yang komplit, abadi dan universal. Berlaku untuk semua daerah, semua masa dan semua manusia.&lt;br /&gt;Islam tidak membuat hukum yang hanya berlaku untuk orang kota dan melupakan orang desa, untuk daerah dingin dan melupakan daerah panas, untuk satu masa tertentu dan melupakan masa-masa lainnya serta generasi mendatang.&lt;br /&gt;Islam telah menentukan keperluan perorangan dan masyarakat, dan menentukan ukuran kepentingan dan kemaslahatan manusia seluruhnya. Di antara manusia ada yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang isterinya mandul atau sakit sehingga tidak mempunyai anak. Bukankah suatu kehormatan bagi si isteri dan keutamaan bagi si suami kalau dia kawin lagi dengan seorang wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi hak-haknya?&lt;br /&gt;Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks yang luarbiasa, tetapi isterinya hanya dingin saja atau sakit, atau masa haidhnya itu terlalu panjang dan sebagainya, sedang si laki-laki tidak dapat menahan nafsunya lebih banyak seperti orang perempuan. Apakah dalam situasi seperti itu si laki-laki tersebut tidak boleh kawin dengan perempuan lain yang halal sebagai tempat mencari teman tidur?&lt;br /&gt;Dan ada kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, lebih-lebih karena akibat dari peperangan yang hanya diikuti oleh laki-laki dan pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu kemaslahatan buat masyarakat dan perempuan itu sendiri, sehingga dengan demikian mereka akan merupakan manusia yang bergharizah yang tidak hidup sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak dapat melaksanakan hidup berumahtangga yang di dalamnya terdapat suatu ketenteraman, kecintaan, perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai pula dengan panggilan fitrah.&lt;br /&gt;Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat banyaknya laki-laki yang mampu kawin, yaitu:&lt;br /&gt;1.Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur dalam kepahitan hidup. &lt;br /&gt;2.Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan obat-obat dan         alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram. &lt;br /&gt;3.Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik. &lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan ketiga adalah satu-satunya jalan yang paling bijaksana dan obat mujarrab. Dan inilah hukum yang dipakai oleh Islam, sedang "Siapakah hukumnya yang lebih baik selain hukum Allah untuk orang-orang yang mau beriman?" (al-Maidah: 50)&lt;br /&gt;Inilah sistem poligami yang banyak ditentang oleh orang-orang Kristen Barat yang dijadikan alat untuk menyerang kaum Muslimin, di mana mereka sendiri membenarkan laki-lakinya untuk bermain dengan perempuan-perempuan cabul, tanpa suatu ikatan dan perhitungan, betapapun tidak dibenarkan oleh undang-undang dan moral. Poligami liar dan tidak bermoral ini akan menimbulkan perempuan dan keluarga yang liar dan tidak bermoral juga. Kalau begitu manakah dua golongan tersebut yang lebih kukuh dan lebih baik?(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-3012503329052089542?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/3012503329052089542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/poligami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3012503329052089542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/3012503329052089542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/poligami.html' title='Poligami'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-2108014733095671089</id><published>2009-01-18T13:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T13:27:05.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Kawin Mut'ah (Kawin Kontrak)</title><content type='html'>Perkawinan dalam Islam adalah suatu ikatan yang kuat dan perjanjian yang teguh yang ditegakkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami-isteri dengan abadi, supaya dapat memetik buah kejiwaan yang telah digariskan Allah dalam al-Quran, yaitu ketenteraman, kecintaan dan kasih sayang. Sedang tujuannya yang bersifat duniawi yaitu demi berkembangnya keturunan dan kelangsungan jenis manusia. Seperti yang diterangkan Allah dalam al-Quran:&lt;br /&gt;"Allah telah menjadikan jodoh untuk kamu dari jenismu sendiri, dan Ia menjadikan untuk kamu dari perjodohanmu itu anak-anak dan cucu." (an-Nahl: 72)&lt;br /&gt;Adapun kawin mut'ah adalah ikatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula. Oleh karena itu tidak mungkin perkawinan semacam ini dapat menghasilkan arti yang kami sebutkan di atas.&lt;br /&gt;Kawin mut'ah ini pernah diperkenankan oleh Rasulullah s.a.w. sebelum stabilnya syariah Islamiah, yaitu diperkenankannya ketika dalam bepergian dan peperangan, kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Rahasia dibolehkannya kawin mut'ah waktu itu, ialah karena masyarakat Islam waktu itu masih dalam suatu perjalanan yang kita istilahkan dengan masa transisi, masa peralihan dari jahiliah kepada Islam. Sedang perzinaan di masa jahiliah merupakan satu hal yang biasa dan tersebar di mana-mana. Maka setelah Islam datang dan menyerukan kepada pengikutnya untuk pergi berperang, dan jauhnya mereka dari isteri merupakan suatu penderitaan yang cukup berat. Sebagian mereka ada yang imannya kuat dan ada pula yang lemah. Yang imannya lemah, akan mudah untuk berbuat zina sebagai suatu perbuatan yang keji dan cara yang tidak baik.&lt;br /&gt;Sedang bagi mereka yang kuat imannya berkeinginan untuk kebiri dan mengimpotenkan kemaluannya, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas'ud:&lt;br /&gt;"Kami pernah berperang bersama Rasulullah s.a.w. sedang isteri-isteri kami tidak turut serta bersama kami, kemudian kami bertanya kepada Rasulullah, apakah boleh kami berkebiri? Maka Rasulullah s.a.w. melarang kami berbuat demikian dan memberikan rukhshah supaya kami kawin dengan perempuan dengan maskawin baju untuk satu waktu tertentu." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka dibolehkannya kawin mut'ah adalah sebagai suatu jalan untuk mengatasi problema yang dihadapi oleh kedua golongan tersebut dan merupakan jenjang menuju diundangkannya hukum perkawinan yang sempurna, di mana dengan hukum tersebut akan tercapailah seluruh tujuan perkawinan seperti: terpeliharanya diri, ketenangan jiwa, berlangsungnya keturunan, kecintaan, kasih-sayang dan luasnya daerah pergaulan kekeluargaan karena perkawinan itu.&lt;br /&gt;Sebagaimana al-Quran telah mengharamkan arak dan riba dengan bertahap, di mana kedua hal tersebut telah terbiasa dan tersebar luas di zaman jahiliah, maka begitu juga halnya dalam masalah haramnya kemaluan, Rasulullah tempuh dengan jalan bertahap juga. Misalnya tentang mut'ah, dibolehkannya ketika terpaksa, setelah itu diharamkannya.&lt;br /&gt;Seperti apa yang diriwayatkan oleh Ali dan beberapa sahabat yang lain, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Dari Saburah al-Juhani, sesungguhnya ia pernah berperang bersama Nabi s.a.w. dalam peperangan fathu Makkah, kemudian Nabi memberikan izin kepada mereka untuk kawin mut'ah. Katanya: Kemudian ia (Saburah) tidak pernah keluar sehingga Rasulullah s.a.w. mengharamkan kawin mut'ah itu." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat dikatakan:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Tetapi apakah haramnya mut'ah ini berlaku untuk selama-lamanya seperti halnya kawin dengan ibu dan anak, ataukah seperti haramnya bangkai, darah dan babi yang dibolehkan ketika dalam keadaan terpaksa dan takut berbuat dosa?&lt;br /&gt;Menurut pendapat kebanyakan sahabat, bahwa haramnya mut'ah itu berlaku selama-lamanya, tidak ada sedikitpun rukhshah, sesudah hukum tersebut diundangkan.&lt;br /&gt;Tetapi Ibnu Abbas berpendapat lain, ia berpendapat boleh ketika terpaksa, yaitu seperti tersebut di bawah ini:&lt;br /&gt;"Ada seorang yang bertanya kepadanya tentang kawin mut'ah, kemudian dia membolehkannya. Lantas seorang bekas hambanya bertanya: Apakah yang demikian itu dalam keadaan terpaksa dan karena sedikitnya jumlah wanita atau yang seperti itu? Ibnu Abbas menjawab: Ya!" (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Kemudian setelah Ibnu Abbas menyaksikan sendiri, bahwa banyak orang-orang yang mempermudah persoalan ini dan tidak membatasi dalam situasi yang terpaksa, maka ia hentikan fatwanya itu dan ditarik kembali.(cepsalse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-2108014733095671089?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/2108014733095671089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kawin-mutah-kawin-kontrak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2108014733095671089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/2108014733095671089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kawin-mutah-kawin-kontrak.html' title='Kawin Mut&apos;ah (Kawin Kontrak)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6556484313811751890</id><published>2009-01-14T06:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T06:19:43.802-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Kisah Seorang Pencuri Terong</title><content type='html'>Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syeikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan sesorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan diatas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah dimasa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah berada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada disitu. Dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Lalu dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berkata, 'A'udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid , pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?' Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristigfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan syeikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat memahami apa yang dia dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab saat itu memang tidak ada perempuan kecuali dia memakai hijab, kemudian perempuan itu berbicara dengan syeikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syeikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggilah ia dan syeikh itu bertanya, 'Apakah kamu sudah menikah?', dijawab, 'Belum,'. Syeikh itu bertanya lagi, 'Apakah kau ingin menikah?'. Pemuda itu diam. Syeikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, 'Ya Syeikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?'. Syeikh itu menjawab, 'Wanita ini datang membawa kabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin', kata syeikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokkan. Syeikh itu melanjutkan pembicaraannya, 'Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya? Pemuda itu menjawab 'Ya'. Kemudian Syeikh bertanya kepada wanita itu, 'Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?', ia menjawab 'Ya'. Maka Syeikh itu mendatangkan pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syeikh itu berkata, 'peganglah tangan isterimu!' Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya. Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang isteri bertanya, 'Kau ingin makan?' 'Ya' jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci didapurnya. Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: 'heran siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!'. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, 'Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Alsofwah.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6556484313811751890?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6556484313811751890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-seorang-pencuri-terong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6556484313811751890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6556484313811751890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-seorang-pencuri-terong.html' title='Kisah Seorang Pencuri Terong'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-7657225268778982726</id><published>2009-01-14T06:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T06:17:54.142-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Kisah Pemuda zuhud</title><content type='html'>Abdullah bin Al-Faraj adalah seorang yang tekun beribadah dan dikenal sebagai orang yang shalih. Dia hidup pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abdullah bin Al-Faraj mempunyai barang-barang yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain di dalam rumahnya. Untuk mengerjakan hal tersebut, ia memerlukan seorang pekerja serabutan. Maka ia pun segera pergi ke pasar untuk mencarinya. Setelah mencari ke sana ke mari di dalam pasar, akhirnya ia menemukan seorang pemuda berwajah pucat pasi sedang membawa keranjang besar dan sekop. Pemuda itu mengenakan jubah dan selembar kain sarung yang keduanya terbuat dari bulu domba. Maka Abdullah menghampiri pemuda tersebut dan bertanya kepadanya, “Maukah engkau bekerja untukku?” &lt;br /&gt;“ya,” jawab pemuda itu singkat. &lt;br /&gt;“Berapa imbalannya yang kau minta?” tanya Abdullah kepadanya. &lt;br /&gt;“Satu seperenam dirham,” jawab pemuda itu singkat. &lt;br /&gt;“Baiklah kau dapat bekerja untukku” kata Abdullah. &lt;br /&gt;Tiba-tiba pemuda itu berkata,”Ada satu syarat!” &lt;br /&gt;“Apa syarat yang engkau minta?” jawab Abdullah. &lt;br /&gt;“Bila waktu shalat dzuhur telah tiba dan mu’adzin telah pula mengumandangka adzan, aku akan keluar untuk mengambil air wudlu dan kemudian menunaikan shalat berjama’ah di masjid, setelah itu aku kembali melanjutkan pekerjaanku. Demikian juga bila telah tiba waktu shalat ashar,” jawab pemuda itu tersebut. &lt;br /&gt;“Ya boleh,”Jawab Abdullah singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian, Abdullah bin Al-Faraj pun mengajaknya pulang ke rumah untuk memulai pekerjaannya. Sesampainya di rumah, pemuda itu pun segera bekerja memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Dia bekerja dengan rajin dan tidak pernah sedikitpun mengajak Abdullah berbicara. Ketika adzan dzuhur telah dikumandangkan, pemuda tadi lalu berkata kepada Abdullah, “Wahai Abdullah Mu’adzin telah mengumandangkan adzan!” &lt;br /&gt;“Silahkan” kata Abdullah kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun segera keluar menuju ke masjid untuk segera menunaikan shalat dzuhur berjama’ah bersama kaum muslimin termasuk Abdullah. Ketika keperluannya di masjid sudah selesai, pemuda itu segera kembali pergi kerumah Abdullah bin Al-Faraj. Di sanapun ia bekerja kembali dengan rajin sepanjang siang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ashar pun tiba, dan adzan untuk mengajak kaum muslimin shalat berjama’ah di masjid pun berkumandang. Maka pemuda itu pun menghentikan pekerjaannya, dan berkata kepada Abdullah, sang Mu’dzin telah mengumandangkan adzan!” &lt;br /&gt;“Silahkan” kata Abdullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itupun keluar menuju masjid untuk menunaikan shalat Ashar bersama kaum muslim lainnya.. usai menunaikan shalat ia pun kembali meneruskan pekerjaannya hingga hari menjelang sore. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Abdullah pun menyerahkan upahnya dan menyuruhnya pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari kemudian, Abdullah bin Al-Faraj membutuhkan lagi seorang pekerja serabutan. Istrinya pun berkata kepadanya, “Carilah kembali pemuda yang pernah bekerja kepada kita, karena lewat pekerjaannya itu dia telah banyak memberikan nasihat kepada kita !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar saran istrinya tersebut, Abdullah segera pergi kepasar. Sesampainya di pasar, dicarinya pemuda berwajah pucat pasi yang beberapa hari yang lalu pernah bekerja di rumahnya. Namun setelah ia mencarinya kesana kemari, tak ditemukannya pemuda itu. Maka bertanyalah Abdullah kepada orang-orang dipasar perihal pemuda tersebut. Mereka yang ditanyai oleh abdullah menjawab, “Mengapa Anda menanyakan si pemuda pucat yang celaka itu? Dia datang kesini hanya setiap hari sabtu dan kedatangannya itu pun hanya sekedar untuk duduk saja hingga semua orang kembali ke rumah masing-masing”. Mendengar jawaban mereka, Abdullah memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan memutuskan akan mencarinya lagi pada hari sabtu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari sabtu, Abdullah bin Al-Faraj pergi ke pasar untuk mencari pemuda tersebut. Ternyata memang benar kata orang-orang, pemuda itu memang berada di sana. Segeralah Abdullah bin Al-Faraj menghampirinya dan menanyainya, “Maukah engkau bekerja lagi untukku?” &lt;br /&gt;“Aku yakin Anda telah mengetahui berapa upah dan syarat-syarat yang kuajukan kepada Anda,” jawab pemuda itu. &lt;br /&gt;“Mengenai hal tersebut, aku telah memohon petunjuk kepada Allah,” kata Abdullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun berdiri dan mengikuti Abdullah bin Al-Faraj ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, pemuda itupun segera bekerja dengan rajin sebagaimana dulu pernah dipekerjakan untuk Abdullah bin Al-Faraj. Sama seperti dulu pula, ketika adzan dzuhur dan ashar berkumandang, pemuda itupun minta izin kepada Abdullah untuk menunaikan shalat berjama’ah di mesjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sore, maka Abdullah pun memberikannya upah sebesar yang telah disepakati. Ternyata Abdullah puas terhadap pekerjaan pemuda tersebut akan diberi upah sekaligus tipsnya, pemuda itu mengambil upahnya dan menolak tips yang diberikan oleh Abdullah bin AL-Faraj. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, Abdullah membutuhkan tenaganya kembali. Dan sesuai dengan pengetahuan yang ia ketahui, maka Abdullah pun mencarinya di pasar pada hari sabtu. Tetapi setelah dicarinya ke sana ke mari di sekitar pasar, pemuda sederhana itu tidak ditemukannya. Lalu, ia pun bertanya kepada orang-orang yang berada di pasar tentang pemuda itu, dan salah seprang menjawab, “Dia sedang sakit.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itupun menambahkan, “Pemuda itu tiap sabtu selalu datang ke pasar ini dan dia selalu berkerja dengan imbalan satu seperenam dirham. Dengan uang satu seperenam dirham itulah dia dapat makan setiap hari. Dan kini dia sedang menderita sakit.” &lt;br /&gt;Maka Abdullah pun menanyakan alamat rumah tersebut kepada orang itu. Setelah orang itu memberikan alamatnya, Abdullah segera menuju ke kediaman pemuda yang sedang ia cari tersebut. Ternyata pemuda itu tinggal si sebuah rumah milik seorang wanita yang telah lanjut usia. Ketika wanita lanjut usia itulah yang ditemui oleh Abdullah pertama kali, maka Abdullah pun bertanya kepadanya, “Benarkah di sini kediaman seoran pemuda yang suka melakukan perkejaan serabutan ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak beberapa hari ini dia menderita sakit,” jawab wanita renta itu dengan suara tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah pun meminta izin kepada wanita tua itu untuk menemuinya. Wanita renta itu segera mempersilahkan Abdullah masuk dan menunjukkan tempat pemuda tersebut berada. Ternyata benar, pemuda berwajah pucat pasi itu sedang berbaring sakit keras dengan berbantal sebuah batu bata. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum,” sapa Abdullah kepadanya. &lt;br /&gt;“Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,” jawab pemuda tersebut. &lt;br /&gt;Abdullah segera bertanya kepadanya,”Adakah yang bisa kubantu untukmu?” &lt;br /&gt;“Ya, jika Anda bersedia,” kata Abdullah. &lt;br /&gt;“Jika aku telah meninggal dunia nanti, tolong jualkan sekop ini. Tolong cucikan jubah bulu dan kain sarung ini. Lalu gunakan kedua kainku ini untuk mengafaniku. Sobeklah saku jubah ini kerena didalamnya ada sebuah cincin. Tanyakan kapan Khalifah Harun Ar-Rasid keluar dari istananya. Bila Anda sudah mengetahuinya, hadanglah dia dan ajaklah dia berbicara serta tunjukanlah cincin itu kepadanya, niscaya dia akan memanggil Anda. Jika Anda sudah menghadapnya, serahkanlah cincin itu kepadanya. Ingat ! Ini harus dilakukan setelah aku dimakamkan nanti!” kata pemuda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,” jawab Abdullah menyanggupinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemuda itu sakit keras selama beberapa waktu dan akhirnya meninggal dunia. Abdullah bin Al-Faraj pun segera menunaikan apa yang diwasiatkan olehnya; menjual sekopnya kemudian mencuci jubah dan sarungnya serta menggunakan kedua kain itu sebagai kain kafan jenazahnya. Setelah jenazah pemuda itu dimakamkan, maka Abdullah pun aktif mencari informasi kapan Khalifah Harum Ar-Rasyid keluar dari istananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencari-cari tentang hal tersebut, akhirnya tahulah Abdullah kapan Khalifah akan keluar dari istananya. Maka pada hari yang telah dinanti-nantikannya itu, Abdullah segera mencari jalan yang akan dilalui oleh sang Khalifah dan duduk di tepi jalan tersebut. Akhirnya terlihatlah rombongan Khalifah Harun Ar-Rasid semakin dekat dengan tempat ia duduk. Ketika sang Khalifah melintas di depannya, Abdullah segera berteriak,”Wahai Amirul Mukminin, aku mempunyai sebuah titipan untuk tuan !”seraya dia tunjukkan cincin milik pemuda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalifah mendengar seruan tersebut dan melihat cincin yang dipegang Abdullah, segera saja Khalifah dan mengajaknya naik ke atas kendaraannya. Rombongan Khalifah segera pulang menuju istana sedangkan Abdullah belum juga diajak bicara oleh Khalifah sehubungan dengan tindakannya tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di istana, Khalifah Harun Ar-Rasyid memanggil Abdullah bin Al-Faraj untuk menghadapnya. Abdullah pun segera masuk ke ruangan di mana Khalifah berada. Ketika dia sudah masuk, Khalifah lalu memerintahkan semua orang yang ada agar meninggalkan ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di situ pun bergegas keluar meninggalkan Abdullah seorang diri di hadapan Khalifah. Ruangan menjadi sunyi senyap. Pertanyaan Khalifah Harun Ar-Rasyid memecah suasana tersebut, “Siapakah Anda ?” &lt;br /&gt;“Abdullah bin Al-Faraj.” &lt;br /&gt;“Dari mana Anda mendapatkan cincin ini ?” tanya Khalifah kepada Abdullah. &lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, Abdullah menjawabnya dengan bercerita tentang pertemuannya dengan seorang pemuda berwajah pucat pasi hingga kematian pemuda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita yang dituturkan oleh Abdullah, seketika itu pula Khalifah Harun Ar-Rasyid menangis. Tangisan beliu membuat Abdullah merasa iba kepadanya. Setelah tangis Khalifah agak reda, Abdullah merasa yang tidak tahu mengapa Khalifah menangis ketika mendengar ceritnya, akhirnya bertanya kepada sang Khalifah, “Wahai Amirul-Mukminin, adakah hubungan Anda dengannya ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia adalah putraku,” jawab sang Khalifah. &lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin itu terjadi ?” tanya Abdullah heran memohon penjelasan. &lt;br /&gt;“Dia lahir sebelum aku mendapatkan ujian menjadi Khalifah. Saat itu dia tumbuh dengan baik, rajin mempelajari Al-Qur’an, dan menuntut ilmu. Ketika aku telah diangkat menjadi Khalifah, dia pun pergi meninggalkanku dan tidak membawa sedikit pun bekal harta yang kumiliki. Kepada ibunya, aku lalu menyerahkan cincin ini. Ini adalah yaqut yang nilainya sangat mahal. Oleh ibunya, cincin ini lalu diberikan kepadanya, dengan tujuan agar suatu saat kelak cincin ini membawa manfaat baginya. Ibunya telah meninggal dunia, dan sejak itu aku tidak pernah mendengar berita tentang anakku dan baru sekarang ini engkau membawa berita perihal putraku itu,” kata Khalifah Harun Ar-Rasyid menjelaskan. &lt;br /&gt;“Nanti malam, tolong antarkan aku ke makamnya !” kata Khalifah lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam, Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Abdullah bin Al-Faraj berdua keluar dari istana berjalan kaku ke makam pemuda sederhana yang ternyata putra seorang Khalifah. Akhirnya, sampailah mereka di makan putra sang Khalifah, lalu Khalifah Harun Ar-Rasyid pun duduk bersimpuh di depan makam putranya sambil menangis pilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua terus berada di makam itu sepanjang malam. Hingga saat fajar mulai menyingsing, Khalifah pun mengajak Abdullah pulang seraya berkata, “Engkau harus berjanji kepadaku untuk bersedia datang setiap hari menemaniku ke makam putraku !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abdullah pun berjanji kepada sang Khalifah. Sejak saat itu mereka selalu berangkat dan pulang bersama dari berziarah ke makam putra Khalifah Harun Ar-Rasyid. (assyd) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Sumber : El Fata Edisi IV/ Tahun I, hal. 30 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-7657225268778982726?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/7657225268778982726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-pemuda-zuhud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7657225268778982726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/7657225268778982726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-pemuda-zuhud.html' title='Kisah Pemuda zuhud'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5955048839673939535</id><published>2009-01-13T09:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:51:23.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Hikmah Pengharaman Babi</title><content type='html'>Naluri manusia yang baik sudah  tentu tidak akan menyukainya, karena makanan-makanan babi itu yang kotor-kotor dan najis. Ilmu kedokteran sekarang ini mengakui, bahwa makan daging babi itu sangat berbahaya untuk seluruh daerah, lebih-lebih di daerah panas. Ini diperoleh berdasarkan penyelidikan ilmiah, bahwa makan daging babi itu salah satu sebab timbulnya cacing pita yang sangat berbahaya. Dan barangkali pengetahuan modern berikutnya akan lebih banyak dapat menyingkap rahasia haramnya babi ini daripada hari kini. Maka tepatlah apa yang ditegaskan Allah:&lt;br /&gt;"Dan Allah mengharamkan atas mereka yang kotor-kotor." (al-A'raf: 156)&lt;br /&gt;Sementara ahli penyelidik berpendapat, bahwa membiasakan makan daging babi dapat melemahkan perasaan cemburu terhadap hal-hal yang terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr.Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: &lt;br /&gt;"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Modern &lt;br /&gt;Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid &lt;br /&gt;Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997 &lt;br /&gt;Penerbit: Gema Insani Press &lt;br /&gt;Halal Wal Haram Syeikh Dr.Yusuf Qordhowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5955048839673939535?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5955048839673939535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hikmah-pengharaman-babi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5955048839673939535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5955048839673939535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hikmah-pengharaman-babi.html' title='Hikmah Pengharaman Babi'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-385363073136562972</id><published>2009-01-13T09:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:54:54.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Kisah Intelektual Nasr Hamid Abu Zayd</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SWzKly4drwI/AAAAAAAAAB0/XsvRtwZXHco/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 79px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SWzKly4drwI/AAAAAAAAAB0/XsvRtwZXHco/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290826412916059906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Nasr Hamid Abu Zayd adalah orang Mesir asli, lahir di Thantha, 7 Oktober 1943. Pendidikan tinggi, dari S1 sampai S3, jurusan sastra Arab, diselesaikannya di Universitas Kairo, tempatnya mengabdi sebagai dosen&lt;br /&gt;sejak 1972. Namun ia pernah tinggal di Amerika selama dua tahun (1978-1980), saat memperoleh beasiswa untuk penelitian doktoralnya di Institute of Middle Eastern Studies, University of Pennsylvania, Philadelphia. Karena itu ia menguasai bahasa Inggris lisan maupun tulisan. Ia juga pernah menjadi dosen tamu di Universitas Osaka, Jepang. Di sana ia mengajar Bahasa Arab selama empat tahun (Maret 1985-Juli 1989). Karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain: (1)&lt;br /&gt;Rasionalisme dalam Tafsir: Studi Konsep Metafor Menurut Mu'tazilah (al-Ittijah al-'Aqliy fi-t Tafsir: Dirasah fi Mafhum al-Majaz 'inda al-Mu'tazilah, Beirut 1982); (2) Filsafat Hermeneutika: Studi Hermeneutika al-Quran menurut Muhyiddin ibn 'Arabi' (Falsafat at-Ta'wil: Dirasah fi Ta'wil al-Qur'an 'inda Muhyiddin ibn 'Arabi, Beirut, 1983); (3) Konsep Teks: Studi Ulumul Quran (Mafhum an-Nashsh: Dirasah fi 'Ulum al-Qur'an, Kairo, 1987); (4) Problematika Pembacaan dan Mekanisme Hermeneutik (Isykaliyyat al-Qira'ah wa Aliyyat at-Ta'wil, Kairo, 1992); (5) Kritik Wacana Agama (Naqd al-Khithab ad-Diniy, 1992); dan (6) Imam Syafi'i dan Peletakan Dasar Ideologi Tengah (al-Imam asy-Syafi'i wa Ta'sis Aidulujiyyat al-Wasathiyyah, Kairo, 1992). Kecuali nomor satu dan dua, yang berasal dari tesis master dan doktoralnya, tulisan-tulisan Abu Zayd telah memicu kontroversi dan berbuntut panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya bermula di bulan Mei 1992. Abu Zayd mengajukan promosi untuk menjadi guru besar di fakultas sastra Universitas Kairo. Beserta berkas yang&lt;br /&gt;diperlukan ia melampirkan semua karya tulisnya yang sudah diterbitkan. Enam bulan kemudian, 3 Desember 1992, keluar keputusannya: promosi ditolak. Abu Zayd tidak layak menjadi profesor, karya-karyanya dinilai kurang bermutu bahkan menyimpang dan merusak karena isinya melecehkan ajaran Islam, menghina Rasulullah SAW, meremehkan al-Quran, dan menghina para ulama salaf. Abu Zayd tidak bisa menerima dan protes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, pada Jumat, 2 April 1993, Profesor Abdushshabur Syahin, yang juga salah seorang anggota tim penilai, dalam khutbahnya di Mesjid 'Amru bin 'Ash, menyatakan Abu Zayd murtad. Pernyataan Ustadz Syahin diikuti oleh para khatib di masjid-masjid pada Jumat berikutnya. Mesir pun heboh. Harian al-Liwa' al-Islami dalam editorialnya 15 April 1993 mendesak pihak Universitas Kairo agar Abu Zayd segera dipecat karena dikhawatirkan akan meracuni para&lt;br /&gt;mahasiswa dengan pikiran-pikirannya yang sesat dan menyesatkan. Pada 10 Juni 1993 sejumlah pengacara, dipimpin oleh M Samida Abdushshamad, memperkarakan Abu Zayd ke pengadilan Giza. Pengadilan membatalkan tuntutan mereka pada 27 Januari 1994. Namun di tingkat banding tuntutan mereka dikabulkan. Pada 14 Juni 1995, dua minggu setelah Universitas Kairo mengeluarkan surat pengangkatannya sebagai profesor, keputusan Mahkamah al-Isti'naf Kairo menyatakan Abu Zayd telah keluar dari Islam alias murtad dan, karena itu, perkawinannya dibatalkan. Ia diharuskan bercerai dari istrinya (Dr Ebtehal Yunis), karena seorang yang murtad tidak boleh menikahi wanita muslimah. Abu Zayd mengajukan banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama al-azhar&lt;br /&gt;Sementara itu, Fron Ulama al-Azhar yang beranggotakan 2.000 orang, meminta pemerintah turun tangan: Abu Zayd mesti disuruh bertaubat atau -- kalau yang&lt;br /&gt;bersangkutan tidak mau -- ia harus dikenakan hukuman mati. Tidak lama kemudian, 23 Juli 1995, bersama istrinya, Abu Zayd terbang pergi ke Madrid, Spanyol, sebelum akhirnya menetap di Leiden, Belanda, sejak 2 Oktober 1995 sampai sekarang. Mahkamah Agung Mesir pada 5 Agustus 1996 mengeluarkan keputusan yang sama: Abu Zayd dinyatakan murtad dan perkawinannya&lt;br /&gt;dibatalkan. Dalam putusan tersebut, kesalahan-kesalahan Abu Zayd disimpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berpendapat dan mengatakan bahwa perkara-perkara gaib yang disebut dalam al-Quran seperti 'arasy, malaikat, setan, jin, surga, dan neraka adalah mitos belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berpendapat dan mengatakan bahwa al-Quran adalah produk budaya (muntaj tsaqafi), dan karenanya mengingkari status azali al-Quran sebagai Kalamullah yang telah ada dalam al-Lawh al-Mahfuz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berpendapat dan mengatakan bahwa al-Quran adalah teks linguistik (nashsh lughawi). Ini sama dengan mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah berdusta dalam menyampaikan wahyu dan al-Quran adalah karangan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berpendapat dan mengatakan bahwa ilmu-ilmu al-Quran adalah "tradisi reaksioner" serta berpendapat dan mengatakan bahwa syariah adalah faktor penyebab kemunduran umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, berpendapat dan mengatakan bahwa iman kepada perkara-perkara gaib merupakan indikator akal yang larut dalam mitos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, berpendapat dan mengatakan bahwa Islam adalah agama Arab, dan karenanya mengingkari statusnya sebagai agama universal bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, berpendapat dan mengatakan bahwa teks al-Quran yang ada merupakan versi Quraisy dan itu sengaja demi mempertahankan supremasi suku Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, mengingkari otentisitas Sunnah Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, mengingkari dan mengajak orang keluar dari otoritas "teks-teks agama". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, berpendapat dan mengatakan bahwa patuh dan tunduk kepada teks-teks agama adalah salah satu bentuk perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pro dan kontra bermunculan, dari kalangan intelektual maupun aktivis HAM. Berbagai media di Barat kontan mengecam keputusan tersebut seraya&lt;br /&gt;memihak dan membela Abu Zayd. Mereka menuduh Abu Zayd telah dizalimi dan ditindas, bahwa hak asasinya dirampas, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi telah dipasung. The Middle East Studies Association of North America, misalnya, melalui Komite Kebebasan Akademis melayangkan surat keprihatinan kepada Presiden Mesir, Husni Mubarak. Namun keputusan&lt;br /&gt;tersebut sudah final, tidak dapat diganggu-gugat dan tidak dapat dicabut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Belanda Abu Zayd justru mendapat sambutan hangat dan diperlakukan istimewa. Rijksuniversiteit Leiden langsung merekrutnya sebagai dosen sejak kedatangannya (1995) sampai sekarang. Ia bahkan diberi kesempatan dan kehormatan untuk menduduki the Cleveringa Chair in Law Responsibility, Freedom of Religion and Conscience, kursi profesor prestisius di universitas itu. Tidak lama kemudian, Institute of Advanced Studies (Wissenschaftskolleg) Berlin mengangkatnya sebagai Bucerius/ZEIT Fellow untuk proyek Hermeneutika&lt;br /&gt;Yahudi dan Islam. Pihak Amerika tidak mau ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Juni 2002, the Franklin and Eleanor Roosevelt Institute menganugrahkan "the Freedom of Worship Medal" kepada Abu Zayd. Lembaga ini menyanjung Abu&lt;br /&gt;Zayd terutama karena pikiran-pikiranya yang dinilai 'berani' dan 'bebas'  (courageous independence of thought) serta sikapnya yang apresiatif terhadap tradisi falsafah dan agama Kristen, modernisme dan humanisme Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Abu Zayd diundang dan disambut meriah. Gagasan-gagasannya diadopsi dan dipropagandakan secara besar-besaran, buku-bukunya diterjemahkan, lokakarya dan seminar digelar. Prof Dr M Amin Abdullah dari IAIN&lt;br /&gt;Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dalam sebuah wawancara dengan JIL, mengaku cukup tertarik dengan karya-karya Abu Zayd seperti Naqd al-Khithab ad-Dini yang&lt;br /&gt;dinilainya cocok untuk dibahas (diajarkan?) di lingkungan IAIN atau PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam). Ia dan cendekiawan lainnya di Tanah Air&lt;br /&gt;tampaknya lupa atau sengaja menganggap sepi keputusan Mahkamah Agung Mesir, menganggap keputusan tersebut berlatarbelakang politik, dan karenanya tidak valid secara akademis. Padahal, keputusan hukum tersebut diambil berdasarkan fakta-fakta dan hasil kesimpulan penelitian tim dan saksi ahli yang pakar di bidangnya. Jadi keputusan tersebut sah dan mengikat (valid and binding) baik secara hukum maupun secara akademis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu, karena dicapai melalui prosedur ilmiah, musyawarah dan kesepakatan para ahli (ulama) di bidangnya, maka keputusan tersebut sesungguhnya merupakan ijma', bukan lagi pendapat pribadi. Dan itu&lt;br /&gt;diperkuat dengan pernyataan sikap ulama yang tergabung dalam Jabhat Ulama al-Azhar. Dalam otobiografinya yang  diterbitkan, Voice of an Exile: Reflections on Islam (Westport, Connecticut/London: Praeger, 2004), Abu Zayd 'blak-blakan' mengungkapkan latar belakang dan sumber inspirasinya. Berikut ini cuplikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai bermukim di AS&lt;br /&gt;Abu Zayd mengakui pengalamannya belajar di Amerika ternyata membuahkan hasil. Di sanalah ia mengenal dan mempelajari filsafat dan hermeneutika. Baginya,&lt;br /&gt;hermeneutika adalah ilmu baru yang telah membuka matanya: "My academic experience in the [United] States turned out to be quite fruitful. I did a lot of&lt;br /&gt;reading on my own, especially in the fields of philosophy and hermeneutics. Hermeneutics, the science of interpreting texts, opened up a brand-new world for&lt;br /&gt;me" (hlm. 95). Seperti anak kecil yang baru dapat pistol mainan, ia segera mencari sasaran tembak di sekitarnya. Kalau pisau hermeneutika bisa dipakai untuk membedah Bibel, mengapa tidak kita gunakan untuk mengupas al-Quran.&lt;br /&gt;Toh keduanya sama, sama-sama kitab suci. Demikian logika Abu Zayd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sarjana Barat (Yahudi maupun Kristen) sejak lama telah menerapkan metode-metode kritis dalam mengkaji Bibel, seperti metode textual criticism, source criticism, form criticism, dan sebagainya. Sebagaimana Bibel, al-Quran juga dinilai sebagai produk budaya setempat yang tidak terlepas dari konteks masyarakat, sejarah, dan zaman di mana ia lahir dan berkembang. Di situ tentu ada campur-tangan manusia. Berkata Abu Zayd: "Classical Islamic thought believes the Qur'an existed before it was revealed. I argue that the Qur'an is a cultural product that takes its shape from a particular time in history. The historicity of the Qur'an implies that the text is human. Because the text is grounded in history, I can interpret and understand that text. We should not be afraid to apply all the tools at our disposal in order to get at the meaning of the text" (hlm. 99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menganggap al-Quran sama dengan Bibel, Abu Zayd lantas menurunkan status al-Quran -- bukan lagi Kalamullah. Baginya, al-Quran adalah sebuah teks,&lt;br /&gt;tidak lebih dari itu. Statusnya, menurut Abu Zayd, sama dengan buku-buku lainnya, yang dikarang oleh manusia, terbentuk dalam konteks budaya dan sejarah, dan sebagai wacana, tidak memiliki makna yang tetap dan baku: "The divine text became a human text at the moment it was revealed to Muhammad. How else could human beings understand it? Once it is in human form, a text becomes governed by the principles of mutability or change. The text becomes a book like any other. Religious texts are essentially linguistic texts. They belong to a specific culture and are produced within that historical setting. The Qur'an is&lt;br /&gt;a historical discourse-it has no fixed, intrinsic meaning" (hlm. 97). Pendapat-pendapatnya mengenai hermeneutika, tekstualitas, dan historisitas al-Quran&lt;br /&gt;ini diakuinya adalah 'oleh-oleh' hasil mukimnya di Amerika: "I owe much of my understanding of hermeneutics to opportunities offered me during my brief sojourn in the United States" (hlm. 101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seprti Abu Zayd ini cukup banyak. Ia jatuh ke dalam lubang rasionalisme yang digalinya sendiri. Ia seperti istri Aladdin, menukar lampu lama dengan lampu&lt;br /&gt;baru yang dijajakan oleh si tukang sihir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Republika,di tulis oleh Dr. Syamsuddin Arif.2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-385363073136562972?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/385363073136562972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-intelektual-nasr-hamid-abu-zayd.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/385363073136562972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/385363073136562972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/kisah-intelektual-nasr-hamid-abu-zayd.html' title='Kisah Intelektual Nasr Hamid Abu Zayd'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/SWzKly4drwI/AAAAAAAAAB0/XsvRtwZXHco/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-5551991874855297884</id><published>2009-01-13T09:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:55:16.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>Hukum Onani (Masturbasi)</title><content type='html'>Kadang-kadang darah pemuda bergelora, kemudian dia menggunakan tangannya untuk mengeluarkan mani supaya alat kelaminnya itu menjadi tenang dan darahnya yang bergelora itu menurun. Cara semacam ini sekarang dikenal dengan nama onani (bahasa Arabnya: istimna' atau adatus sirriyah).&lt;br /&gt;Kebanyakan para ulama mengharamkan perbuatan tersebut, di antaranya Imam Malik. Beliau memakai dalil ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isterinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mau selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas." (Al-Mu'minun: 5-7)&lt;br /&gt;Sedang orang yang onani adalah melepaskan syahwatnya itu bukan pada tempatnya.Sedang Ahmad bin Hanbal berpendapat, bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan, seperti memotong daging lebih.&lt;br /&gt;Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Tetapi ulama-ulama Hanafiah memberikan Batas kebolehannya itu dalam dua perkara:&lt;br /&gt;     1. Karena takut berbuat zina. &lt;br /&gt;     2. Karena tidak mampu menikah. &lt;br /&gt;Pendapat Imam Ahmad ini memungkinkan untuk kita ambil dalam keadaan gharizah itu memuncak dan dikawatirkan akan jatuh ke dalam haram. Misalnya seorang pemuda yang sedang belajar atau bekerja di tempat lain yang jauh dari negerinya, sedang pengaruh-pengaruh di hadapannya terlalu kuat dan dia kawatir akan berbuat zina. Karena itu dia tidak berdosa menggunakan cara ini (onani) untuk meredakan bergeloranya gharizah tersebut dan supaya dia tidak berlaku congkak dan gharizahnya itu tidak menjadi ulat.&lt;br /&gt;Tetapi yang lebih baik dari itu semua, ialah seperti apa yang diterangkan oleh Rasulullah s.a.w. terhadap pemuda yang tidak mampu kawin, yaitu kiranya dia mau memperbanyak puasa, dimana puasa itu dapat mendidik beribadah, mengajar bersabar dan menguatkan kedekatan untuk bertaqwa dan keyakinan terhadap penyelidikan (muraqabah) Allah kepada setiap jiwa seorang mu'min. Untuk itu Rasuluilah s.a.w. bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah ada kemampuan, maka kawinlah sebab dia itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung." (Riwayat Bukhari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-5551991874855297884?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/5551991874855297884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hukum-onani-masturbasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5551991874855297884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/5551991874855297884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/hukum-onani-masturbasi.html' title='Hukum Onani (Masturbasi)'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6157416359119654741</id><published>2009-01-12T15:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T15:02:51.142-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jaga diri'/><title type='text'>Diamnya Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram</title><content type='html'>Setiap muslim tidak halal bermalas-malas bekerja untuk mencari rezeki dengan dalih karena sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, sebab langit ini tidak akan mencurahkan hujan emas dan perak.&lt;br /&gt;Tidak halal juga seorang muslim hanya menggantungkan dirinya kepada sedekah orang, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Untuk itu Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;Dan yang sangat ditentang oleh Nabi serta diharamkannya terhadap diri seorang muslim, yaitu meminta-minta kepada orang lain dengan mencucurkan keringatnya. Hal mana dapat menurunkan harga diri dan karamahnya padahal dia bukan terpaksa harus minta-minta.&lt;br /&gt;Kepada orang yang suka minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Orang yang minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, sama halnya dengan orang yang memungut bara api." (Riwayat Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Barangsiapa meminta-minta pada orang lain untuk menambah kekayaan hartanya tanpa sesuatu yang menghajatkan, maka berarti dia menampar mukanya sampai hari kiamat, dan batu dari neraka yang membara itu dimakannya. Oleh karena itu siapa yang mau, persedikitlah dan siapa yang mau berbanyaklah." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Senantiasa minta-minta itu dilakukan oleh seseorang di antara kamu, sehingga dia akan bertemu Allah, dan tidak ada di mukanya sepotong daging." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Suara yang keras ini dicanangkan oleh Rasulullah, demi melindungi harga diri seorang muslim dan supaya seorang muslim membiasakan hidup yang suci serta percaya pada diri sendiri dan jauh dari menggantungkan diri pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;halal wal haram Syeikh Dr.Yusuf Qordhowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6157416359119654741?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6157416359119654741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/diamnya-orang-yang-mampu-bekerja-adalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6157416359119654741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6157416359119654741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/diamnya-orang-yang-mampu-bekerja-adalah.html' title='Diamnya Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-6625112698279284917</id><published>2009-01-12T14:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T14:57:44.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jaga diri'/><title type='text'>Bekerja dan Usaha</title><content type='html'>Firman  Allah:&lt;br /&gt;"Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah buat kamu. Oleh karena itu berjalanlah di permukaannya dan makanlah dari rezekinya." (al-Mulk: 15)&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan mabda' (prinsip) Islam. Bumi ini oleh Allah diserahkan kepada manusia dan dimudahkannya. Justru itu manusia harus memanfaatkan nikmat yang baik ini serta berusaha di seluruh seginya untuk mencari anugerah Allah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3303918052032696580-6625112698279284917?l=salsedakwahcenter.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/feeds/6625112698279284917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/bekerja-dan-usaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6625112698279284917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3303918052032696580/posts/default/6625112698279284917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsedakwahcenter.blogspot.com/2009/01/bekerja-dan-usaha.html' title='Bekerja dan Usaha'/><author><name>salse dakwah center</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05175977947314077141</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_riQ-dqdHujM/ST6IkkOntAI/AAAAAAAAAA8/QY7HGf5YM3E/S220/1_451470219l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3303918052032696580.post-8794142475177015346</id><published>2009-01-12T14:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T14:55:48.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jaga diri'/><title type='text'>Kapankah  Minta-Minta Itu Diperkenankan?</title><content type='html'>Namun Rasulullah s.a.w. masih juga memberikan suatu pembatas justru karena ada suatu kepentingan yang mendesak. Oleh karena itu barangsiapa sangat memerlukan untuk meminta-minta atau mohon bantuan dari pemerintah dan juga kepada perorangan, maka waktu itu tidaklah dia berdoa untuk mengajukan permintaan.&lt;br /&gt;Karena ada sabda Nabi:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya meminta-minta itu sama dengan luka-luka, yang dengan meminta-minta itu berarti seseorang melukai mukanya sendiri, oleh karena itu barangsiapa mau tetapkanlah luka itu pada mukanya, dan barangsiapa mau tinggalkanlah, kecuali meminta kepada sultan atau meminta untuk suatu urusan yang tidak didapat dengan jalan lain." (Riwayat Abu, Daud dan Nasa'i)&lt;br /&gt;Qabishah bin al-Mukhariq berkata:&lt;br /&gt;"Saya menanggung suatu beban yang berat, kemudian saya datang kepada Nabi untuk meminta-minta, maka jawab Nabi: Tinggallah di sini sehingga ada sedekah datang kepada saya
